Explore Bandung: Hobbiton Adventure

Minggu, 29 April 2018

Hobbiton Adventure adalah salah satu “wahana” yang ada di Farm House Susu Lembang. Sebenarnya, tahun 2015, aku sudah pernah mengunjungi Farm House. 3 tahun yang lalu waktu ke sana, Farm House belum terlalu banyak wahana yang bisa dinikmati untuk orang dewasa. Tahun ini kembali ke sana karena ada wahana baru, yaitu “Hobbiton Adventure”.

Tahun ini aku pergi bersama Claudia ‘Dhea’ dan Muliyanto. Setelah Ibadah Minggu bersama, kami pergi ke Farm House. Entah kenapa, siang itu jalan menuju Lembang tidak terlalu macet. Sampailah kami di Farm House. Di dalam banyak sekali pengunjungnya. Cukup padat di dalam, bahkan kami juga sempat bingung mencari tempat parkir. Setelah dapat parkir, kami berkeliling dan melihat-lihat. Dan sampailah kami di wahana “Hobbiton Adventure”. Awalnya, kami ragu mau masuk, karena harus mengeluarkan uang lagi. Tapi, setelah berunding, kami memutuskan untuk masuk.

Setelah masuk apakah kami menyesal? Ternyata tidak, hahaha. Senangnya. Wahana ini menghadirkan suasana rumah The Hobbit. Mirip seperti di filmnya. Walaupun mungkin ini hanyalah replika, tapi pada akhirnya kami tidak merasa rugi mengeluarkan uang tambahan untuk bisa masuk ke wahana ini.

Suasana yang dihadirkan mulai dari Ruang Tamu, Ruang Baca, Kamar Tidur, Kamar Mandi, Dapur, Ruang Makan dan Ruang Harta Karun yang dijaga oleh Smaug (sosok naga dalam film The Hobbit), bisa membuat aku bisa merasakan sekaligus membayangkan berada di dalam film The Hobbit. Di sekitar Rumah Hobbit juga banyak beberapa spot foto yang instagramable.

This slideshow requires JavaScript.

Nb : untuk masuk ke Rumah Hobbit, kita harus melepas alas kaki, dan dibatasi untuk memegang ataupun menduduki beberapa property. Salut sama setiap petugas yang keren banget untuk dimintatolongin ambil foto. Dan salut juga sama petugas yang rela bolak-balik dari pintu masuk ambilin alas kaki, dipindah ke pintu keluar. Jadi, waktu kita udah di pintu keluar alas kaki kita sudah tersedia.

Farm House Susu Lembang
Harga Tiket Masuk : Rp.20.000,- (include voucher yang bisa ditukar dengan susu murni atau makanan atau souvenir)
Harga Tiket Masuk Hobbiton Adventure : Rp.20.000,- (include pie susu dengan kemasan The Hobbiton)
Advertisements

Explore Bandung: Kebun Bunga Begonia

Sabtu, 2 September 2017

Dua minggu sebelum hari ini, Si Monche ngasih tau kalo mau main ke Bandung. Dan aku pikir dia punya kegiatan sendiri lah ya ke Bandung dan ga kepikiran mau ngajak jalan jauh, paling ya meet up doang atau gereja bareng hari Minggunya. Ternyata, dia mau jalan-jalan, wkwk. Nah, awalnya kami ke The Lodge Maribaya. Berangkat kesiangan, walaupun dari Gegerkalong, ternyata sampe ke Maribaya udah macet. Selain karena padatnya kendaraan, tapi juga karena jalannya lagi di cor. Alhasil banyak debu, macet panjang banget.

Sesampainya di The Lodge Maribaya, parkiran motor udah penuh banget. Ada rumah warga yang dijadikan area parkir, dengan biaya Rp.5.000,- sepuasnya. Aku iseng nanya ke ibu-ibu yang halaman rumahnya dijadiin parkiran. “Bu, ini rame banget. Kita jalan jam 9 sampe sini udah rame. Ini yang udah nyampe duluan dari jam berapa ya, Bu?” Ibu tersebut menjawab “Dari subuh, neng.” (Ya ampun!) hahaha.

Dari parkiran kami masih harus jalan kaki lagi ke pintu masuk. Sampai di depan pintu masuk, banyak orang ngantri. Kami bingung ini antrian apa, ternyata antrian untuk beli tiket dan sudah mengular panjang banget. Hari semakin panas dan matahari terik sekali. Kami tak bisa membayangkan orang sebanyak ini kalau masuk ke dalam semua, di dalam kayak apa? Akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari antrian, karena juga udah mulai pada emosi gara-gara ada bapak-bapak yang motong antrian 😦 Dan kami pergi dari The Lodge Maribaya, pindah ke Kebun Bunga Begonia. Di sini suasananya lebih manusiawi, ga antri, masih bisa foto-foto dan menikmati pemandangan.

This slideshow requires JavaScript.

Kalau mau benar-benar menikmatinya, kita bisa tau nama-nama bunga yang ada di sini. Cuma ya, kita bukan niatnya mau wisata edukasi, tau nama-nama bunga, jadinya cuma foto-foto doang, hahaha. Udah panas banget soalnya pas nyampe di sini tuh. Bunganya banyak. Banyak spot foto juga yang instagram-able, hihi. Ada juga kebun sayur yang bisa dibeli sayurannya dan bisa petik sendiri. Ada juga kebun pembibitan bunga yang bisa dibeli juga. Ada juga toko souvenir. Ohya, di sini ada restoran dan mushola juga. Jadi teman-teman kalau laper bisa makan, sekalian istirahat dan bisa sholat juga 😉

Kebun Bunga Begonia Glory
Jalan Maribaya No. 120 A, Lembang Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Telepon:+62 22 2788-527
HP:+62 812-220-0202
E-mail: info@kebunbegonia.com
http://www.kebunbegonia.com/

Harga tiket masuk : Rp.15.000,-
Parkir motor : Rp.2.000,-

Explore Bandung: Farm House Susu Lembang

Senin, 21 Desember 2015

Bandung rasa Eropa. Bisa kita temukan suasana Eropa di Farm House Susu Lembang. Explore Bandung kali ini dilakukan bersama Melia, Gita dan Haerdi. Farm House masih termasuk destinasi wisata baru di Bandung, jadi masih rame banget, kami parkir mobil di pinggir jalan raya dan langsung ditodong Rp.20.000,- sama warga yang mendadak menjelma jadi tukang parkir :’).

Menurutku, Farm House lebih cocok dijadikan destinasi wisata untuk keluarga kecil baru, yang masih punya anak-anak kecil gitu lah. Soalnya beberapa “wahana” yang ada di sana itu, kebanyakan untuk anak-anak. Seperti feeding pet salah satunya. Ya, karena rame banget, lagi-lagi kami di sana cuma foto-foto biar ada update-an di instagram, hahaha. Harga tiket masuknya Rp.20.000,- dan dapat free susu segar.

Untuk menambah pengalaman berada di Eropa, di Farm House juga ada kios yang menyewakan baju khas Eropa. Kami ga sewa, karena ga minat, hahaha. Asli rame banget pas ke sana. Mungkin karena kami anak-anak muda yang penasaran dengan tempat wisata kekinian, belum berkeluarga juga, jadi bingung mau ngapain ke sana. Tapi, tempat ini cocok banget untuk para ayah dan ibu yang memegang tagline “Sayang Anak, Sayang Anak”, hihihi.

This slideshow requires JavaScript.

Explore Bandung: Tangkuban Parahu

Sabtu, 4 Oktober 2014

Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di ProvinsiJawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Perahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfurbelerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari. – Wikipedia

Sejak 2007 merantau ke Bandung, baru kali ini jalan-jalan ke Tangkuban Parahu, hahaha. Kenapa? Ga ada temen yang ngajak ke sana dan juga kalau mau ke sini tuh sejauh Selatan ke Utara dari Dayeuhkolot, wkwk. Bersyukur ada Sianturi Bersaudara yang mau diajak jalan-jalan, mereka adalah Muliyanto dan Husim. Dari pintu masuk menuju ke puncaknya masih lumayan jauh, jauh banget sih kalo menurutku dan nanjak, wkwkwk. Dan kita parkirnya di atas deket puncaknya.

This slideshow requires JavaScript.

As usually, jalan-jalan ala anak kosan mah pasti cuma foto-foto doang, hahaha. Kalaupun mau makan, pasti nyari yang murah, cari pinggir jalan atau nahan laper sampe ke tengah kota. Jarang banget mau makan di tempat wisatanya. Jadi, selama di sana kami hanya keliling-keliling cari spot foto, menikmati keindahan Gunung Tangkuban Parahu, hirup udara segar, menikmati dinginnya udara gunung, pulang, hahaha.

Gunung Tangkuban ParahuJalan Raya Tangkuban Perahu, Lembang, Jawa Barat 40391, Indonesia

Explore Bandung: Taman Film

Sabtu, 27 September 2014

Penjelajahan Bandung hari ini murah meriah saja. Aku dan Monche  jalan-jalan ke Taman Film. Awalnya sempat bingung sih, ini tempat ada di mana sih? Udah turun dari Jalan Layang Pasupati kok ga ada penampakan layar besar untuk nonton film bareng, ternyata ada di bawah lagi. Kesan pertama yang ada di pikiranku cuma satu : keren! Semua orang bisa dengan bebas masuk ke sini. Hanya dua syaratnya : buka alas kaki dan jaga kebersihan. Keluarga yang ke sini bisa bebas duduk-duduk di mana aja, bahkan bisa tidur-tiduran kayak kami ini hahaha. Anak-anak bebas berlarian ke sana ke mari. Sayangnya, pas kami ke sana pas bukan jadwalnya pemutaran film untuk nonton bareng. Jadi, cuma santai-santai dan foto-foto, wkwkwk.

This slideshow requires JavaScript.

Pak Walikota Bandung, Kang Emil, emang kece banget sih bangun taman dan ruang terbuka untuk warganya. Taman Film ini dibangun dengan memanfaatkan ruang yang ada di bawah Jalan Layang Pasupati. Kalau hujanpun tak kehujanan dan kalau panaspun tak kepanasan. Paling deg degan aja denger suara kendaraan yang melintas di atas kepala, hihi.

Taman Film : Jl. Layang Pasupati, Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40116, Indonesia
Biaya Masuk : Gratis, paling bayar parkir aja ke mamang yang jagain motor, hehe

Explore Bandung: Dusun Bambu – Floating Market

Senin, 31 Maret 2014

Dusun Bambu

Akhirnya nyampe juga di Dusun Bambu 🙂 Setelah, sekian lama penasaran sama tempat ini, karena ada salah seorang adik tingkat di kampus yang posting foto di akun sosial medianya. Melancong kemarin bareng-bareng sama teman-teman Tim PMKB (Persekutuan Mahasiswa Kristen Kota Bandung): Yuniat (koordinator), Jadi, Muliyanto dan Pantas.

Dalam rangka:

  1. Ngumpul full team bukan dalam rangka rapat
  2. Mengaplikasikan tema Persekutuan Doa (PD) Kota bulan ini, yaitu “Relasi Pengurus yang Sehat” dengan judul “Bukan Sekedar Hubungan Organisasi”
  3. Mencari tombol F5 yang hilang alias refreshing

maka, kami mengadakan perjalanan untuk mengelilingi dan meng-explore kota Bandung. Perjalanan kami mulai dari Bandung Selatan, menuju ke Bandung Barat, memutar lewat Bandung Utara, Bandung Tengah dan kembali ke Bandung Selatan. Kami mengunjungi sebuah tempat yang sedang ramai dibicarakan banyak orang dalam jejaring media sosial, yaitu Dusun Bambu. Tempat ini benar-benar baru dan masih dalam pengembangan, masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan dan masih dalam pembangunan. Namun, tempat ini merupakan tempat yang sangat asik untuk dijelajahi, dinikmati kesejukan udaranya dan dinikmati pemandangan alamnya, serta diabadikan dalam sebuah gambar. 😀

upload2

upload2a

upload2b

upload2d

upload3

Floating Market

Dari Dusun Bambu, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung Utara yaitu ke Floating Market. Agak berbeda dengan apa yang bisa kami nikmati di Dusun Bambu, setibanya di Floating Market, kami merasa tempat ini “ah, biasa aja”. Tapi, bukan berarti tempat ini tidak bisa dinikmati. Di sini juga banyak spot yang bisa dijadikan tempat untuk foto-foto lho. Menurut saya, tempat ini lebih cocok jika dinikmati bersama keluarga. 😀 #cmiiw

upload2e

upload2c

Tidak terlalu lama kami menikmati tempat ini, karena sudah terlalu lelah dan cuaca siang itu cukup terik sehingga membuat kami merasa sangat lelah. Kami melanjutkan perjalanan dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.

“Capek tapi puas!” ~Muliyanto Sianturi 😀 Kami semua setuju dengan kalimat itu!
“Nothing is sweeter than our togetherness we share.” ~J.Co 😀


DUSUN BAMBU

Website: http://www.dusunbambu.com/
Alamat: Jl. Kolonel Masturi KM. 11, Situ Lembang – Bandung Barat (http://goo.gl/maps/zl5fT)
Waktu Operasi: Senin-Minggu, 10.00 – 22.00
No.Telpon: 022 – 8278 2020
e-mail: Marketing@dusunbambu.com
Harga Tiket: Rp.10.000,- /orang
Harga Tiket Motor: Rp.5.000,- /motor
Harga Tiket Mobil: Rp.10.000,- /mobil

FLOATING MARKET

Website: http://www.floating-market-bandung.com/
Harga Tiket: Rp.10.000,- /orang
Harga Tiket Motor: Rp.2.000,- /motor

Explore Bandung: Kawah Putih – Situ Patenggang

Kawah Putih – Situ Patenggang, 1 Maret 2014

Bandung Selatan, salah satu tempat di Bandung yang punya pemandangan indah dan udara yang segar. Ciwidey, ya itu nama tempat yang lebih tepatnya. Apa aja yang bisa dikunjungi di Ciwidey? “Salah dua”nya Kawah Putih dan Situ Patenggang.

Cerita melancong kali ini disponsori oleh si Anto, hahaha. Kenapa disponsori? Karena pada dasarnya kemaren itu gue lagi bokek alias kere dan dia bersedia menjadi ATM berjalan (sementara) buat gue. Dia sebenernya emang udah punya plan mau melancong ke Ciwidey, tapi bareng sama adeknya dan teman SMAnya. Entah apa alasannya, pagi itu dia ng-sms gue ngajak pergi juga. Tadinya sih gue udah ga mau pergi, selain karena kere, ada kegiatan juga sorenya. Setelah bernegosiasi, akhirnya gue memutuskan untuk pergi bareng mereka.

Kami berangkat sekitar jam 9 pagi dari Dayeuh Kolot dan sampai di Kawah Putih sekitar jam 10.30. Sampai di lokasi, kami langsung naik ke atas, tapi berhubung kami naik motor, kami harus naik ke atas dengan menggunakan angkutan bersama para wisatawan yang lain.

edit10

edit7

Setelah puas menikmati pemandangan Kawah Putih dan mengabadikan momen yang tidak akan terulang ini, kami turun. Waktu di atas, cuaca cerah. Tapi, sampai di bawah kami disambut hujan deras se-deras-derasnya. Akhirnya kami memutuskan untuk berteduh di warung makan, sekaligus makan siang karena sudah waktunya makan siang.

Tak lama setelah kami habis menyantap makan siang kami, hujan pun berhenti. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Kemana? Situ Patenggang. Awalnya sempat ragu untuk lanjut ke sana, tapi sudah sampai di Ciwidey, sayang sekali kalau langsung pulang dan tidak mampir ke Situ Patenggang. Akhirnya, kami memutuskan untuk lanjut walaupun harus berjuang melawan hujan deras yang mendadak turun kembali.

edit8

Kami tidak terlalu lama menikmati pemandangan di Situ Patenggang, karena cuaca semakin mendung. Kami melanjutkan perjalanan kami kembali ke Dayeuh Kolot. Di perjalanan pulang kami singgah ke kebun teh dan mengabadikan beberapa gambar.

edit6

Ciwidey bisa jadi salah satu tempat alternatif buat kamu-kamu yang ingin menekan “tombol F5” di otak, supaya lebih refresh karena menghirup udara segar di sana dan melihat pemandangan yang kece, sekaligus bersyukur masih bisa menikmati anugerah Tuhan yang luar biasa itu. 🙂