Explore Bandung: Kebun Bunga Begonia

Sabtu, 2 September 2017

Dua minggu sebelum hari ini, Si Monche ngasih tau kalo mau main ke Bandung. Dan aku pikir dia punya kegiatan sendiri lah ya ke Bandung dan ga kepikiran mau ngajak jalan jauh, paling ya meet up doang atau gereja bareng hari Minggunya. Ternyata, dia mau jalan-jalan, wkwk. Nah, awalnya kami ke The Lodge Maribaya. Berangkat kesiangan, walaupun dari Gegerkalong, ternyata sampe ke Maribaya udah macet. Selain karena padatnya kendaraan, tapi juga karena jalannya lagi di cor. Alhasil banyak debu, macet panjang banget.

Sesampainya di The Lodge Maribaya, parkiran motor udah penuh banget. Ada rumah warga yang dijadikan area parkir, dengan biaya Rp.5.000,- sepuasnya. Aku iseng nanya ke ibu-ibu yang halaman rumahnya dijadiin parkiran. “Bu, ini rame banget. Kita jalan jam 9 sampe sini udah rame. Ini yang udah nyampe duluan dari jam berapa ya, Bu?” Ibu tersebut menjawab “Dari subuh, neng.” (Ya ampun!) hahaha.

Dari parkiran kami masih harus jalan kaki lagi ke pintu masuk. Sampai di depan pintu masuk, banyak orang ngantri. Kami bingung ini antrian apa, ternyata antrian untuk beli tiket dan sudah mengular panjang banget. Hari semakin panas dan matahari terik sekali. Kami tak bisa membayangkan orang sebanyak ini kalau masuk ke dalam semua, di dalam kayak apa? Akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari antrian, karena juga udah mulai pada emosi gara-gara ada bapak-bapak yang motong antrian 😦 Dan kami pergi dari The Lodge Maribaya, pindah ke Kebun Bunga Begonia. Di sini suasananya lebih manusiawi, ga antri, masih bisa foto-foto dan menikmati pemandangan.

This slideshow requires JavaScript.

Kalau mau benar-benar menikmatinya, kita bisa tau nama-nama bunga yang ada di sini. Cuma ya, kita bukan niatnya mau wisata edukasi, tau nama-nama bunga, jadinya cuma foto-foto doang, hahaha. Udah panas banget soalnya pas nyampe di sini tuh. Bunganya banyak. Banyak spot foto juga yang instagram-able, hihi. Ada juga kebun sayur yang bisa dibeli sayurannya dan bisa petik sendiri. Ada juga kebun pembibitan bunga yang bisa dibeli juga. Ada juga toko souvenir. Ohya, di sini ada restoran dan mushola juga. Jadi teman-teman kalau laper bisa makan, sekalian istirahat dan bisa sholat juga 😉

Kebun Bunga Begonia Glory
Jalan Maribaya No. 120 A, Lembang Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Telepon:+62 22 2788-527
HP:+62 812-220-0202
E-mail: info@kebunbegonia.com
http://www.kebunbegonia.com/

Harga tiket masuk : Rp.15.000,-
Parkir motor : Rp.2.000,-

Advertisements

Jesus Be The Center!

Minggu, 30 Oktober 2016

Bersyukur, sangat bersyukur kalau aku bisa ikut Rapat Kerja (RaKer) Pengurus PMK TES 2016/2017. Di RaKer tahun ini aku ambil bagian dalam pelayanan sebagai gitaris. Dari apa yang bisa kuberikan sebagai wujud rasa syukurku atas talenta yang sudah Tuhan percayakan, bahkan di tengah-tengah kondisi thesis yang lagi mandeg, karena bisa aja kujadikan alasan untuk menolak pelayanan, Tuhan kasih berkat melimpah, ga sebanding dengan apa yang bisa kukembalikan. Serius! Tak ada sesuatu yang kebetulan. Aku ambil waktu untuk “berhenti sejenak” dari hiruk pikuk di kota Bandung, aku pergi ke pinggiran Kabupaten Bandung Barat, di atas rimbunnya Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, ke daerah Maribaya Lembang untuk ikut RaKer.

Kemarin aku diingatkan kembali oleh Bunda yang menjadi pembicara di Ibadah Minggu. “Jesus Be The Center”. Dia adalah Tuhan. Dia adalah Tujuan. Dia adalah Teladan. Hanya Dialah satu-satunya yang seharusnya menjadi poros roda kehidupan, pusat kehidupan. Terima kasih bunda, sudah menyampaikan isi hatiNya, tepat sasaran. Dan bahkan lagu “Jesus Be The Center” adalah salah satu lagu yang kami bawakan di sesi Ibadah Penutup. Dan sepertinya lagu ini akan jadi “Song of The Year” buat aku pribadi, hihi.

Jesus Be The Center, kita harus benar-benar mengikuti teladan Tuhan Yesus, di mana dia telah mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba. Kita juga harus mengosongkan diri kita, menanggalkan jubah keegoisan kita, dan membiarkan Tuhan menjadi tuan atas hidup kita, mengendalikan seluruh kehidupan kita.

Selain Bunda, aku juga diingatkan oleh bang Eristiar, WL di satu tim pelayan altar di RaKer. Kehidupan doa sangat penting untuk membentengi kehidupan ini. Walaupun doa tak kelihatan, tapi doa ampuh membentengi kita dari yang tak kelihatan juga. Kehidupan doa rusak, otomatis kehidupan nyata juga rusak; rusak bukan dari hal yang kasat mata. Bisa saja di luar nampak (seolah) baik, tapi (sebenarnya) di balik itu semua tidak baik.


Senin, 31 Oktober 2016

Renungan Harian
Bacaan: Roma 1:16-17

Sola Fide
Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. (1 Korintus 3:11)

Hari ini kita memperingati Hari Reformasi Gereja. Pada 31 Oktober 1517 Martin Luther menempelkan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg, Jerman. Ada 3 kata kunci yang melekat pada tindakan reformasi ini: Sola Fide (Hanya melalui Iman), Sola Gratia (Hanya oleh Anugerah) dan Sola Scriptura (Hanya Alkitab): “Manusia diselamatkan oleh iman akan anugerah Allah yang diproklamasikan dalam Alkitab.”

Berdasarkan perenungan atas Roma 1:16-17, Luther menemukan saripati teologi Paulus bahwa yang menghadirkan keselamatan bukanlah segala macam perbuatan baik dan ritus gereja, melainkan iman akan anugerah Allah yang membenarkan kita. Orang berdosa yang percaya akan Injil menjadi orang benar karena dijadikan benar. Manusia adalah simul justus et peccator: orang yang berdosa, namun sekaligus dibenarkan. Benar bukan karena usaha sendiri, melainkan karena rahmat, gratia.

Tak sepatutnya kita hidup berleha-leha, manja, dan tak waspada, apalagi meremehkan kasih Allah yang membenarkan tadi. Dari pihak manusia diperlukan iman yang merespons anugerah pembenaran itu. Iman bukan sekadar percaya, namun “mempercayakan diri seutuhnya kepada”. Iman adalah hati yang bulat menyambut anugerah Allah dan memasrahkan segenap diri pada kasih setia Allah.

Ada orang yang mengaku beriman, namun hatinya dingin, bahkan beku. Beku pada Allah, beku pada Firman, dan beku pada janji anugerah. Hatinya bagai es. Kita perlu waspada, agar hati kita senantiasa terbuka untuk digenangi rahmat dan giat menyambutnya. Betapa hangat! –DKL/Renungan Harian

ANUGERAH ALLAH SELALU CUKUP BAGI KITA YANG LEMAH.

Terima kasih Tuhan kalau sampai di usia 27 tahun ini, aku masih bisa merasakan pemulihan dari Engkau, langsung melalui orang-orang yang Engkau percayakan untuk menyampaikannya. Pemulihan tidak hanya fisik (dari batuk flu) tapi juga jiwa.

“Iman bukan sekadar percaya, namun “mempercayakan diri seutuhnya kepada“. Iman adalah hati yang bulat menyambut anugerah Allah dan memasrahkan segenap diri pada kasih setia Allah.” Ya, sudah seharusnya jika “Jesus Be The Center”, akan otomatis “mempercayakan diri seutuhnya kepada” Tuhan Yesus. Sekali lagi terima kasih untuk caraMu yang luar biasa menegurku untuk tidak hanya tumbuh ke samping, tapi juga tumbuh ke “atas” dan terus berakar ke “bawah”.

Yang Sedang Ber-Hari Syukur,

(Adniw Irasnahitsirk)

#REUNITED

Jakarta, 25 Juni 2016

Berawal dari sebuah kerinduan seorang alumni PMK Institut Teknologi Telkom (waktu dia jadi anggota PMK namanya masih PMK IT Telkom), sebut saja namanya Benny (memang nama sebenarnya). Setelah lulus dari kampus, Benny bekerja di Jakarta dan dia merindukan sebuah persekutuan seperti di PMK. Sampai tibalah saatnya, Nice, kordi Sie. Alpra (alumni dan pra-alumni) PMK periode 2015/2016 ini mengumumkan bahwa akan diadakan ibadah alpra di Bandung via grup LINE. Benny yang ada di dalam grup itupun berkomentar minta diadakan ibadah alpra untuk wilayah Jakarta.

Awal Juni 2016, Nice sedang Kerja Praktek (KP) di Jakarta. Sebagai kordi Sie. Alpra, Nice ingin sekali memenuhi permintaan sang senior. Setelah berdiskusi dengan Nikho (Kabid 4) dan Kapas (Ketua PMK), akhirnya mereka sepakat untuk mengadakan ibadah perdana untuk wilayah Jakarta. Dengan segala keterbatasan mereka sebagai pengurus yang sedang KP, mereka tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik.

Bersaksi di Tengah Kesibukan

Bersyukur untuk segala pihak yang terlibat dalam pelayanan di ibadah perdana ini. Pak Heinz yang sudah mau mencarikan tempat ibadah dan menghubungi pembicara. Eristiar, Edwan, Yosua (dan saya sendiri) yang sudah bersedia menjadi pelayan altar. Kapas yang sudah mau membantu koordinasi sehingga acara tersebut bisa berjalan dengan baik. Bersyukur juga untuk setiap hati yang mau menyediakan waktu dan meringankan langkah mereka untuk hadir dalam persekutuan ini, kurang lebih ada 35 jiwa yang hadir. Cukup baiklah untuk perdana, hehe.

13521889_1405142486169092_2959860085151542235_n

Persekutuan Alumni, 25 Juni 2016

Di akhir ibadah, kami mengadakan diskusi singkat, memikirkan apakah ibadah semacam ini hanya akan diadakan untuk “pertama dan terakhir” atau dirutinkan. Hasil diskusinya adalah semua alumni dan pra-alumni yang hadir merindukan ibadah ini bisa terus diadakan secara rutin. Maka, dibentuklah tim kecil yang akan mempersiapkan ibadah-ibadah berikutnya. Mereka adalah:

Ini bukan kepengurusan, tapi hanya tim volunteer. Di saat kami belum sanggup memberi dukungan dalam bentuk yang lain, kami hanya sanggup memberi waktu, tenaga, hati dan pikiran kami untuk mempersiapkan ibadah-ibadah berikutnya, hehe.

Selain tim di atas, kami juga berusaha mengumpulkan perwakilan alumni yang kami harapkan dapat menjadi penyambung lidah dari tim volunteer ini untuk menyampaikan pengumuman ibadah berikutnya atau pengumuman yang terkait dengan kegiatan PMK. Kami buat grup WhatsApp, di sana ada 3-5 orang alumni sebagai perwakilan angkatannya masing-masing, ada angkatan 1991 s/d 2013.


Bandung, 17 Agustus 2016

Ada cerita tersendiri untuk persiapan ibadah 17 September 2016, panjanglah pokoknya, hahaha. Mungkin lain kali aku akan menceritakannya. Singkat cerita, kami mengadakan rapat di Bandung untuk ibadah tanggal 17 September 2016. Kami mengangkat

Tema : Persekutuan
Judul : REUNITED
Tujuan dan Sasaran :

  1. Kembali mempertemukan dan saling mengenal antar alumni PMK
  2. Mengingatkan arti dan pentingnya persekutuan di dalam kehidupan alumni PMK
  3. Mengingatkan kembali peran alumni di dalam kehidupan sehari-hari sebagai alumni PMK

Ayat Tema : Ibrani 10 : 24-25
(24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
(25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Mengapa #REUNITED ? Karena dalam terjemahanannya, kata “reunited” berarti berkumpul kembali. Kami, yang dahulunya jemaat PMK STT Telkom – PMK IT Telkom – dan sekarang PMK Telkom University Unit Pelayanan Telkom Engineering School, kami rindu untuk berkumpul kembali mengadakan persekutuan, di saat kami sudah menjadi alumni.

13934925_1449782565038417_1754951553904473943_n

Hujan Badai Pun Kan Ku Tempuh Demi Rapat

Dan berdasarkan hasil kuisioner kecil-kecilan, data menunjukkan bahwa persekutuan dwi bulanan (dua bulan sekali) menjadi pilihan mayoritas responden. Karena Juli libur lebaran, persekutuan kedua kami sepakat untuk mengadakannya di bulan September (dua bulan setelah Juli :p ).


Jakarta, 17 September 2016

whatsapp-image-2016-09-17-at-13-01-12

Bersyukur di persekutuan alumni yang kedua ini, sudah lebih banyak yang datang, ada 63 jiwa. Bahkan ada juga yang rela Pergi-Pulang (PP) Bandung-Jakarta-Bandung, demi menunaikan tugas dan tanggung jawabnya, hehe.

Kami, sebagai tim volunteer, memahami betul bahwa “treatment” persekutuan untuk mahasiswa dan alumni sangatlah berbeda. Kami tidak bisa memaksakan seberapa jumlah jiwa yang bisa hadir, karena alumni memiliki kesibukannya masing-masing, apalagi yang sudah berkeluarga, di hari Sabtu, biasanya mereka menghabiskan waktu bersama keluarga. Untuk tema dan format acarapun demikian, kami berusaha semaksimal mungkin memilih tema dan format acara yang bisa “lintas angkatan”.

Supaya lebih variatif bentuk acaranya, di persekutuan kali ini, WL mengadakan Ice Breaking dan Games Perkenalan singkat.

dsc_6140 dsc_6145

dsc_6142

Games Perkenalan : Cari Pasangan

Tidak ada alasan untuk tidak ikut permainan, hehe. Semua angkatan ikut main, supaya lebih saling mengenal. Bahkan ada “pra-alumni kecil” atau “alumni termuda” yang ikut main, hihi. Sangat diperbolehkan bagi kakak-abang alumni yang ingin mengajak keluarganya hadir di persekutuan ini, berharap ke depannya kita bisa bikin persekutuan khusus buat anak-anak yang hadir, supaya orang tuanya bisa fokus ibadah, amin.

Dan selain mendengarkan Firman Tuhan dari Pdt. Timotius Samosir, kami mengadakan diskusi kelompok yang isinya perkenalan singkat dan membahas tentang tema, khsusunya dalam kehidupan sehari-hari sebagai alumni.

dsc_6181dsc_6183 dsc_6180dsc_6186 dsc_6192dsc_6165

Saya pribadi bersyukur bisa hadir di ibadah kali ini. Saya bisa kenal lebih banyak alumni PMK TES. Alumni yang sangat peduli terhadap alamaternya, alumni yang sangat peduli dengan adik-adiknya, alumni yang sangat loyal memberikan bantuan dalam bentuk apapun.

“Mostly alumni ini masih sayang lah ama PMK…pengen berbuat tp gak tau apa” – Bang Ernest (alumni 2000)

Aku yakin dan percaya kalimat Bang Ernest di atas mewakili suara hati alumni yang merasakan buah dari pelayanan di PMK, bukan hanya di PMK Fakultas Teknik Telkom University, tapi juga di PMK Fakultas Telkom yang lain, bahkan juga di PMK Universitas lain.

dsc_6257

Candid! Seru liat pemandangan kaya gini, hihi..yang senior mau beri hati, yang junior mau beri telinga, supaya terjadi “saling”, supaya hubungan yang terbangun bukan hanya sekedar “hubungan organisasi”, tapi hubungan kekeluargaan yang ga ada embel-embel formal, tapi tetap bisa saling menghormati.

14355742_10210655365567271_5539403822251599125_n

Ah, senangnya lihat foto ini semoga kasih Kristus terus ada di dalam persekutuan ini, silaturahmi terus terjalin, networking terus terhubung, dan hubungan antara alumni dan mahasiswa PMK Telkom Engineering School bukan hanya sekedar “proposal dana”, tapi bisa jauh lebih dalam dan lebih intim, Amen! Makasih buat kakak-abang yang mau sama-sama berjuang ngumpulin alumni dari angkatan 1991-2013.

 

whatsapp-image-2016-09-17-at-18-52-20

Alumni 1994, 1996, 1997, 2000

whatsapp-image-2016-09-17-at-19-01-53

Alumni 2004

whatsapp-image-2016-09-17-at-19-02-30

Alumni 2005

14355535_10210654838194087_6800567285535219765_n

Alumni 2007

dsc_6253-1

Alumni 2009

dsc_6234

Pelayan Altar, Persekutuan Alumni 170916 WL: Regina, Gitaris: Arjuna dan Moses, Keyboardis: Rebecca

Aku Siap Menggembalakan Domba-DombaMu

EDO_4793 (Fm).JPG

Calon Pemimpin Kelompok Kecil 2016 PMK TES

Udah mau nulis dari kapan tahu, tapi apa daya final report dan Ujian Akhir Semester menanti dan urgent untuk dikerjakan lebih dulu. Oke, sekarang aku mau bagikan apa yang kudapat di sesi 5, sesi puncak yang mengangkat tema dari Vision Camp 2016. Sekali lagi aku bersyukur kalau masih punya kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan di Vision Camp (VC) 2016. Terlebih aku bersyukur untuk sesi 5 yang bisa kuikuti, sesi ini dibawakan oleh Bunda Marietta, yang adalah dosen agamaku (dulu) dan sampai sekarang juga beliau masih mengajar di Telkom University.

Mau tau apa aja yang kudapat dari sesi ini? Simak ya, hihi.


Sesi 5 Vision Camp 2016 – oleh Bunda Marietta Simanjuntak
Tema: Motivasi Yang Benar Dalam Pemuridan
Judul: Aku Siap Menggembalakan Domba-DombaMu
1 Petrus 5 : 2

Motivasi adalah dorongan untuk mencapai tujuan.

Motivasi, bisa membuat orang menjadi:

  • hati-hati
  • masa bodoh

dengan tujuan yang ingin dia capai.

Tujuan menjadi seorang Pemimpin Kelompok Kecil (PKK) adalah membina Adik-Adik Kelompok Kecil (AKK) menjadi serupa Kristus, bukan hanya sebagai seorang “penggemar” tapi pengikut, bukan hanya sebagai seorang pengikut tapi murid, murid yang dimuridkan melalui proses pemuridan.

Menggembalakan adalah menggiring domba sesuai dengan apa yang mereka butuhkan, bukan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dalam konteks pemuridan, menggembalakan domba berarti membawa AKK yang sudah Tuhan percayakan kepada kita untuk sampai kepada pengenalan akan Kristus dan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Menjadi seorang PKK merupakan anugerah, karena tidak semua orang diberikan kesempatan untuk membawa jiwa kepada Tuhan. Tapi, hanya orang-orang yang bersedia menjawab “YA”, itulah yang menerima anugerah tersebut. Tapi, ingat! Kita punya tanggung jawab kepada Tuhan atas setiap jiwa yang sudah Tuhan percayakan. Akan dituntut pertanggungjawaban dari kita nantinya.

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.” (1 Petrus 5:2)

  • Kawanan domba MILIK ALLAH
  • JANGAN dengan PAKSA
  • JANGAN mencari KEUNTUNGAN (Yehezkiel 34)
  • PengABDIan DIRI (Mazmur 23:6)

Pada akhirnya, motivasi yang benar dalam pemuridan adalah

  1. Hanyalah untuk Tuhan (Kolose 3:23)
  2. Untuk kemuliaan Tuhan (Yohanes 3:30)
  3. Pengabdian kepada Tuhan (Lukas 17:10)

Soli deo Gloria
Jangan lupa dijaga kandungannya ya, dek 🙂

 

Asam Manis Kelompok Kecil

Sesi 2 Vision Camp 2016 – oleh Bang Ferdi Toding Bunga
Tema: Dinamika Kelompok Kecil
Judul: Asam Manis Kelompok Kecil
Kisah Para Rasul 2 : 41-47

Bersyukur kalau saya masih diberikan kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan di Vision Camp (VC) 2016 ini. Banyak hal yang saya dapatkan, terlebih kembali diingatkan (refresh: penyegaran) tentang menjalani peran sebagai Pemimpin Kelompok Kecil. Saya juga bersyukur kalau tahun ini kembali dipercayakan untuk memimpin adik-adik di PMK Telkom Economy and Business School (PMK TEBS). Dan apa yang saya dapatkan selama VC sangat membantu saya untuk kembali mengkoreksi diri.

Malam itu, Bang Ferdi memulai khotbahnya dengan satu pertanyaan penting:

“Apa itu Kelompok Kecil?”
“Kelompok Kecil adalah Persahabatan

Di dalam kelompok kecil, ada:
• Pray
• Friends
• Grow
• Learn

“Bersyukurlah kalau di dalam hidupmu, kau punya kesempatan untuk berada di dalam sebuah kelompok kecil. Karena kelompok kecil itu adalah sebuah ANUGERAH.” ~Bang Ferdi Toding Bunga

Tiga hal penting bagi PKK untuk menjaga dinamika KK
1. Mengerti unsur-unsur apa saja yang perlu ada dalam proses pemuridan
SUNGGUH-SUNGGUH pelajari waktu persiapan! Walaupun sudah pernah ngebahas MHB, karena kita akan menemukan kebenaran baru setiap kali mempelajari Alkitab.

EMPAT UNSUR
• Pengajaran (ayat 42) – yang SEHAT!
• Penyembahan (ayat 46-47a)
• Persekutuan (ayat 42)
• Pelayanan Misi (ayat 47) “tiap-tiap hari TUHAN menambahkan jumlah mereka”
Pertumbuhan di dalam KK, bukan karena kehebatan kita, tapi karena Tuhan

Keempat unsur sebisa mungkin dijalani dengan SEIMBANG. Terkadang ada kelompok kecil yang tidak bertumbuh karena tidak bisa menyeimbangkan keempat unsur tersebut.

Kelompok Kecil != Kelompok PA (hanya mempelajari Pendalaman Alkitab)
Tapi Kelompok PA ada di dalam Kelompok Kecil

2. Mengerti tahap-tahap dalam proses pemuridan

EMPAT TAHAP
• Tahap Eksplorasi
PKK dituntut untuk memiliki inisiatif ekstra tinggi
Tahap di mana hati harus dibuka lebar-lebar, karena ga mudah untuk memperjuangakn sebuah kelompok. Tahap yang kritis.

• Tahap Transisi
Tahap di mana mulai terjadi gesekan dan merupakan tahap kritis di mana anggota memutuskan untuk tetap bergabung atau berhenti dari kelompok. Dan jangan pernah berpikir kalau adik-adik kita akan lanjut. Dan jangan sedih kalau ada adik-adik kita yang berhenti di tengah jalan.

“Jangan pernah menganggap kelompok kecil itu sebagai program! Bahaya teman-teman! Kita harus memandang kelompok kecil sebagai kelompok orang-orang yang ingin menjadi murid Tuhan.”

• Tahap Aksi
Tahap di mana mulai bonding. Bicara sudah bisa dari hati ke hati. Bercanda sudah tidak tersingung. Tahap di mana kita sebagai PKK sudah mempersiapkan mereka sebagai Calon Pemimpin Kelompok Kecil selanjutnya.

• Tahap Akhir
Tahap di mana kita mulai berpisah dengan AKK kita. Dan relasi kelompok kecil perlu untuk dijaga.

NIKMATI setiap tahap yang harus dijalani dan JANGAN PERNAH dilompati.
Berusaha terus untuk membentuk kegiatan yang dinamis di dalam kelompok dan jangan pernah menyerah dengan keadaan dan situasi.

3. Mengerti peran sebagai pemimpin dalam proses pemuridan
Mengerti sebenarnya kita siapa dan apa yang sedang kita lakukan dalam kelompok kecil.

LIMA HAL YANG HARUS DIMENGERTI
• Mengerti bahwa kita adalah seorang hamba
Dipanggil Tuhan untuk menjadi hamba yang melayani Tuhan. Hamba sudah seharusnya merendahkan hati (dan merendahkan diri), bukan untuk mencari kehormatan dari AKK.

• Mengerti bahwa kita adalah seorang gembala
Menggiring AKK menjadi pengikut Tuhan.

• Mengerti bahwa kita adalah seorang pelayan
Menjadi seorang pemimpin kelompok kecil bukan hal yang main-main.

• Mengerti bahwa kita adalah seorang bapa
Ada kalanya kita harus menegur dan menasihati seperti seorang ayah kepada anaknya.

• Mengerti bahwa kita adalah seorang ibu
Dan ada kalanya kita menguatkan dan mendukung anak-anak kita, seperti seorang ibu.

Semoga bisa menguatkan kita yang akan mengambil komitmen sebagai Pemimpin Kelompok Kecil dan juga bisa kembali mengingatkan kita yang sudah dan sedang menjalani komitmen sebagai Pemimpin Kelompok Kecil.

“Memang tidak mudah, tapi tidak mustahil.”

Villa Pratista, 14 Mei 2016

Explore Bandung: Farm House Susu Lembang

Senin, 21 Desember 2015

Bandung rasa Eropa. Bisa kita temukan suasana Eropa di Farm House Susu Lembang. Explore Bandung kali ini dilakukan bersama Melia, Gita dan Haerdi. Farm House masih termasuk destinasi wisata baru di Bandung, jadi masih rame banget, kami parkir mobil di pinggir jalan raya dan langsung ditodong Rp.20.000,- sama warga yang mendadak menjelma jadi tukang parkir :’).

Menurutku, Farm House lebih cocok dijadikan destinasi wisata untuk keluarga kecil baru, yang masih punya anak-anak kecil gitu lah. Soalnya beberapa “wahana” yang ada di sana itu, kebanyakan untuk anak-anak. Seperti feeding pet salah satunya. Ya, karena rame banget, lagi-lagi kami di sana cuma foto-foto biar ada update-an di instagram, hahaha. Harga tiket masuknya Rp.20.000,- dan dapat free susu segar.

Untuk menambah pengalaman berada di Eropa, di Farm House juga ada kios yang menyewakan baju khas Eropa. Kami ga sewa, karena ga minat, hahaha. Asli rame banget pas ke sana. Mungkin karena kami anak-anak muda yang penasaran dengan tempat wisata kekinian, belum berkeluarga juga, jadi bingung mau ngapain ke sana. Tapi, tempat ini cocok banget untuk para ayah dan ibu yang memegang tagline “Sayang Anak, Sayang Anak”, hihihi.

This slideshow requires JavaScript.

Thank You, Lord

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

Eben-Haezer: Dan Samuel mengambil sebuah batu dan meletakkannya di antara Mizpa dan Shen, dan menyebut namanya Eben-Haezer, dengan berkata, “Sampai sekarang ini TUHAN telah menolong kita.” ~1 Samuel 7:12 (MILT)

Imanuel: “Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu akan dinamakan Imanuel.” (Imanuel adalah kata Ibrani yang berarti, “Allah ada bersama kita”.) ~Matius 1:27 (BIS)

Thank You, Lord. I just wanna Thank You, Lord.
Thank You for 26th of October 31.

Your Birthday Girl,

Adniw Irasnahitsirk

This slideshow requires JavaScript.