“Stop worrying and start living”

Arti kata khawatir menurut KBBI online adalah khawatir / kha·wa·tir/ takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Sedangkan menurut Google Translate, kata khawatir diterjemahkan dalam kata worry : a state of anxiety and uncertainty over actual or potential problems.

Beberapa bulan belakangan aku kembali diingatkan (Tuhan mengingatkan aku melalui orang-orang, buku, khotbah, sharing teman-teman, yang Dia pakai sebagai alat) untuk memberikan persembahan persepuluhan ke gereja. Dan setelah beberapa bulan diingatkan, bahkan terus diingatkan, aku masih gagal untuk mendisiplinkan diri tidak bergantung pada materi, tapi bergantung pada Sang Pemilik Kehidupan.

Tapi, Hari Minggu kemarin (17 September 2017) aku mencoba belajar disiplin dan taat, walaupun sebenarnya persembahan yang aku bawa ke gereja belum benar-benar sepersepuluh dari “pendapatanku”. Tapi, jumlahnya cukup “bikin mikir” anak kosan di tengah bulanlah, hahaha. Intinya bukan seberapa besarnya persembahan, di sini aku mau belajar memberi dengan kerelaan hati, taat, disiplin dan tidak khawatir.

“Bawalah sepersepuluhanmu seluruhnya ke Rumah-Ku supaya ada makanan berlimpah di sana. Ujilah Aku, maka kamu akan melihat bahwa Aku membuka pintu-pintu surga dan melimpahi kamu dengan segala yang baik.” – Maleakhi 3 : 10 (BIS)

Jikalau umat itu akan bertobat, kembali kepada Allah, dan sebagai tanda pertobatan, mulai mendukung pekerjaan Allah dan hamba-hamba-Nya dengan persepuluhan dan persembahan mereka, Allah akan memberkati mereka dengan kelimpahan. Allah mengharapkan umat-Nya menunjukkan kasih dan pengabdian mereka kepada-Nya dan pekerjaan-Nya dengan memberikan persepuluhan dan persembahan untuk memperluas kerajaan-Nya.
(lihat art. PERSEPULUHAN DAN PERSEMBAHAN). Berkat-berkat yang menyertai kesetiaan dalam memberi dari uang kita akan dinikmati saat ini dan juga dalam kehidupan di akhirat.

“Beriman dan Berotak.” – Lupa Siapa yang Pernah Bilang

Ya, selain belajar beriman bahwa semuanya bukan bersumber dari materi, tapi beriman kepada Sang Pemilik Kehidupan, aku juga harus berotak, hahaha. Maksudnya, dengan uang bulanan yang sudah terpotong persembahan khusus itu, aku harus hemat. Tapi, percaya atau tidak, pemeliharaan Tuhan itu nyata! Dia bisa pakai siapa saja yang Dia mau, entah orang terdekat seperti keluarga atau bahkan orang lain yang ga terlalu dekat atau bahkan ga pernah terpikirkan Tuhan pakai mereka untuk “memelihara”.

  1. Sabun mandi, pasta gigi di kosan sudah habis. Waktu itu belanja sama Rico, setelah pulang beli kado untuk Egia (pacarnya, cie…wkwk). Sampai di kasir, tak disangka, tak dinyana pemeliharaan Tuhan itu nyata! Rico menolak untuk kukasih uang yang seharusnya kubayarkan atas sabun mandi, pasta gigi dan tissue basah yang aku beli. Alasannya “Ya udah, ga usah, kan elu udah nemeinin beli kado.”
  2. Si Egia udah 2x ngajak main. Yang pertama mendadak banget, aku ga bisa. Sampe akhirnya dia ngajak untuk kedua kalinya. Awalnya mikir sih, duit udah nipis, tapi ya ga enak udah ngajak 2x masa ga dipenuhin. Keinget aja kata-kata bokap “Bikin orang lain seneng juga kan pahala”, hahaha. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Sekali lagi, tak disangka, tak dinyana pemeliharaan Tuhan itu nyata! Malam itu kami makan dan Egia mentraktirku, karena beberapa hari yang lalu dia ulang tahun.
  3. Tetiba nyokap minta dibeliin laser pointer untuk presentasi hasil penataran. Beliau kirim uang “lebih”, lebih ya bukan berlebih, hehe. Jumlahnya sesuai dengan kebutuhan harga laser pointer, tapi ada lebihannya sedikit, yang seenggaknya bisa nopang hidupku menuju akhir bulan, hahaha.

See? Pemeliharaan Tuhan itu nyata! Apa yang harus aku khawatirkan? Do your best and let God do the rest. Kalau tiap-tiap hari aja Tuhan sanggup memelihara, kenapa harus khawatir akan hari esok, yang mana Tuhan sudah lebih dulu ada di sana? Semoga sharingku ini berkah ya 😀 hehe.

“Stop worrying and start living.” – Dale Carnegie

Advertisements

2 thoughts on ““Stop worrying and start living”

  1. Tuhan akan mencukupkan, burung di udara di bri makan, bunga bakung di pelihara. Apalagi kita. 😀
    Terimakasih buat tulisannya.. sangat menguatkan. Sesuai pergumulan saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s