Pain is Temporary, Lesson is Forever

Satu hari ini, aku kembali diingatkan bahwa “..tertindas itu baik bagiku..

Ibadah Minggu, 26 Oktober 2014

Aku ibadah di GKI Maulana Yusuf jam 10.00, pelayan Firman yang melayani adalah Pdt. Esther S. Hermanus. Tema ibadah Minggu kali ini adalah “Janji Yang Digenapi” dan yang menjadi ayat Alkitab sebagai nats pembimbing diambil dari Ulangan 7:9 “Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,”

Tuhan mempercayakan Musa hidup di dunia selama 120 tahun dan Musa banyak mengalami pembentukan dari Tuhan.

  • 40 tahun pertama: Belajar Menjadi Pemimpin
    Musa hidup dalam lingkungkan kerajaan Mesir, kehidupan yang nyaman, pendidikan yang baik, belajar kepemimpinan yang baik. Tapi di dalam kenyamanan fasilitas kehidupan yang dia terima, Musa merasa bahwa “I’m Something”.
  • 40 tahun kedua: Belajar Menjadi Pelayan
    Musa hidup sebagai pelarian di tanah Midian, dia belajar menjadi pelayan melalui perannya sebagai gembala bagi domba-domba mertuanya. Pembentukan di Tanah Midian membuat Musa yang awalnya merasa “I’m Something”, akhirnya sadar dan berubah menjadi “I’m Nothing”.
  • 40 tahun ketiga: Belajar Menjadi Hamba
    Musa hidup sebagai hamba Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Dalam pembentukan untuk menjadi hamba Tuhan, Musa yang sudah pasrah sempurna bahwa dia merasa “I’m Nothing”, akhirnya dia menyadari bahwa “God’s Everything”.

120 tahun pembentukan karakter dan persiapan menjadi seorang pemimpin, pelayan dan juga hamba Tuhan, bukanlah tahun-tahun yang sebentar dan dengan mudah untuk dilalui. Namun, di akhir hidupnya, Tuhan berkata di dalam Ulangan 34:4 Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.”

Kalau aku yang jadi Musa, mungkin aku akan bilang “Tuhan, 120 tahun itu ga sebentar lho..aku udah mati-matian taat dan setia ikut pembentukan Tuhan, tapi ga bisa masuk Tanah Perjanjian? Apa-apaan nih Tuhan? Tuhan tau ga, sakitnya tuh di sini, Tuhan (elus dada).”

Tapi, ternyata respon Musa tidak seperti kemungkinan respon yang akan aku berikan kepada Tuhan. Bagi Musa, hanya dengan melihat saja, dia yakin dan percaya bahwa Tuhan bukanlah Tuhan yang ingkar janji. Walaupun dia tidak dapat ikut masuk ke Tanah Perjanjian, hanya dengan melihatnya dari atas Gunung Nebo, itu sudah menjadi sebuah anugerah bagi Musa. Kenapa Musa punya respon yang seperti ini? Karena Musa punya kehidupan spiritualitas yang baik dan dekat dengan Tuhan.

Setiap masalah, gesekan, sakit hati atau apapun itu, yang (masih) Tuhan percayakan hadir melalui hubungan kita dengan sesama, jadikan itu sebagai alat untuk membentuk karakter kita menjadi lebih baik.

Diklat (Calon) Pengurus PMK TES 2014/2015

Malam harinya, aku ikut diklat (calon) pengurus PMK Telkom Engineering School periode 2014/2015. Tema diklat 1 adalah “Visi, Misi, Perilaku Organisasi dan Prioritas”. Namun, aku hanya akan menceritakan tentang Visi dan Misi PMK TES yang disharingkan oleh rekan sepelayananku di PMK IT Telkom (dulu), yaitu Ady Aprilita Ginting, ST.

Visi PMK Telkom Enginnering School
Menghasilkan alumni-alumni yang dewasa sebagai murid kristus dan senantiasa berpegang pada kebenaran firman Tuhan serta siap menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat dan negara.

  • Menghasilkan alumni-alumni…
    semua anggota PMK (akan) menjadi alumni, berarti tidak ada jemaat abadi.
  • …senantiasa berpegang pada kebenaran Firman Tuhan…
    hidup sesuai dengan Firman Tuhan, tidak diuji pada saat menjadi mahasiswa, tapi saat menjadi alumni.
    Pembentukan yang terjadi di PMK bukan hanya bermanfaat saat masih berada di PMK, tapi juga untuk kehidupan ke depan. Makanya, nikmatilah proses itu.
  • …siap menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat dan negara.
    alumni PMK (diharapkan) dapat memberi dampak di luar PMK, mulai dari lingkungan terkecil dan dapat menjadi berkat di manapun dia berada.

Misi PMK Telkom Engineering School
Membina mahasiswa melalui kelompok kecil (KK).
Kenapa harus KK? Karena:

  • Teladan Tuhan Yesus
  • Penjangkauan dan pembinaan anggota yang lebih personal

Kembali ke Visi PMK TES, penjangkauan dan pembinaan serta proses untuk membangun karakter seseorang untuk menjadi murid Kristus, tidak cukup hanya melalui persekutuan besar (PD Kamis, Jumatan dan PD Pagi). Untuk lebih mengenal seseorang dibutuhkan penjangkauan dan pembinaan secara personal, yaitu melalui Kelompok Kecil. Membangun karakter murid Kristus tidak cukup hanya melalui ibadah persekutuan besar yang dilakukan seminggu sekali atau dua kali. Di dalam KK tidak hanya ada sharing Firman, tapi juga ada sharing hidup. Itulah kenapa pentingnya KK, bahkan dianggap sebagai tulang punggung PMK.

Pembentukan karakter murid Kristus juga bukanlah sesuatu hal yang mudah, tapi juga tidak mustahil. Pembentukan adalah salah satu hal yang menyakitkan, tapi hasil akhir yang akan didapatkan adalah sesuatu yang membuat kita menjadi lebih baik. Karena “Pain is Temporary, Lesson is Forever“.

quote362_large

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s