Sehari Tanpa Internet: Mati Gaya

mati gaya

´Apa yang terjadi kalau sehari saja kita tidak mendapatkan koneksi Internet?´
Kalau ditanya dengan pertanyaan seperti itu, saya akan menjawab: “Mati Gaya”.

Menurut saya, mati gaya adalah sebuah kondisi di mana saya mengalami kebingungan karena tidak tahu hendak melakukan apa. Kondisi seperti itulah yang saya alami ketika tidak terhubung dengan internet sehari saja. Jangankan sehari, beberapa jam saja saya tidak terhubung dengan internet, saya bisa mati gaya.

Melalui internet saya bisa mendapatkan banyak sekali informasi yang dewasa ini semakin mudah dijangkau melalui koneksi internet.

Sebagai Mahasiswi
Saya adalah mahasiswi Teknik Informatika, sehari tanpa internet rasanya seperti “lost in the world“. Melalui internet, saya bisa mengetahui informasi tentang dunia kampus, salah satu contohnya: informasi tentang apakah hari ini dosen matakuliah yang saya ikuti mengajar atau tidak. Sangat mengecewakan ketika saya tidak mengetahui bahwa hari itu dosen tidak mengajar dan ada tugas yang harus dikumpulkan pada hari itu juga, hanya karena saya tidak terhubung dengan internet, padahal informasi tersebut sudah diinformasikan di grup kelas akun Facebook.

Selain tentang informasi tersebut, informasi lain yang juga memanfaatkan internet adalah pembagian materi kuliah ataupun informasi tugas melalui blog pribadi masing-masing dosen. Dapatkah Anda bayangkan jika sehari saja saya tidak terhubung dengan internet? Saya akan kehilangan poin tugas saya, yang mana poin tersebut akan sangat berpengaruh pada total nilai akhir saya pada matakuliah tersebut.

Ada juga informasi tentang pelatihan ataupun seminar teknologi yang diinformasikan melalui grup Fakultas akun Facebook. Di kampus saya, sering sekali diadakan pelatihan atau seminar teknologi yang menghadirkan para narasumber handal. Sangat disayangkan apabila saya tidak mengetahui informasi lengkap tentang pelatihan atau seminar teknologi tersebut, padahal melalui acara tersebut pengetahuan saya tentang teknologi bisa bertambah luas.

Sebagai Penikmat Hiburan
Salah satu hiburan murah-meriah yang bisa menghibur saya dan mengusir kepenatan saya adalah streaming televisi atau menonton video di Youtube. Hanya bermodalkan sebuah laptop/PC, koneksi internet dan arus listrik saya sudah bisa mendapatkan hiburan-hiburan tersebut. Saya paling suka menonton acara komedi dan acara musik. Dengan menikmati acara komedi dan acara musik, secara tidak sadar tubuh saya memproduksi hormon endorfin yang membuat saya menjadi lebih relax, saya bisa tertawa lepas, saya bisa bersantai menikmati musik.

Saya akan merasa sangat bosan jika saat berada di kosan, tapi laptop tidak terhubung dengan koneksi internet. Saya akan mati gaya. Hiburan lain apa yang mau saya cari? Baca buku? Saya bukan orang yang senang membaca buku. Saya membutuhkan mood lebih besar untuk bisa penasaran pada buku yang akan saya baca. Kalau sudah begini, biasanya saya lebih memilih untuk tidur atau mencari hiburan melalui video, film atau lagu yang tersimpan di dalam harddisk saya.

Sebagai Anggota Organisasi
Selain sebagai mahasiswi, saya juga terlibat aktif dalam organisasi. Kenapa? Supaya softskill saya terasah. Kebanyakan Sarjana Teknik Informatika, ketika masuk ke dunia kerja, mereka kurang bisa berinteraksi dengan rekan kerjanya, kurang bisa bekerja sama, karena bisa jadi semua orang dianggap sebagai “mesin”. Karenanya saya butuh organisasi yang menjadi tempat saya untuk belajar mengembangkan interaksi dengan orang lain, bagaimana mengenal karakter banyak orang, bagaimana belajar mengungkapkan pendapat dan juga belajar bagaimana berbicara di depan umum.

Organisasi yang saya ikutin bukanlah sekedar organisasi. Organisasi ini sering kali mengadakan acara yang harus menghadirkan narasumber. Satu kali, saya sedang “far away from keyboard” (maksudnya sedang tidak berdekatan dengan laptop) dan secara langsung “lost connection” (tidak terhubung dengan internet) juga. Saat itu, salah seorang teman saya meminta bantuan untuk mengirimkan detail acara kepada narasumber yang dihubungi, karena sang narasumber meminta informasi tersebut untuk dikirimkan melalui e-mail beliau.

Saya “kebakaran jenggot”. Saya “mati gaya”. Berhubung handphone saya bukan smartphone, sangat sulit bagi saya untuk mengirimkan detail acara melalui handphone, terlebih data tersebut saya simpan di dalam laptop saya yang pada hari itu tidak saya bawa. Saya gelisah, tidak tenang, padahal saat itu saya sedang ada acara keluarga. Saya mencoba menghubungi teman yang lain, yang setidaknya menyimpan data tentang detail acara yang akan diadakan dan masih bisa terhubung dengan interntet. Syukurlah, dia memberikan respon positif. Akhirnya informasi detail acara untuk sang narasumber dapat dikirimkan dengan damai ke e-mail beliau.

Sebagai Anggota Keluarga
Jika sehari tidak terhubung dengan internet, ini yang paling menyeramkan dalam hidup saya, yaitu sebagai anggota keluarga. Saya beserta sepupu-sepupu yang lain tergabung dalam grup Whatsapp. Tak jarang, para sepupuku menginformasikan tentang kondisi keluarga besar melalui grup tersebut. Sehari saja tanpa internet, saya akan terlambat mendapatkan informasi kapan ada kumpul keluarga, kapan deadline pengumpulan sokongan dana untuk salah seorang sepupu yang sedang sakit parah, dan yang lebih menyedihkan adalah saya terlambat mendapatkan informasi tentang kabar duka, kabar kepergian dari salah seorang anggota keluarga besar.😥

Lain lagi certia di dalam keluarga inti saya. Keluarga inti saya belum semuanya menjadi pengguna internet. Kakak laki-laki saya sudah tidak BuNet (Buta Internet). Ayah saya, baru saja keluar dari bayang-bayang BuNet. Beliau memang mengerti bagaimana menggunakan komputer, tapi untuk menggunakan internet baru akhir-akhir ini beliau semakin lancar berselancar di dunia maya. Bahkan, sering kali beliau sudah lebih tahu banyak tentang informasi dalam hal apapun, dibandingan dengan saya yang notabene sebagai mahasiswi Informatika. Tidak jarang saya lebih KuDet (Kurang Update) dari ayah saya, hahaha. Hanya ibu saya yang masih mengalami BuNet. Bisa jadi ini menjadi bagian saya untuk memberantas BuNet, setidaknya dalam keluarga saya.

Mari berantas BuNet mulai dari keluarga sendiri. Dan mulai dari sekarang!🙂

Info lebih lanjut: http://telkomsel.com/genggam-internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s