14 Februari 2014

Mendadak kepengen nulis karena barusan baca tweet seorang adik yang sedang melanjutkan studi di Universitas Brawijaya, Malang.

dirthon

14 Februari, bisa memberi kesan yang berbeda bagi setiap orang. Ada yang mengenal dan merayakannya sebagai hari Kasih Sayang, ada juga yang menganggapnya sebagai hari yang biasa saja karena menurutnya kasih sayang tidak harus dirayakan di setiap tanggal 14 Februari. Tapi, ada yang berbeda dengan 14 Februari 2014. Malam sebelum hari yang sering disebut sebagai hari Kasih Sayang ini terjadi erupsi di Gunung Kelud. Dan pasti tanggal 14 Februari 2014 ini memberikan kesan yang lain bagi saudara-saudara kita yang ada di sekitar Gunung Kelud sana. Hujan abu di mana-mana, bahkan abu vulkanik hasil erupsi Gunung Kelud semalam terbawa angin sampai ke daerah kosanku, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung. Tadi siang, sekitar jam 13.00 aku merasakan hal yang berbeda, memang daerah Dayeuh Kolot ini berdebu, tapi ini kayanya bukan debu biasa. Debu-debu intan bertebaran di sekitar daerah kampus dan kosanku. Sepertinya ini abu vulkanik dari Gunung Kelud, pikirku. Dan ternyata benar.

Baiklah, kembali ke kicauan yang mendadak menginspirasikan diriku untuk menuliskan ini. “Tuhan pastikan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya, bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa.” itu adalah cuplikan lirik lagu dari band D’Massiv yang berjudul “Jangan Menyerah”.

Apa hubungannya 14 Februari, hari Kasih Sayang – Erupsi Gunung Kelud – Jangan Menyerah D’Massiv – dan tulisan ini? Yup! Mendadak aku kepikiran dan merenung. Tetiba keinget ada seseorang yang pernah menyampaikan bahwa kenapa ada satu hari yang “dikhususkan” sebagai hari untuk menyatakan kasih kepada sesama? Karena Tuhan sudah lebih dulu mengasihi kita, dengan kasih Agape – kasih tanpa syarat. Dan Tuhan kasih satu hari khusus untuk membagi kasih yang sudah kita terima dari Tuhan dan bisa dinyatakan dengan kasih Eros – kasih antara lawan jenis atau kasih Filia – kasih kepada saudara atau sahabat dan mungkin juga kasih Storge – kasih kepada keluarga.

“Satu hari khusus”, masih ada Tiga Ratus Enam Puluh Empat hari lagi. Setiap hari Tuhan mengasihi kita dengan kasih Agape.

Pertanyaannya: sudahkah kita mengasihi Tuhan dan sesama dengan kasih Agape? 

14 Februari 2014, membuat aku merenung. Hari yang (mungkin) seharusnya menjadi hari yang penuh sukacita karena merayakan hari Kasih Sayang (*bagi yang merayakannya), tapi justru menjadi hari yang kelabu, seperti faktanya, beberapa daerah di Pulau Jawa berubah menjadi warna abu-abu karena dihujani abu vulkanik dampak dari meletusnya Gunung Kelud.

14 Februari 2014, membuat aku merenung. Selama tiga ratus enam puluh empat hari Tuhan mintaku belajar untuk menghidupi dan membagikan kasih Agape yang sudah Tuhan berikan kepadaku, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Tapi kenapa di hari ini, justru menjadi hari yang kelabu? Jangan-jangan selama ini aku “kebalik”, selama tiga ratus enam puluh empat hari aku hanya mengasihi sesama dengan kasih (selain) Agape, dan hanya satu hari aku mengasihi Tuhan dengan kasih (selain) Agape juga?

14 Februari 2014, membuat aku merenung. Dari awal tahun 2014, Indonesia sudah dirundung bencana. Pertanyaannya sama: Jangan-jangan selama ini kita “kebalik”, selama tiga ratus enam puluh empat hari kita hanya mengasihi sesama (dan lupa mengasihi Tuhan – yang seharusnya lebih dari apapun) dengan kasih (selain) Agape, dan hanya satu hari kita mengasihi Tuhan dengan kasih (selain) Agape juga?

Kita pasti pernah dapat cobaan yang berat seakan hidup ini tak ada artinya lagi. Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya kepada hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa.

Yup! Cobaan yang berat pasti dirasakan oleh saudara-saudara kita yang merasakan langsung dampak dari bencana alam yang terjadi di Indonesia: Erupsi Gunung Sinabung, Erupsi Gunung Kelud, Banjir Jakarta, Banjir Manado, dll. Seperti lirik lagu di atas, saudaraku. Mari Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya kepada hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa.

aih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s