Ikan Teri dan Papa-Mamanya

Tepat satu bulan yang lalu KKRJB X – 2013 berakhir. Kamu tahu apa itu KKRJB? KKRJB adalah singkatan dari Kamp Kepemimpinan Regional Jawa Barat, salah satu kegiatan kamp yang diadakan oleh Perkantas (Persekutuan Kristen Antar Universitas) Jawa Barat, di mana kamp ini bertujuan untuk memperlengkapi para calon pengurus dan pengurus PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) di kampus-kampus seregional Jawa Barat, khususnya di Bandung dan Jatinangor. Dan di tahun 2013 ini merupakan penyelenggaraan KKRJB yang kesepuluh.

Saat ini, aku tidak akan membagikan semua hal tentang KKRJB X, aku hanya akan membagikan satu bagian dari rangkaian acara KKRJB X, yaitu Eksposisi. Pembicara utama tahun ini sama dengan pembicara utama KKRJB IX – 2011, 2 tahun yang lalu. Kamu tahu siapa? Ya! Kak Alexander Agust Elias Nanlohy, yang lebih sering dikenal dengan nama Alex Nanlohy. Dalam khotbah eksposisinya pagi itu, kak Alex membagikan tentang providensia Allah dalam kehidupan kita.

Providensia Allah

Kesadaran akan keberadaan dan sifat Allah, yang menopang seluruh alam semesta membawa kita kepada Providensia Allah. (Latin : Providere => pro=sebelum, videre=melihat, to foresee). Seringkali disebut sebagai Doktrin Pemeliharaan Allah.

Providensia Allah dapat dibedakan dalam 2 aspek (seperti koin punya 2 sisi) :

ALLAH MEMELIHARA
Pekerjaan Allah ini bersifat mencegah ciptaanNya dari bahaya dan kehancuran serta menyediakan kebutuhan seluruh ciptaan (dalam upaya mempertahankan keberadaan ciptaan). Tiap ciptaan tidak self-sufficient (memenuhi kebutuhan sendiri dari dirinya). Hanya Allah yang Self Sufficient (cukup pada diriNya sendiri).

Respon : Maz 91:5,6,11; Matius 10:28

ALLAH MENGENDALIKAN
Pekerjaan Allah ini adalah mengendalikan semua kejadian menuju penggenapan rencanaNya. Allah bisa memakai hewan, alam, kejadian yang seolah-olah kebetulan, dll (Mis. Kej 50:20; Yunus 1:4, 17; 2:10; 4:6,7,8)

Respon : Ibr 11:19 (Percaya kepada Tuhan, Taat dan Berserah/Taat Mutlak)

Secara ringkas dapat dikatakan,
Providensia adalah tindak lanjut (follow up) yang dilakukan Allah setelah penciptaan, dalam hal memelihara dan mengarahkan ciptaanNya pada tujuan akhir (final).

Kak Alex mengajak kami semua bersyukur atas pemeliharaan Allah dalam kehidupan kami. Apa yang bisa kami rasakan saat ini tidak lepas dari pemeliharaan Allah dalam hidup kami. Untuk lebih jelas merasakan pemeliharaan Allah dalam hidup, kak Alex mengambil contoh tentang bagaimana Allah memelihara kehidupan kita melalui makanan, lebih spesifik lagi melalui kehadiran ikan teri yang ada di piring kita ketika kita memakannya.

anchovy

Ikan teri yang hidup di laut lepas, tidak hidup begitu saja. Ada papa-mamanya yang Allah pelihara dan menjadikan mereka sebagai alat untuk menghadirkan ikan teri ke dalam dunia ini. Papa-mamanya ikan teri juga punya papa-mama yang Allah pelihara, begitu seterusnya.

Untuk menangkap ikan teri, aku yakin di antara kita yang sebelum memakannya, sanggup menangkap ikan teri sendiri. Kita butuh orang lain. Siapa? Ya! Nelayan. Kita butuh jasa nelayan untuk menangkap ikan teri dari laut. Sama seperti Allah memelihara ikan teri dan papa-mamanya, Allah yang sama juga memelihara kehidupan nelayan dan papa-mamanya. Sehingga, sang nelayan bisa hadir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi seorang nelayan. Allah juga memelihara papa dan mama dari papa-mamanya sang nelayan, begitu seterusnya.

Untuk menangkap ikan teri,

mungkinkah sang nelayan menangkapnya dengan tangan kosong?
Dia membutuhkan jala untuk menangkap ikan teri. Sama seperti kita yang membutuhkan orang lain, sang nelayan juga membutuhkan orang lain. Siapa? Pembuat Jala. Sama seperti Allah memelihara ikan teri dan papa-mamanya, sang nelayan dan papa-mamanya, Allah yang sama juga memelihara kehidupan pembuat jala dan papa-mamanya. Sehingga, sang pembuat jala bisa hadir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi seorang pembuat jala. Allah juga memelihara papa dan mama dari papa-mamanya sang pembuat jala, begitu seterusnya.

mungkinkah sang nelayan berenang dari pinggir pantai sampai ke tengah laut?
Dia membutuhkan perahu untuk mengantarnya sampai ke tengah laut.  Sama seperti sang nelayan membutuhkan sang pembuat jala, dia juga membutuhkan Pembuat Perahu. Sama seperti Allah memelihara ikan teri dan papa-mamanya, sang nelayan dan papa-mamanya, sang pembuat jala dan papa-mamanya, Allah yang sama juga memelihara kehidupan pembuat perahu dan papa-mamanya. Sehingga, sang pembuat perahu bisa hadir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi seorang pembuat perahu. Allah juga memelihara papa dan mama dari papa-mamanya sang pembuat perahu, begitu seterusnya.

Sesampainya di pantai, sepulang dari melaut dan menangkap ikan teri, dalam kelelahannya, mungkinkah sang nelayan mendistribusikan dan menjual hasil tangkapannya seorang diri? Sama seperti sang nelayan membutuhkan sang pembuat jala dan sang pembuat perahu, dia juga membutuhkan Distributor Ikan atau Pedagang Ikan di pasar. Sama seperti Allah memelihara ikan teri dan papa-mamanya, sang nelayan dan papa-mamanya, sang pembuat jala dan papa-mamanya, sang pembuat perahu dan papa-mamanya, Allah yang sama juga memelihara kehidupan sang distributor/pedagang ikan dan papa-mamanya. Sehingga, sang distributor/pedagang ikan bisa hadir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi seorang distributor/pedagang ikan. Allah juga memelihara papa dan mama dari papa-mamanya sang distributor/pedagang ikan, begitu seterusnya.

Singkat cerita, kita membutuhkan banyak orang untuk bisa menikmati sepiring ikan teri.

Kita membutuhkan sang Pembuat Kendaraan yang mana kendaraannya digunakan sang nelayan dan sang distributor/pedagang ikan untuk mengantar sang ikan teri ke pasar. Dan Allah yang sama juga memelihara sang pembuat kendaraan dan papa-mamanya.

Kita membutuhkan Mama/Bibi yang membantu mama di rumah untuk membeli ikan teri di pasar. Dan Allah yang sama juga memelihara mama/bibi dan papa-mamanya.

Kita membutuhkan Pengolah dan Penjual Minyak Goreng untuk menggoreng ikan teri. Dan Allah yang sama juga memelihara mereka dan papa-mamanya.

Kita membutuhkan Pembuat dan Penjual Penggorengan untuk menggoreng ikan teri. Dan Allah yang sama juga memelihara mereka dan papa-mamanya.

Kita membutuhkan Pembuat dan Penjual Kompor untuk menggoreng ikan teri. Dan Allah yang sama juga memelihara mereka dan papa-mamanya.

Kita membutuhkan Pembuat dan Penjual Piring untuk mennyajikan ikan teri. Dan Allah yang sama juga memelihara mereka dan papa-mamanya.

Akhirnya, sampailah sepiring ikan teri goreng di hadapan kita. Bisa kamu bayangkan, itu hanya sepiring ikan teri goreng, belum disajikan bersama sepiring nasi putih yang hangat.

Goreng_ikan_teri

Kamu lihat bagaimana Allah memelihara hidup kita melalui makanan, melalui sepiring ikan teri, melalui proses “menikmati” ikan teri mulai dari lautan lepas sampai ke piring di hadapan kita? Ingat! Allah memelihara kita  dan papa-mama kita, Allah memelihara mereka dan papa-mamanya. Allah ada dan bekerja di balik semua proses itu.

Bersyukurlah untuk sepiring ikan teri goreng yang masih bisa kita nikmati.
Bersyukurlah untuk setiap hal yang Allah telah dan akan sediakan dalam kehidupan kita.
Bersyukurlah untuk setiap pemeliharaan yang Allah lakukan dalam kehidupan kita.

Semoga Memberkati🙂

tema

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s