Amsal 27 Ayat 17 (bagian 2)

[repost] Bagiku, Kamu Adalah Sahabatku

Manna Sorgawi, 16 Juli 2013
Amsal 25:21-22

Persahabatan Karen dan Debora sudah terjalin sejak mereka masih kecil. Kedua gadis ini menyukai seorang pemuda bernama Jimmy. Karen akhirnya memilih mundur, karena ia tahu Debora sangat mencintai pemuda itu. Singkat cerita, Debora dan Jimmy berpacaran. Namun, perhatian Jimmy kepada Karen membuat Debora cemburu. Akibat rasa cemburu, ia memfitnah sahabatnya itu karena takut kehilangan Jimmy. Karen berusaha untuk memberi penjelasan tetapi Debora yang sudah terbakar api cemburu malah mencaci maki dia. Persahabatan yang sejak kecil terjalin di antara mereka kini telah hancur. Tidak ada lagi senyum ramah Debora terhadap Karen. Walau demikian, Karen tetap bersikap baik terhadap Debora. Sindiran kasar yang dilontakan kepadanya hanya dibalas dengan senyuman.

Waktu terus berlalu dan tinggal sehari lagi acara pernikahan Debora dan Jimmy diadakan. Tiba-tiba sesuatu terjadi di luar dugaan. Cincin pernikahan mereka hilang. Uang mereka telah habis untuk biaya pernikahan itu. Debora hanya bisa menangis kebingungan. Uang yang terkumpul juga tidak cukup untuk membeli cincin. Hingga esok harinya mereka belum dapat membeli cincin baru. Kurang satu jam sebelum acara dimulai, Karen datang. “Jangan-jangan ini memang kerjaan dia yang ingin membatalkan pernikahan saya, dan menyewa orang untuk mencuri cincin itu untuk mempermalukan saya di hari pernikahan ini,” pikir Debora. Karen menghampirinya tanpa peduli pada tatapan tajam Debora, ia mengeluarkan sebuah kotak cincin dari tasnya dan memberikannya kepada sahabatnya itu. “Maaf kalau aku terlambat tetapi hanya ini yang bisa kulakukan untuk kalian berdua,” kata Karen. Debora terdiam seribu bahasa. Ia tidak menyangka bahwa Karen yang akan membantunya dalam keadaan seperti ini. “Kenapa kamu melakukan ini?”, tanya Debora. “Aku juga sangat membencimu. Setiap kata-kata kasar dan sindirian yang kamu tujukan kepadaku membuat hatiku terluka. Tetapi aku tahu, kamu membenciku karena kamu menutup mata dan telinga dari kebenaran. Aku sangat mengerti itu, makanya aku tidak membalas sekalipun kamu menyindirku dan mempermalukan aku di depan umum. Aku tetap menyayangimu. Karena bagiku, kamu adalah sahabatku,” kata Karen sambil tersenyum. Air mata Debora menetes dan ia langsung memeluk Karen serta meminta maaf atas semua sikapnya selama ini.

Jika setiap kejahatan dibalas dengan kejahatan, maka setiap manusia di dunia ini tidak akan mengalami kedamaian di dalam hidupnya. Orang yang masih merencanakan pembalasan kepada musuhnya bukanlah pengikut Kristus yang sejati. Sebagai orang yang sudah mengalami pembaruan di dalam Tuhan, kita diharapkan agar menjadi pendamai di tengah-tengah dunia yang jahat ini. Tuhan mengajarkan kepada kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, dengan demikian nama Yesus akan diagungkan.

DOA

Tuhan, Engkau adalah sahabatku yang terbaik. Engkau yang telah mengajarkan kepadaku arti sebuah persahabatan. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Kasih menutupi banyak kesalahan dan kerendahan hati memberi pengampunan.

Again, semakin sadar bahwa mengalami proses pembentukan dan penajaman karakter melalui sesama sungguh amat sangat menyakitkan, tapi satu hal yang pasti membawa kebaikan. ~NIW

“Komunikasi adalah pelarut dari semua masalah dan merupakan dasar untuk pengembangan pribadi.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s