#braindistortion [part 2]

Apakah Anda bertanya-tanya apa maksud dari #braindistortion atau #heartdistortion? Tidak? Itu lebih baik! hahaha. Tapi, Anda bertanya-tanya atau tidak, saya akan tetap memberikan penjelasan apa maksud dari semuanya ini.

Beberapa bulan ke belakang, saya mengalami “pembiasan otak” atau #braindistortion. Kondisi ini terjadi pada saat saya bergulat dengan pikiran saya sendiri dan akhirnya tidak sanggup menahannya, saya tuangkan ke dalam kalimat-kalimat dan diakhiri dengan #braindistortion. Begitu juga dengan #heartdistortion, tetapi yang berbeda adalah kondisi ini terjadi karena saya bergulat dengan kata hati saya sendiri, melihat kondisi yang terjadi di depan mata, tapi tidak sanggup untuk berbuat apa-apa, akhirnya terjadi “pembiasan hati” atau #heartdistortion.

“Pembiasan otak” kali ini, terjadi karena saya merenungkan kehidupan saya sebagai makhluk (yang terlalu) sosial beberapa bulan ke belakang. Bukan salah siapa-siapa. Menjadi makhluk sosial adalah panggilan setiap manusia, hanya saja porsi “yang terlalu” menjadi masalahnya. Segala hal “yang terlalu” memang tidak baik. Dalam hidup semua harus sesuai dengan porsinya, jangan kelebihan, jangan kekurangan. Seimbang! Ya, itu kuncinya.

Saya jenuh berada dalam kondisi sebagai makhluk (yang terlalu) sosial. Saya baru menyadarinya dalam 2 minggu ke belakang. Saya berteriak dalam kesunyian “where  is ‘I, my, me, mine, myself…’“? Dimana panggilan saya sebagai makhluk individu? Dimana kesempatan saya untuk bisa menikmati kehidupan hanya dengan diri saya sendiri (bersama sang Empunya Kehidupan tentunya). Hanya ada aku (dan Dia), tidak ada orang lain! Memang ada harga yang harus dibayar ketika kita mau mewujudkan kesejahteraan bersama. Kita perlu menanggalkan “jubah keegoisan” dan menggantinya dengan “jubah kesejahteraan bersama”. Dan ingat! Ada harga yang harus dibayar!

Semalam, saya sedang mencari lagu-lagu yang agak lawas dan menemukan lagu “Jurus Terjitu” yang dibawakan oleh gurp vokal “Tangga”. Saya menikmati musiknya yang cukup unik dan tidak biasa jika dibandingkan dengan grup vokal atau penyanyi biasanya, sambil menyimak liriknya. Dan….Pas! Lagu ini cukup menggambarkan “pembiasan otak” saya. Simak baik-baik liriknya!🙂

Jurus Terjitu – Tangga

Verse:
Tak tertahan lagi
Semakin tak terkendali
Kesalku pada cinta lugumu
Sejuta percaya ku berikan
Malah kau jadikan tantangan
Bagi sifatku yang bertabrakan
Dengan kesetiaan

Chorus:
Entah harus apa lagi
Harus gimana lagi
Melarikan diri darimu
Adakah jurus terjitu
Tuk yakinkanmu
Bahwa ku tak mau
Lagi bersamamu

Verse 2:
Ku coba buatmu terluka
Terluka sedalam dalamnya
Dan padamkan cintamu yang bergelora
Tapi semakin ku sakiti
Semakin kau coba berdiri
Dan halangi hasratku yang ingin
Melarikan diri

(Back to Chorus)

Bridge:
Semoga ku temukan jurus terjitu
Ataukah putuskan
Berhenti mencari dan nikmati cintamu

Rap:
Dirimu
Lugunya cintamu
Percaya saja padaku
Itulah katamu
Tak ada tantangan
Jangankan deg dengan
Buatku bosan
Sakitimu lagi dan dirimu berkali kali
Tetapi kau tetap disini
Sudah ku kalah
Aku kan menyerah

(Back to Chorus)

Perlu Anda ketahui, saya bukan sedang melarikan diri dari seseorang, bukan juga melarikan diri dari kamu #eh, tapi beberapa orang, hhmm..sekelompok orang lebih tepatnya. Sekelompok orang yang secara bergantian, perlahan namun pasti, mengejar dan menuntut saya. Hal ini membuat saya ingin melarikan diri (dari kenyataan). Dan saya bukan sedang mengalami kegalauan cinta. Ingat! Tulisan ini bertajuk #braindistortion, jadi ini bukan tentang hati, tapi tentang “pembiasan otak”😛.

Verse:
“Tak tertahan lagi semakin tak terkendali
Kesalku pada cinta lugumu

Sejuta percaya ku berikan malah kau jadikan tantangan
Bagi sifatku yang bertabrakan dengan kesetiaan”

Tak tertahan lagi semakin tak terkendali kesalku pada pengejaranmu dan tuntutanmu padaku.
Sejuta pengabdian yang kuberikan malah kau jadikan tantangan
bagi sifatku yang bertabrakan dengan kesetiaan (beberapa bulan ke belakang). #braindistortion

Chorus:
“Entah harus apa lagi harus gimana lagi
Melarikan diri darimu
Adakah jurus terjitu tuk yakinkanmu
Bahwa ku tak mau lagi bersamamu”

Akupun tak tahu, apa lagi yang harus kulakukan, harus bagaimana lagi
untuk “melarikan diri” sejenak dari kondisi ini.
Adakah jurus terjitu, jurus terampuh untuk meyakinkanmu bahwa ku tak mau lagi bersamamu.
Bahwa aku sedang ingin sendiri dan tidak diganggu oleh siapapun. #braindistortion

Verse 2:
“Ku coba buatmu terluka, terluka sedalam dalamnya
Dan padamkan cintamu yang bergelora
Tapi semakin ku sakiti semakin kau coba berdiri
Dan halangi hasratku yang ingin melarikan diri”

Akupun sudah mencoba untuk membuatmu terluka, bahkan terluka sedalam-dalamnya.
Dianggap sebagai pembangkangpun aku sudah tidak peduli.
Dan aku berharap apa yang kulakukan
itu sanggup memadamkan pengejaranmu dan tuntutanmu padaku.

Tetapi, semakin kusakiti kau semakin mencoba berdiri
dan tidak menyerah untuk mengejar dan menuntutku.

Dan itu semua (sempat) menghalangi hasratku yang ingin melarikan diri. #braindistortion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s