Jangan Tanya “Kenapa…?”

ilustrasi-orang-kaca-pembesar-tanda-tanya-250x205

jangan tanya “kenapa kok sikap dia ke gue berubah?”,
(disadari atau tidak) kalau kita “sudah berubah lebih dulu”

jangan tanya “kenapa kok ga pernah ikut ngumpul?”,
kalau kita “ga pernah ngajak ngumpul”

jangan tanya “kenapa kok dia ga pernah ngingetin?”,
kalau kita juga “ga pernah ngingetin dia”

jangan tanya “kenapa kok dia ga pernah ng-sms gue?”,
kalau kita juga “ga pernah ng-sms dia”

jangan tanya “kenapa kok rasanya kaya bertepuk sebelah tangan?”,
(disadari atau tidak) kalau kita pernah “mem-bertepuk sebelah tangan-kan orang lain”

Ah, sudahlah! Jangan tanya “kenapa?”,
karena “tidak akan ada asap kalau tidak ada api”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s