20.12.2012

Awal kisah: dua hari ke belakang, aku mengantarkan Rista “Wisata Rumah Sakit” (berkeliling ke beberapa rumah sakit) di Bandung dengan tujuan mengajukan surat permohonan penelitian Tugas Akhir tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Kemarin, kami berkeliling mulai dari Rumah Sakit Al-Ikhsan di Baleendah, Rumah Sakit Umum PINDAD di Gatot Subroto, Rumah Sakit Santo Yusuf di Cicadas dan Rumah Sakit Immanuel di Kopo. Perjalanan yang cukup membuat warna kulit di lengan menjadi belang tiga: telapak tangan, lengan bawah, dan lengan atas -_-” Tapi, semua pengorbanan itu tidak sebanding dengan penyertaan Tuhan yang luar biasa selama dalam perjalanan berangkat, mencari beberapa alamat rumah sakit, sampai pulang ke kosan masing-masing.

Kemarin, saat mengajukan surat permohonan ke Rumah Sakit Immanuel, Rista tidak membawa lampiran proposal tugas akhirnya, hal ini membuat kami harus kembali ke Rumah Sakit Immanuel hari ini. Setelah dari Rumah Sakit Immanuel, kami melanjutkan perjalanan menuju Jalan Cipaganti No.9. Cukup lama kami berkeliling di sana, mencari rumah sakit yang entah di mana keberadaannya. Akhirnya, kami memutuskan untuk mencari alamat Rumah Sakit Dr. Salamun di Ciumbeuluit No.203. Ah! Medan perjalanan yang luar biasa! Jalannya menanjak, membuatku memacu si kuda besi lebih kencang. Sesampainya di Rumah Sakit Dr. Salamun, Rista mengurungkan niatnya untuk mengajukan surat permohonan ke sana. “Ah, jauh banget kak. Ga jadi lah.” | “Yakin? Yah, masa udah jauh-jauh ke sini ga jadi, hahaha.” | “Iya, kak. Kejauhan.” | “Eh, kita ke Punclut aja yuk ta? Pengen tau, mumpung sampe sini. Coba tanya bapak (penjual rujak) itu, ta.” | “Pak, numpang tanya, kalo ke Punclut masih jauh ga?” | “Lumayan neng, masih 3 KM lagi.” | “Oh, ya makasih ya, pak.”

Singkat cerita, roda motorpun menuju ke Punclut. Tanjakan Maut! Hahaha. Luar biasa tantangan di perjalanan menuju ke sana. “Ah, ga lagi-lagi lah.” (gumamku dalam hati). Setelah merasa cukup menikmati suasana yang tersaji di Punclut, kami memutuskan untuk makan siang di sana. Kami memilih saung yang cukup ramai. Tapi, setelah masuk, ternyata harganya agak kurang bersahabat dengan kantong mahasiswa, apalagi di akhir bulan, hahaha. Kabur segan, pindah tak mau. Karena sudah di dalam, ya sudahlah kami coba memesan menu yang harganya masih bisa kami jangkau😀

Akhir kisah: Kamis, 20.12.2012, untuk pertama kalinya aku dan Rista singgah ke Punclut tanpa rencana sebelumnya. Kami bersyukur dapat kembali ke kosan masing-masing dengan keadaan sehat dan selamat. ♫ This is the day. This is the day that The Lord had made. We will rejoice. We will rejoice and be glad in it: 20.12.2012 ^_^

2012.2012

Image4850

2 thoughts on “20.12.2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s