Mengurai Kata, Mengikat Makna

“..mungkin aku punya bakat dalam hal tulis-menulis..” itulah kalimat pertama yang keluar pada saat aku melihat pengumuman Pelatihan Menulis ini. Satu tahun terakhir ini aku mulai mencari tahu apakah aku memang punya bakat menulis atau tidak. Sejak 8 November 2011, blog ini lahir, cukup banyak tulisan “amatir” yang bisa kulahirkan. Supaya tulisanku semakin bagus dan bisa lebih bermanfaat bagi orang banyak, aku memutuskan untuk mengikuti pelatihan ini.

3 Tahapan Menulis:

  1. Membuang Pikiran (Free Writing)
  2. Mengolah Pikrian (Mengikat Makna)
  3. Menemukan Gagasan

“Menulis bisa timbul dari bakat atau latihan.” ~Herwono Hasim

Semua orang bisa menulis! Sumbernya saja yang agak sedikit berbeda: mungkin dari bakat yang memang sudah ada di dalam dirinya atau dari latihan yang terus menerus dia lakukan. Kegagalan dalam menulis biasanya disebabkan karena kegagalan dalam memulai kegiatan menulis. Saat tidak tahu apa yang hendak ditulis, coba tuliskan “Saya tidak tahu akan menulis apa. Apa yang akan saya tulis?” Kalimat tanya menjadi salah satu pemantik ide yang baik untuk memulai kegiatan menulis.

“Sekarang kita latihan menulis, coba tuliskan apa yang ada di pikiran Anda selama 5 menit. Dimulai dari sekarang!” Aku sempat mengalami kebingungan mau menulis tentang apa. Perlahan namun pasti, tanganku mulai menari di atas kertas dan menuliskan beberapa kalimat. “Ada ga tadi yang selama menulis melakukan koreksi? Ada coretan?” Aku melihat kertas yang tadi kutulis, ternyata ada coretan di sana. Dalam menulis aku sempat mengoreksi, karena salah menempatkan kata.

“Kegiatan mengoreksi juga terkadang (pasti) menghambat proses / kegiatan menulis. Jadi lakukanlah koreksi setelah seluruh tulisan sudah jadi. Karena pikiran kita selalu berpikir dan ide-ide baru terus muncul, sehingga selalu merasa tidak puas dengan tulisan yang sudah dituliskan sebelumnya.”

Nah, sekarang aku tahu kenapa kalau lagi ngeblog, tulisannya dilanjutkan dalam selang waktu yang cukup lama, mood akan berubah dan harus berpikir ulang ide apa yang sudah dituliskan sebelumnya.

“Langkah pertama dalam menulis adalah teruslah menulis, keluarkan semua ide yang ada di dalam pikiran Anda. Gaya menulis seperti ini disebut Free Writing.”

“Tadi kita sudah latihan Free Writing, sekarang Saya mengajak Anda untuk latihan yang kedua, yaitu ‘Mengikat Makna’. Saya akan berikan tulisan yang terdiri dari dua paragraf, Anda baca, kemudian coba tuliskan di atas kertas. Dimulai dari sekarang!” Aku mulai membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat, kemudian menuliskan apa yang telah kubaca. “Apa yang Anda tuliskan? Pemahaman atau pandangan Anda?” Aku kembali melihat hasil tulisanku, ternyata apa yang kutuliskan bukan paragraf yang sama persis dengan apa yang kubaca sebelumnya, ada unsur ‘pandangan’ dari pemikiranku sendiri.

“Menulis dari kegiatan membaca dapat menentukan kita sebagai cangkir atau tanaman. Ketika cangkir dituangi air, ia hanya akan menampung air yang sudah dituangkan kepadanya. Dengan kata lain, sebagai cangkir, seseorang hanya menampung apa yang sudah dibaca, tanpa mengolahnya, hal ini disebut ‘pemahaman’. Sedangkan tanaman, ketika dituangi air, ia akan menyerap dan memroses air tersebut, apakah disalurkan untuk fotosintesis atau disalurkan ke bagian tanaman yang lain, sehingga ia terus tumbuh dan menjadi tanaman yang indah. Dengan kata lain, sebagai tanaman, seseorang akan mengolah apa yang sudah didapat, bukan hanya sekedar ‘pemahaman’, tapi ada ‘pandangan’ yang juga diberikan olehnya. Inilah tahapan yang disebut ‘Mengolah Pikiran’ (Mengikat Makna).”

“Baiklah, ini latihan yang terakhir. Coba Anda ambil kertas lagi dan posisikan menjadi landscape. Buat tulisan kursi di tengah-tengah kertas, dan diberi kotak atau lingkaran atau apapun sesuka Anda. Sekarang tarik garis di sudut kiri bawah dan secara cepat Anda tuliskan satu kata, kemudian tarik garis di sudut kanan bawah dan lakukan hal yang sama, dan tarik garis di sudut kanan dan kiri atas, lakukan hal yang sama juga. Dari empat kata yang ada, coba Anda pilih salah satu, kemudia buat tiga cabang dan kembali tuliskan satu kata di masing-masing cabangnya. Dari tiga kata yang di cabang, pilih salah satu, tarik satu garis dan tuliskan satu kata. Dari kata-kata yang Anda pilih coba buat kalimat dengan kata-kata tersebut.”

Sudah dibuat Mind Mapping-nya pun aku masih merasa kesulitan akan menuliskan apa, padahal seharusnya dengan bantuan mind mapping ini, kita akan lebih mudah menemukan gagasan dalam menuliskan sesuatu.

Demikian pelatihan menulis yang aku ikuti di pertemuan pertama, masih ada satu pertemuan berikutnya. Nanti aku share lagi yah🙂 see ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s