Kesempurnaan Sebuah Kesaksian


Sumber Gambar

Kesempurnaan Sebuah Kesaksian
Ayub 1 : 1-10
Mana Sorgawi, Jumat 26 Oktober 2012

Ayub adalah seorang tokoh Alkitab yang dikenal akan kesalehannya. Tuhan pun memuji kualitas rohani Ayub. Namun, hal ini bukan hal yang istimewa di mata Iblis. Iblis pun mengajukan argumentasinya atas pujian Tuhan. Hingga akhirnya Tuhan mengizinkan penderitaan terjadi dalam kehidupan Ayub. Namun kita tahu, pada akhirnya Ayub menjadi pemenang atas tantangan imannya, dengan memberi pernyataan, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Inilah sesungguhnya nilai dari sebuah kesaksian hidup.

Apakah yang dapat kita megahkan di hadapan dunia ini, jika kualitas rohani kita hanya lahir dari kenyamanan hidup? Sebab Iblis pun memiliki pemahaman yang demikian ketika berargumentasi dengan Tuhan. Siapa pun akan  sangat mudah menjaga kesalehan di tengah hangatnya pancaran sinar matahari. Tetapi bagaimana ketika kabut mulai menyelimuti dan badai menerpa dirinya? Masihkah sosok Tuhan di dalam hidup kita terlihat jelas?

Penderitaan hidup sering kali melahirkan sebuah tanda tanya, “Mengapa kesalehan hidup tidak dapat menjamin kenyamanan hidup?” Bahkan kita mulai berpikir, “Sebab aku cemburu … kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.” (Mzm 73:3). Hidup ini sepertinya tidak adil. Kepedihan hidup akan sangat mudah menghancurkan hidup seseorang yang di luar Tuhan. Namun, bagi orang yang berakar di dalam Tuhan, layaknya seperti sebuah mercusuar yang akan memberi arahan pada kapal-kapal yang berlayar di tengah kegelapan untuk menemukan tempat berlabuh. Karena di dalam getirnya hidup, kita mengajari dunia untuk tetap tersenyum di tengah derai air mata dan melihat sukacita di tengah dukacita. Kita menanam benih-benih kebenaran ilahi di tengah ladang dunia, dan membuat dunia melahirkan sebuah kerinduan, “Di manakah akan kutemukan kebahagiaan sejati yang sedemikian?” Kita memberi teladan tentang kebahagiaan yang tidak bergantung pada apa yang dialami, tetapi pada sebuah hati yang berpaut pada Tuhan. Kita menjadi sumber inspirasi yang dirindukan oleh dunia. Bukankah ini menjadi kerinduan hati Tuhan atas kualitas rohani yang kita tunjukkan dan perankan di dalam panggung dunia ini? Kualitas rohani yang tidak berlandas hanya pada jalan yang lurus, tetapi pada kehadiran dan tuntunan Tuhan dalam melewati setiap tikungan dan tembok tebal kehidupan yang harus kita jalani.

Marilah kita bersyukur atas kehadiranNya, yang menjadi tambatan kebahagiaan di tengah kerasnya kehidupan. Seperti yang dinyatakan oleh Kay Warren, “Kebahagiaan dan sukacita sejati harus kita tambatkan pada sebuah tempat yang tidak akan dapat beralih, yang hanya dapat kita temukan di dalam Tuhan. Itu tidak bergantung pada apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimana kita meresponi apa yang sedang kita alami.”

DOA
Tuhan, biarlah keberadaanMu di hidupku menjadi sumber sukacitaku di tengah penderitaan, sehingga hidupku menjadi kesaksian bagi orang lain. Dalam nama Yesus. Amin.

Ketegaran dalam menghadapi penderitaan merupakan kesempatan terbaik kita untuk bersaksi bagi orang lain.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s