Makhluk Sosial [bagian 4]

Perbincangan yang tidak disengaja terjadi di antara aku, Rista dan Dedeph tadi malam di Kedai Soe-Soe. Sambil menikmati susu murni dalam porsi “Gelas Gajah” (aku dan Rista, Dedeph cuma gelas medium, diet kayanya, hahaha😛), kami berbincang tentang pasangan hidup dari masing-masing makhluk sosial ini. Entah berawal dari mana perbincangan ini, kamipun bingung kenapa tiba-tiba, “mak bendundukkalo orang Jawa bilang, jadi membahas hal ini. Hhmm, sepertinya berawal dari sharing buku yang diceritakan Dedeph. Buku “When God Writes Your Love Story” karya sepasang suami istri, Eric dan Leslie Ludy. Ini salah satu buku yang ‘ku rekomendasikan bagi para makhluk di muka bumi ini yang memang menyadari dirinya sebagai makhluk sosial dan tidak bisa hidup seorang diri. Buku yang ‘ku rekomendasikan bagi para makhluk di muka bumi ini yang sedang mempersiapkan diri dan menanti titik puncak dari rangkaian cerita cinta atau kisah kasih yang sudah atau sedang dituliskan oleh Sang Penulis Skenario Kehidupan.

Bersyukur untuk peristiwa “perbincangan yang tidak disengaja terjadi” tadi malam. Setiap kami saling berbagi, menguatkan, memberi masukan tentang bagaimana memilih, menanti dan berdoa “mengajukan proposal kriteria” pasangan hidup kami nanti. Aku percaya bukan suatu kebetulan tiba-tiba kami membahas hal ini. Karena memang sudah saatnya bagi kami mempersiapkan diri dan menjaga hati untuk hadirnya sang pria sejati yang juga sedang mempersiapkan dirinya di sana. Perbincangan tentang masa persiapan dan penantian ini tidak terbatas hanya malam minggu saja dan akhirnya membuat para peserta perbincangan di dalamnya menjadi galau, hahaha. Ini topik yang selalu hangat dibicarakan di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Sekali lagi diingatkan tentang “Memang tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja..”, “Memang tidak baik kalau makhluk yang terlalu sosial itu seorang diri saja..”. Sampai kapanpun aku butuh orang lain, selain itu aku juga butuh komunitas, terutama komunitas Kristen yang bisa mengingatkanku untuk tetap berada di relNya Tuhan. Tak hanya saat aku masih “tunggal putri”, aku juga akan tetap membutuhkan komunitas saat aku mulai menjalani hubungan “ganda campuran”, menikah, dan sampai selamalamalamanya.😀

Tonight I saw a shooting star
Made me wonder where you are
For years I have been dreaming of you
And I wonder if you’re thinking of me too
In this world of cheap romance
And love that only fades after the dance
They say that I’m a fool to wait for something more
How can I really love someone I’ve never seen before
I have longed for true love every day that I have lived
And I know real love is all about learning how to give
I pray that God will bring you to me
I pray you’ll find me waiting faithfully

CHORUS:
Faithfully, I am yours
From now until forever
Faithfully, I will write
Write you a love song with my life
‘Cause this kind of love’s worth waiting for
No matter how long it takes I am yours

Tonight I saw two lovers kiss
Reminded me of my own lonliness
They say that I’m a fool to keep on praying for you
How’s can I give up pleasure for a dream that won’t come true
But I will keep believing that God still has a plan
And though I cannot see you now, I know that He can
And someday I will give you all of me
Until I find you, I’ll be waiting faïthfully….

“ada harga mahal yang harus dibayar dalam sebuah penantian, tapi kalau bisa bertahan hingga waktunya tiba, rasanya bakal indah banget…”

 “ga ada yang sia-sia ketika kita menanti tetap berharap hal yang baik & menjaganya tetap hidup dalam kebenaran Firman Tuhan.” ~Mama Dedeph

#Heart In Waiting#

– Makhluk yang terlalu Sosial –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s