Theme Song BC 2012 (part 6) – Pergumulan Kita: Presentasi Lagu

Ternyata, pergumulan kami tak berhenti sampai selesainya semua rangkaian pembuatan theme song ini, bahkan sampai hari H presentasi lagu, kami juga mengalami pergumulan (sepertinya memang benar, “Hidup adalah anugerah, mempertahankan hidup adalah perjuangan dan menjalani hidup adalah pergumulan.”). Beberapa hari sebelum 18 September 2012, aku mengajak para braders untuk latihan, kami sepakat Selasa sore, 18 September 2012, jam 16.00 (3 jam sebelum presentasi), di tempat Rico.

Selasa, 18 September 2012
Aku yang sudah mengawali hari dengan kesanguinisanku dan berharap hari ini menjadi hari yang “ceria”, ternyata kesangunisanku mendadak terjun bebas dan perlahan memasuki lembah kemelankolisan di siang hari. Kenapa?

  1. Ada sms dari Rico, dia bilang ga bisa ikut presentasi lagu nanti malam. ‘Ku tanya kenapa? dia cuma bilang karena ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa ikut. Aku tanya lagi, apakah aku boleh mengetahuinya? Tak dibalas. -_-” Ternyata Rico sakit (dia bilang ke Piter, kenapa ga mau bilang ke gueh? heu..).
  2. Ada sms dari Edwan, dia bilang ga bisa ikut presentasi lagu nanti malam karena jam 5 sore mau ke Kopo ambil motor dan ngunjungin saudaranya yang lagi sakit.

Hari yang ku harap bisa diakhiri bersama d’FRiENd, ternyata tidak. Rico sakit, Edwan ada urusan keluarga. #okehsip. Hanya ada aku dan Piter yang presentasi lagu (ditambah Togi, bantuan gitaris, makasih ya Togi ^_^). Tapi, sebelum presentasi, aku dan Piter mampir ke kosan Rico untuk latihan, sekaligus menjenguknya. Sampai di kosan Rico, dia sedang lemah, lunglai, tak berdaya menahan rasa sakit di perutnya (dia beneran sakit cuy), membukakan pintu untuk kami saja, dia tak sanggup. Sambil latihan, kami interogasi Rico, mencoba membantu mencari sebab-musabab (ahahaha, bahasa naon iyeu?) sakit perutnya, tapi tetep aja ga nemu kesimpulan dia sakit karena apa, wkwkwkwk. Sementara Rico menahan rasa sakitnya, aku, Piter dan Togi latihan. Selesai latihan, kami berangkat ke sekre PMK.

Kami sampai di sekre beberapa menit sebelum jam 19.00. Setelah semua siap: kami siap, juri siap, sie.Acara BC 2012 siap, kami memulai presentasi lagu. Dimulai dengan penjelasan lirik versi Beta 1.0, kemudian demo lagu versi Beta 1.2 dan 1.1, diikuti dengan penjelasan lirik versi Beta 2.0 dan diakhiri dengan demo lagu versi Beta 2.1 dan 2.2.

Kami dapat banyak masukan, baik dari Bunda (sebagai juri lirik) dan Reo (sebagai juri musik).
Untuk versi Beta 1.0:

  • Ketritunggalan Allah kurang nyata di lirik ini.
  • Ada keraguan/kerancuan di bagian verse “Yesus Kristus yang rela menderita dan mati di salib, serta bangkit untuk menyelamatkan kami.” dengan bagian chorus “Bukan kar’na kekuatan kami atau kar’na hebat kami. Tapi, hanya kar’na anug’rahMu kami percaya bahwa Yesuslah Tuhan. Bukan kar’na perbuatan kami atau kar’na usaha kami. Tapi, hanya kar’na kehendakMu kami diselamatkan oleh iman.
  • Diingatkan untuk memerhatikan nada tertinggi pada saat membuat lagu (Beta 1.1).
  • Agak sulit dipelajari nada-nada di bagian verse dari Beta 1.2. Chord-nya luar biasa.

Untuk versi Beta 2.0:

  • Ketritunggalan Allah lebih nyata di lirik ini, hanya saja alurnya maju-mundur. Bunda memberikan saran untuk bagian Chorus diubah sedikit (kalau terpilih) menjadi:
    “Aku bersyukur padaMu aku diselamatkan oleh iman.
    Bukan karena kekuatanku, tapi hanya karena anugerahMu.
    Aku bersyukur padaMu aku diselamatkan oleh iman.
    Bukan karena perbuatanku, bukan pula karena usahaku.
    Tapi, hanya karena kasihMu.”
  • Nada di Beta 2.1 cenderung aman.
  • Nada di Beta 2.2 hampir sama dengan komentar Beta 1.2, chord-nya dewa, mempelajari nada verse agak sulit dan butuh nafas panjang menyanyikannya. (Kayanya harus penyanyi profesional nih yang nyanyi,hehe ~Reo). Intro di Beta 2.2 agak sulit untuk masuk ke verse.

Secara keseluruhan, Bunda dan Reo senang dengan nada Beta 1.1. Kalaupun terpilih, Bunda minta diperbaiki di bagian liriknya, supaya pesan yang ingin disampaikan melalui lagu ini tersampaikan dengan baik. #okehsip Bunda😀 Ohya, di akhir presentasi kami menyampaikan pergumulan kami mengenai “oleh” VS “karena”. Menurut Bunda, 2 kata itu sama saja, hanya memang lebih “menggigit” kalau menggunakan kata “oleh”. Tapi, karena judul BC menggunakan kata “karena”, ya sudah judul theme songnya pakai kata “karena” saja. Untuk penjelasan “karena”, lihat Roma 3:21-dst, sedangkan “oleh” lihat di Efesus 2:8.

Sebelumnya: Part 5 
Selanjutnya: Part 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s