Persekutuan Doa Kota – September 2012

Dalam kehidupan, tidak selamanya seorang anak akan terus menjadi anak. Suatu saat ia akan menjadi tua dan statusnya berubah menjadi orang tua. Anak-anak yang dahulunya muda, akan berubah menjadi tua seiring perkembangan usia mereka. Begitu juga dengan kehidupan pelayanan mahasiswa. Tidak selamanya mereka yang dahulu menjadi pengurus PMK misalnya, akan menjadi pengurus sampai saat ini. Atau pengurus saat ini akan menjadi pengurus sampai seterusnya. Regenerasi, sepertinya kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi ini. Kondisi penggantian generasi tua kepada generasi muda atau peremajaan (arti regenerasi menurut KBBI).

Beberapa PMK Kampus di Kota Bandung ini sedang mengalami regenerasi. Itu sebabnya, tema “Regenerasi PMK” diangkat pada Persekutuan Doa (PD) Kota yang dilaksanakan pada tanggal 23 September 2012 yang lalu. Tujuan dari PD Kota kali ini adalah membukakan apakah arti regenerasi dalam PMK dan membukakan strategi mempersiapkan regenerasi dalam PMK. Ini adalah PD Kota yang ketiga. Kami bersyukur untuk setiap orang yang sudah menyediakan waktu dan hatinya, serta bersedia memperingan langkahnya sampai ke Cipaku Permai No.14. Kami bersyukur untuk “wajah-wajah baru” dan beberapa “wajah lama” yang menghiasi PD Kota kali ini, yang secara tidak langsung, membuat kami sadar bahwa regenerasi itu memang sedang dan terus terjadi di PMK-PMK Kampus.

Andika sebagai Worship Leader (WL) dan Ardi sebagai gitaris, membawa jemaat masuk ke dalam penyembahan kepada Allah melalui lagu “S’bab Kau Besar” untuk mengawali PD ini. Kemudian PD dilanjutkan dengan mengangkat beberapa pokok doa. Setelah mengangkat beberapa pokok doa, Bang Fany G. Hutabarat men-sharing-kan Firman Tuhan tentang regenerasi. Bang Fany juga men-sharing-kan salah satubagian dari buku “Our Heritage” yang diberi judul “Regenerasi” oleh kak Tadius Gunadi. Di sana dituliskan bahwa arti dari regenerasi adalah upaya mempersiapkan generasi berikutnya untuk meneruskan pelayanan persekutuan sesuai dengan visi dan misi dari Tuhan. Regenerasi merupakan hal yang serius untuk dikerjakan/diupayakan, bahkan berjerih payah melakukannya. Mengapa? Setidaknya ada empat alasan yang mendasarinya: 1) Kecenderungan pergantian generasi mengakibatkan kemerosotan rohani (Hak 2:10-11), 2) Teladan Sang Guru (Mrk 3:14-15), 3) Alkitabiah, contoh: Musa mempersiapkan Yosua, Elia mempersiapkan Elisa, Paulus mempersiapkan Timotius, dan 4) Alasan praktis bahwa perkuliahan di kampus terjadi 4-6 tahun dan masa pelayanan yang singkat 2-3 tahun, selain itu setiap tahun mahasiswa baru mulai masuk dan yang lama lulus, mau tidak mau regenerasi akan terjadi. Setelah Bang Fany selesai men-sharing-kan Firman Tuhan dan beberapa pengalamannya dalam kepengurusan di PMK Kampusnya, PD dilanjutkan dengan sharing kelompok dan bertukar pokok doa, serta mengangkat pokok doa yang sudah di-sharing-kan satu sama lain.

Ada pertemuan, ada juga perpisahan. Lagu “Menyenangkan-Mu” mengakhiri PD Kota kali ini. Menyenangkan hati Tuhan melalui pelayanan yang Tuhan percayakan itulah kerinduan setiap kami. Kami, Tim PMKB, berharap ini bukan PD Kota atau pertemuan kita yang terakhir. 21 Oktober 2012 yang akan datang, PMKB akan mengadakan Training Manajemen PMK, yang mana training ini merupakan lanjutan dari PD Kota kali ini. Sampai ketemu di Training Manajemen PMK dan PD Kota selanjutnya. GBU there unstopable!🙂

Dari sharing yang dibagikan Bang Fany, ada satu cerita yang “so touching” untuk aku pribadi,hehe. Apa itu? Mau tau? Mau tau banget? hahahaha. Bang Fany cerita pengalamannya sebagai sie.Perlengkapan di PMKnya waktu dulu. Ada seorang seniornya yang menasihatinya dalam dunia gelar-menggelar karpet atau tikar. “Kau tau ndak siapa orang-orang yang akan duduk di atasnya? Mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan memimpin bangsa dan negara ini. Dan kau tau ndak apa yang akan mereka dengarkan ketika mereka duduk di sana? Kebenaran Firman Tuhan! Coba, cantik kau buat, pasti mereka senang dan nyaman duduk di sana.” (ini story tellingnya pake bahasa sendiri ya😛 *maap bang Fan kalo ga sama persis dengan yang abang ceritain,hehe*). Ah, bagian ini “so touching”, menurutku. Kenapa? Aku dibukakan tentang perbedaan orang-orang (pengurus PMK khususnya) yang mempunyai visi atau memahami tujuan dari apa yang sedang dilakukannya dengan orang-orang yang tidak mempunyai visi. Benar, saat kita mengetahui tujuan dari apa yang sedang kita lakukan, akan ada aksi-reaksi yang berbeda ketika kita hanya sekedar melakukan apa yang sedang kita lakukan. Aku langsung merenung dengan keterlibatanku sebagai pengurus PMK dua tahun kemarin, yaitu sebagai anggota sie.Kelompok Kecil. Iya, ya..kalau aku benar-benar sadar (waktu itu aku pingsan keknya,haha) bahwa pembinaan melalui Kelompok Kecil yang ku kerjakan waktu itu adalah untuk membentuk generasi penerus bangsa, alumni-alumni yang menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat, bangsa dan negara, pasti tidak akan pernah terbersit dipikiranku untuk “lari” dari komitmen.

Cerita bang Fany sederhana banget, cuma hal gelar-menggelar karpet atau tikar. Bisa bayangin ga, gimana kalau visi itu “ditangkap”, dipahami dan dihidupi oleh semua pengurus PMK? Semua akan bersinergi dengan baik dalam mengerjakan pelayanannya. Yaitu, menghasilkan alumni-alumni yang menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat, bangsa dan negara. #salamdamai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s