Konflik tentang Waktu

Sebuah perenungan sederhana dari salah satu adegan konflik dalam panggung sandiwara kehidupan yang Sang Sutradara Handal izinkan terjadi. Konflik kali ini tentang waktu“Mengapa demikian? Dimana salahnya? Waktu! Benar, aku dan dia tidak berada dalam waktu yang sama..” ~[waktu itu] Tentang Kita. Aku menyimpulkannya dalam beberapa kalimat berikut:

  • Setiap adegan konflik yang diizinkan tampil di atas panggung sandiwara kehidupan, pasti ada suatu pesan penting yang ingin Sutradara Handal sampaikan. Be still!
  • Proses pembentukan dan penajaman karakter melalui konflik yang dilalui bersama seorang/beberapa manusia memang menyakitkan, tapi tetap harus Be Still!
  • Salah satu hakikat manusia sebagai makhluk sosial, membuatnya butuh orang lain untuk saling menajamkan karakter sesamanya. Karena tidak baik kalau manusia seorang diri saja. Makanya, Be Still!
  • Bertahanlah! Selesaikan dengan cara baik-baik setiap konflik yang terjadi. Carilah jalan keluar yang terbaik dan win-win solution untuk setiap pihak. Be Still!
  • Setiap konflik yang terjadi adalah alat pengujian sampai di level mana karakter yang dimiliki manusia. Sabar artinya tahan sedikit lagi. Be Still!
  • Aal iz well! It is well with my soul! Be Still my soul! Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (besok beda lagi, hehe). Be Still!
  • Ketika berhasil bertahan untuk menyelesaikan sebuah konflik dan sudah mulai terlihat titik terangnya, tiba-tiba semua berubah, itu artinya Be Still lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s