Makhluk Sosial [bagian 2]

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Sudah pasti dan tak terelakkan bahwa ayat Alkitab di atas identik dengan skenario kehidupan yang Tuhan buat untuk sebuah adegan hubungan lawan jenis, hubungan antara seorang pria sejati dengan seorang wanita bijak. Terlepas dari ayat Alkitab dengan arti yang sebenarnya itu, aku mencoba mengartikannya secara umum. Kurasa, ayat di atas tidak hanya berlaku untuk hubungan lawan jenis, tapi untuk hubungan antar dua (atau lebih) insan manusia, bisa juga hubungan antara manusia dengan Tuhannya (manusia tanpa Tuhan ga ada apa-apanya #CorrectMeIfIamWrong). Intinya, menurut saya, memang “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.” Kenapa? Karena akan bisa terjadi banyak hal:

  • Kalau seorang manusia itu sedang mengalami stres atau bahkan depresi, dia akan merasa semakin stres dan depresi karena tidak ada orang lain yang bisa diajak berbagi beban, sekedar mendengarkan keluh-kesahnya (dan tidak harus memberi solusi), tidak menutup kemungkinan sang manusia akan melakukan hal-hal bodoh atau bahkan dia bisa mengakhiri kisah dalam buku kehidupannya dengan cara bunuh diri.
  • Kalau seorang manusia itu sedang mengalami kebuntuan dalam mengerjakan tugas-tugasnya, Tugas “yang terAkhir” misalnya, dia akan tetap mengalami kebuntuan, karena cenderung berkutat dalam pemikirannya sendiri, susah-susah sendiri, tidak ada orang lain yang bisa diajak konsultasi atau berbagi ilmu dan jadi lama ngeberesin tugasnya. (#eh kok curhat :P)
  • Kalau seorang manusia itu sedang mencari inspirasi, dia akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan inspirasinya. Tapi, saat ada satu, dua orang atau lebih untuk membantunya, inspirasi datang lebih cepat. (pengalaman d’FRiENd :D)
  • masih banyak kondisi-kondisi lain kalau manusia itu seorang diri saja…

Benar adanya pepatah yang mengatakan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

Bagiku, beberapa hari terakhir, dalam minggu ini, aku kembali diingatkan tentang salah satu hakikat manusia yaitu manusia adalah makhluk sosial. Tapi, bagiku mungkin bukan hanya sekedar “makhluk sosial”, aku mendefinisikan diriku sendiri sebagai “makhluk [yang terlalu] sosial”. Kenapa? Karena, aku sedang terintimidasi dengan perasaan “alone and lonely“. Setelah kembali ke Bandung, aku kembali ke kehidupan yang menuntutku bisa berdiri di atas kaki sendiri. Entah kenapa perasaan “alone and lonely” itu mengintimidasi, apakah mungkin hanya karena perasaan melankolisku yang sedang kambuh, karena 2 minggu yang cukup berkualitas berada di rumah (ya, walaupun ga ada acara spesial, tapi aku benar-benar menikmati masa kebersamaan di rumah, tuh kan, nulisnya aja udah terenyuh, sesak di dada, hampir jatuh air mata, tapi ga jadi, hehe). Entah apa yang sebenarnya terjadi, tapi itulah yang kurasakan. Sesak sekali! Hanya satu yang dapat mengobati aku dari intimidasi itu, ngumpul-ngumpul, entah sekedar makan bareng atau main ke kosan temen atau ngapainlah itu pokoknya ngumpul, ga sendirian. Aku semakin menyadari bahwa aku adalah makhluk [yang terlalu] sosial, selalu butuh orang lain dan sampai kapanpun akan membutuhkan komunitas. Hal ini juga sempat membuatku berpikir, apakah passion hidupku adalah bersosialisasi? Hanya Dia yang tahu, bagianku adalah terus mencari kebenaran passion itu.

Aku bersyukur untuk setiap orang yang Tuhan hadirkan dalam kehidupanku untuk menemaniku, mengasihiku, menerimaku dengan apa adanya, semuanya!😀 Terlebih khusus untuk d’FRiENd (Edwan belum muncul dalam frame ini,hehe) yang terus menjadi penawar dari rasa intimidasiku minggu ini.

akhirnya ada Edwan ^_^

2 thoughts on “Makhluk Sosial [bagian 2]

  1. coba dikaji lagi alkitabnya. mencari maksud yang benar-benar sesungguhnya dari setiap ayat. hati2 terhadap mencocok-cocokkan isi alkitab kepada maunya kita. klo mau yang tentang manusia dan sesamanya saling membutuhkan, mungkin bisa dengan konsep berjemaat. terima kasih, Tuhan memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s