“..tak pernah terlambat..”

Ada sedikit kisah yang menarik saat aku pulang ke Jakarta hari Sabtu, 4 Agustus 2012 yang lalu. Kenapa? Simak kisahnya berikut ini😀

Sabtu, 28 Juli 2012
Di awali dengan sebuah pesan singkat yang ‘ku kirim kepada sang ibunda, “gimana mam persiapan ujiannya? jadi ujian hari Senin?” | “diundur jadi tg.6 Agustus, minggu depan, pada stres karena ujiannya online” | “ya, ga usah dibawa stres lah mam, paling kan bedanya ngisinya pake komputer” | “iya sih”. Aku mencoba mencari di situs internet seperti apa ujian online yang dimaksud oleh ibu. Akhirnya aku menemukan sebuah software yang mirip dengan software yang digunakan dalam ujian tersebut yang dibuat oleh sekelompok programmer. Setelah ‘ku lihat dan sedikit mempelajari tampilannya, aku sadar kenapa ibu bilang pada stres karena ujiannya online”. Ya, wajarlah pada stres kalau ujiannya “begini”. Sebagai anak yang punya pengetahuan [sedikit lebih] tentang teknologi informasi dari orang tua, aku merasa bertanggung jawab membagikan pengetahuan yang aku punya, maka dari itu aku memutuskan untuk pulang ke Jakarta.

Jumat, 3 Agustus 2012
Aku memesan travel dengan jadwal keberangkatan hari Sabtu, 4 Agustus 2012 pukul 14.00 untuk pulang ke Jakarta. Sebenarnya, hari Jumat itupun aku tidak ada acara di Bandung, tapi rasaku terlalu buru-buru kalau pulang Jumat. Jadi, supaya lebih santai, aku memutuskan pulang Sabtu jam 14.00.

Sabtu, 4 Agustus 2012
Aku bangun lebih pagi dari biasanya. Setelah bangun, aku “SaTe” dan Bible Reading, kemudian aku memutuskan untuk bersih-bersih kamar kosan. Selesai bersih-bersih kamar, aku “online”, chatting dengan brader Bram yang hidupnya minggu itu sedang mengalami ke-random-an😀 hehe. Dalam perbincangan kami dia berkata bahwa akan pergi ke Mini Konsernya Mocca. Berikut sepenggal perbincangan kami:

Yang awalnya akan pulang ke Jakarta jam 14.00, [mendadak] pindah jadwal jadi jam 12.00 *lebihcepatlebihbaik😀. Akhirnya, aku nebeng si brader sampai di lampu merah Soekarno-Hatta. Hari itu, “Langit Terlalu Biru untuk Diisi Kisah Kelabu”, makasih tumpangannya, brad!🙂

***

Aku sampai di Jakarta jam 13.56 (lebih cepat dari biasanya), jam 13.30an aku sampai di rumah. Sesampainya di rumah, ibu menceritakan keluh-kesahnya saat latihan soal di sekolah tadi pagi. Ibu latihan soal untuk ujian hari Senin bersama teman-temannya. Yang membuat ibu sedih, saat teman-teman yang lainnya bisa membuka situs latihan soal, ibu tidak bisa membukanya. Kenapa? Karena ibu pake laptopku yang ternyata rusak agak parah setelah gagal upgrade RAM😦 sedangkan laptop ibu aku pake karena laptopku rusak -_-“. Ternyata ibu sempat berpikir untuk memintaku pulang ke Jakarta, tapi takut kalau ternyata aku tak bisa pulang karena ada acara di Bandung. Ibu juga sempat berpikir “masa harus beli laptop baru sih buat ini doang?”. ♫ ..s’lalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu, besar setiaMu di s’panjang hidupku.. ♫ kedatanganku merupakan pertolongan Tuhan yang datang tepat waktu bagi ibu.

***

Ohya, paginya ada salah seorang rekan gereja bapak-ibu yang meninggal, awalnya malam itu aku, bapak dan ibu berencana akan datang ke acara Ibadah Penghiburan, tapi entah kenapa sebelum pergi, ibu menelpon salah seorang rekannya yang bernama bu Sri, menanyakan persiapan ujian hari Senin. Bu Sri memiliki beberapa latihan soal dan juga software latihan soal yang belum dimiliki ibu. Dan akhirnya ibu pergi ke rumah Bu Sri untuk meng-copy software dan latihan soal tersebut. Ibu pergi bersama bapak ke rumah Bu Sri. Sesampainya di rumah, ibu memutuskan untuk tidak jadi pergi ke Ibadah Penghiburan karena beliau berpikir sepertinya lebih baik kalau malam ini aku belajar. Setelah buka laptop dan meng-copy data dari flashdisc (FD) yang sudah diisi “copy-an” dari Bu Sri, ternyata ada beberapa data yang terhapus pada saat nge-scan virus di FD. “Mana bu yang dibuka?” | “Yang ini nih, yang setup sama nanti ada yang dibuka di internet” | “loh mana setup-nya? ga ada” | “ya udah, balik lagi aja yuk ke rumah Bu Sri, masalah nasib nih (ibu mulai panik)” | “ya udah, yuk!”. Akhirnya, kami balik ke rumah Bu Sri. Dan meng-copy ulang data. “Nih, mbak, nanti diajarin ya ibunya yang ini, yang ini (Bu Sri memberi beberapa penjelasan). Hhmm, kalo anake ga pulang, tadinya ibu mau tak suruh nginep di sini. :D” Setelah selesai, kami kembali ke rumah.

Malam itu, aku dan ibu berlatih beberapa soal dan software latihan soal yang diberikan Bu Sri. Ibu fokus melatih dirinya dengan banyak soal dan banyak materi yang ada di sana (mabok dia,hihi), sementara aku menjadi pengawas dan tentor yang membimbingnya mengoperasikan komputer. It’s really quality time with mom! 😀

Mungkin ini beberapa mood yang bisa menggambarkan situasi perasaan ibu:

sebelum ujian

   

saat ujian (soal yang dipelajari beda dengan yang keluar)

 

setelah ujian

Sedangkan beberapa mood yang menggambarkan perasaanku:

 

Ya, walaupun akhirnya ibu mendapatkan nilai yang tak sesuai harapan karena soal yang dipelajari berbeda dengan yang keluar, dan soal tersebut cukup sulit, kami tetap bisa bersyukur untuk hari yang sudah (khususnya) ibu lalui.😀

Bapa Engkau Sungguh Baik
Cipt.: Bambang I & Johan Chrisdianto

Bapa, Engkau sungguh baik
kasihMu melimpah di hidupku
Bapa ‘kubert’rima kasih
berkatMu hari ini yang Kau sediakan bagiku
Reff: ‘Ku naikan syukurku
buat hari yang Kau b’ri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmatMu
S’lalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu
besar setiaMu di s’panjang hidupku

“Pertolongan Tuhan Datang Tepat Waktu”

melalui

“Ikatan Batin dengan Bahasa Kalbu antara Anak dan Ibu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s