in Relationship

Satu minggu ke belakang aku sedang merenungkan beberapa hubungan yang aku miliki, perenungan ini menghantarkanku sampai kepada kesimpulan bahwa:

Menurut tante Wiki, Hubungan (bahasa Inggris: Relationship) adalah kesinambungan interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. Hubungan terjadi dalam setiap proses kehidupan manusia. Dan komunikasi adalah “suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Masih menurut tante Wiki, komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:

  • Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
  • Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
  • Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
  • Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
  • Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
  • Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan (“Protokol”)

Hubungan apapun itu, entah hubungan kita dengan:

Tuhan

Keluarga

Teman / Sahabat

Pacar / Suami / Istri

Rekan Kerja

membutuhkan komunikasi yang baik, komunikasi yang melibatkan kedua belah pihak. Apa yang akan terjadi saat komunikasi yang kurang baik terjadi dalam sebuah hubungan? Perlahan-lahan hubungan itu akan menjauh, bahkan bisa putus.

Salah satu hubungan yang menjadi perenunganku adalah hubungan dengan Sang Sutradara kehidupan. Aku merasa hubunganku denganNya tidak seerat dahulu, entah apa yang terjadi, tapi sepertinya aku yang mulai mengurangi intensitas berkomunikasi denganNya. Sampai akhirnya aku melihat video ini:

aku disadarkan bahwa di saat aku menjauhiNya, mengurangi intensitas komunikasi denganNya, Dia tetap menanti aku kembali, bahkan berlari mengejarku untuk kembali. Dan beberapa renungan melalui saat teduhku : Bantuan Segera DatangPenolakan dan PenyucianDoa Surel, seolah-olah mau menyampaikan “semesta mendukung untuk kembali (kepadaNya -> masuk bengkel)”. Dan yang paling hebat adalah aku mendapatkan buku “Becoming a Woman of Prayer” dari Kamp Kelompok Kecil 2012, buku ini menjadi sebuah jawaban dari pergumulanku selama ini dan memeperkokoh komitmen untuk memperbaiki jam doaku. “Terima kasih sudah memilihkan buku ini, terima kasih sudah menjadi salah satu jawaban dari pergumulanku.”😀

Tak hanya itu, hubunganku dengan sesama juga sempat kurenungkan, salah satu hubungan dengan sesama yang mengalami perenggangan disebabkan karena sebuah konflik yang terjadi di antara kami. Dan hal itu kembali kepada dasar dari sebuah hubungan, komunikasi. Ya, komunikasi yang kurang baik di antara kami menyebabkan konflik yang terjadi tidak terselesaikan dengan baik.

Benar-benar dibutuhkan perjuangan dari kedua belah pihak untuk menciptakan sebuah komunikasi -> hubungan yang baik. Karena:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s