Lapet keberapakah?

Sekitar satu minggu yang lalu aku mendapatkan kesempatan diperlengkapi kembali sebagai seorang Pemimpin Kelompok Kecil (PKK) dalam Kamp Kelompok Kecil (K3) 2012 yang diselenggarakan oleh Perkantas Jawa Barat. Banyak hal yang saya dapatkan dalam kamp ini, membuat aku merenung, pelayanan yang selama ini kujalani belum ada apa-apanya, masih banyak yang harus dibereskan dan diselesaikan. Namun, saat ini secara khusus aku ingin membagikan tentang ilustrasi “Lapet” yang digunakan Ko Andreas dalam pelayanan (khususnya pelayanan yang berhubungan dengan pertumbuhan rohani).

“Lapet atau juga akrab disebut ombus-ombus yang artinya masih tetap hangat, adalah makanan khas Suku Batak yang berasal dari daerah Siborong-Borong. Bahan dasar lapet adalah itak yang merupakan beras yang dihaluskan secara manual dengan peralatan seadanya yang masih sangat tradisional. Setelah itak sudah benar-benar halus, itak tersebut diadon dengan kelapa muda, gula pasir, dan terkadang gula aren. Adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang sebelum akhirnya dikukus. Rasa lapet tentu saja menjadi manis bercampur gurih karena dipadukan dengan kelapa muda dan gula.” ~Kulinologi

Pagi itu, dalam eksposisinya Ko Andre mengilustrasikan: ada seseorang yang sedang kelaparan dan yang ada di hadapannya hanyalah Lapet. Karena terlalu lapar, akhirnya dia memakan Lapet tersebut. Dia membuka bungkusan Lapet yang pertama dan memakannya. Dia merasa belum kenyang dan kembali membuka bungkus Lapet serta memakannya, ini Lapet kedua. Masih belum merasa kenyang, dia kembali membuka bungkus Lapet dan memakannya, sampai Lapet ketujuh. Setelah Lapet ketujuh dia baru merasa kenyang.

Apakah terbersit dalam pikiran Anda “mengapa dia tidak langsung memakan Lapet ketujuh saja, supaya langsung kenyang?”, mungkinkah bisa terjadi demikian? Tidak bukan? Kalaupun orang tersebut langsung memakan Lapet ketujuh, dia tidak akan langsung merasa kenyang, karena dia membutuhkan setidaknya tujuh Lapet (dan dimulai dari Lapet pertama, kedua, sampai ketujuh) supaya merasa kenyang.

Dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus, Rasul Paulus menuliskan “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”~1 Kor 3:6. Setiap pelayan Tuhan, terlebih yang terlibat dalam pelayanan petumbuhan rohani jemaat, mereka memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Jika dihubungkan dengan Lapet-Lapet di atas, ada yang menjadi Lapet pertama, Lapet kedua, dan jika dia menjadi Lapet ketujuh, itu adalah sebuah anugerah, dimana dia mendapatkan bagian menuai dari taburan yang sudah dilakukan oleh pelayan-pelayan sebelumnya.

Setelah selesai mengikuti sesi eksposisi, kegiatan hari itu dilanjutkan ke kelas Kapita Selekta, makan siang, dan Pendalaman Alkitab. Dalam kelas PA (Kelompok 19): Febryan, Pulinda, Fitra, Bening, Novra, Jimmy (plus Metha dan Enrico), kami bercerita tentang suka-duka, tantangan yang dihadapi di dalam kelompok kecil kami masing-masing. Semua memiliki pergumulan / permasalahan dalam kelompok kecil, namun saat membagikan ceritanya Novra berkata, “aku jadi bingung kak, semua punya masalah, kok aku ga ya?”. Spontan aku menjawab, “ya, mungkin kau adalah Lapet ketujuh kaya yang Ko Andre bilang tadi :D”, dan ruang kelas PA mendadak penuh dengan suara terbahak-bahak dari teman-teman yang lain. “Kalau memang ga ada masalah ya ga usah diada-adain, berbahagialah dirimu kalau memang tak punya masalah, dan mungkin kau memang orang yang mendapatkan bagian untuk menuai hasil taburan pelayan-pelayan sebelumnya”, aku menambahkan.

Yup! Setiap kita punya bagian masing-masing dalam pelayanan, terlebih yang berhubungan dengan pertumbuhan rohani seseorang ataupun jemaat. Berbahagialah dimanapun Tuhan tempatkan, entah sebagai Lapet pertama, kedua, dst. Kalaupun Tuhan tempatkan menjadi Lapet ketujuh, itu adalah sebuah anugerah yang luar biasa, yang Tuhan percayakan.

K3 2012: “Kami Kaum Muda, Siap Menabur Visi, Menuai Murid”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s