Via Dolorosa (bagian 4)

Pagi ini ku awali dengan rasa gundah, gelisah, kuatir, pemikiran kemungkinan terburuk, pokoknya semua campur aduk, sampai akhirnya update status microbloging yang berbunyi demikian:

Tapi sebelum update, udah sempet intip WarungSateKamu.org😀 Judul hari ini tentang “Tanggalkan Kekhawatiran”, yakin banget hari ini akan Tuhan kasih kekuatan, ya walaupun harus melihat dengan “lensa iman”. Kenapa?karena lensa cekungku ga bisa bantu untuk melihat apa yang tidak terlihat ini. Ini semua tentang hubungan “it’s [really] complicated“. Hari ini aku bersama salah seorang temanku berniat menemui seorang bapak yang menurutku masih pantas berada di posisi yang beliau jabat sekarang, kami hendak “memperjuangkan” apa yang memang harus kami perjuangkan dan berharap masih dapat kesempatan untuk mempertahankan “hubungan” ini. Namun, sebelum berangkat, aku menyisihkan waktu untuk menyapa Si Doi lebih dulu, dan inilah yang Doi sampaikan:

Tanggalkan Kekhawatiran
Kamis, 3 Mei 2012

Tanggalkan Kekhawatiran

Baca: Filipi 4:1-9
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga.” —Filipi 4:6

Beberapa tahun lalu, pemimpin penggalian Alkitab kami menantang kami untuk menghapal satu pasal dalam Alkitab dan mengucapkannya di hadapan kelompok. Dalam hati, saya merasa keberatan. Seluruh isi pasal dan di depan setiap orang? Menghafal bukanlah keahlian saya. Saya merasa ngeri ketika membayangkan jeda yang cukup lama sambil setiap orang menatap saya dan menantikan kata-kata apa yang akan saya ucapkan. Beberapa hari kemudian, dengan enggan saya membolak-balik Alkitab dan mencari serangkaian ayat untuk dihafalkan. Saya merasa belum pas, sampai akhirnya saya tiba di Filipi 4.

Saya membaca dalam hati ayat ini, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (ay.6). Itulah saatnya saya mengetahui pasal mana yang akan saya hafalkan, dan bagaimana lepas dari kecemasan saya tentang tugas tersebut.

Allah tidak ingin kita khawatir tentang peristiwa-peristiwa di masa mendatang, karena kekhawatiran melumpuhkan kehidupan doa kita. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa daripada menjadi resah, kita seharusnya meminta pertolongan kepada Allah. Ketika kita terusmenerus berserah kepada Allah untuk mengatasi kecemasan kita, damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita (ay.7).

Seseorang pernah bicara dengan nada sinis, “Mengapa berdoa jika kau bisa khawatir?” Maksudnya jelas: Kekhawatiran tidak akan mengatasi masalah kita, tetapi doa akan membuat kita bergantung kepada satu Pribadi yang dapat mengatasi segala keprihatinan kita. —JBS

Saat kau rasa tekanan menggunung, Dan mengalami hari yang sibuk, Ketika awan mendung sedang melintas Saat kau mulai khawatir—berdoalah! —NN.

Mustahil khawatir ketika kita membawa doa kita di hadapan Allah.

Selesai menyimak apa yang Doi sampaikan, setidaknya dapat sedikit kekuatan baru untuk melangkahkan kaki hari ini. Sekali lagi ujian melihat dengan menggunakan “lensa iman”. Melihat apa yang tidak terlihat. “Believe in Hope“. Ya mungkin itu kata-kata yang tepat.

Sampai di TKP, ternyata tidak hanya kami berdua yang hendak bertemu dan berkeluhkesah bersama beliau, ada dua orang teman seperjuangan lainnya (yang bebannya malah lebih berat sedikit). Berhubung sang bapak belum sampai TKP, kami sedikit berbincang satu sama lain, dan ternyata beban yang selama ini kurasakan “sendirian”, ternyata ada orang lain yang juga merasakannya. Dengan bertemu mereka dan dari perbincangan kami, ada satu kesimpulan menarik “masing-masing orang punya jalannya / permasalahannya / cobaannya sendiri-sendiri“. Yang ada bukan nangis, tapi kami semua masih bisa tertawa bersama-sama di atas penderitaan masing-masing. #YNWA!

Setelah sang bapak sampai di TKP, semua rasa gundah, gelisah, kuatir, pemikiran kemungkinan terburuk, kembali muncul ke permukaan. Benar-benar berharap belas kasihan yang berasal dari hati yang terdalam sang bapak.

Di dalam ruangan sang bapak, dengan santai dan tanpa beban, beliau menanyakan permasalahan dan beban kami satu per satu. Sampai kepada diriku yang berkeluh kesah:

“kamu perpanjangan yang ke berapa?”
“yang kedua, pak”
“oh, ga masalah berarti”
“maksudnya?” [dalam hati, sambil ngasih surat pengajuan perpanjangan]

“emang masalah kamu dimana? kayanya ini gampang FMCDMnya”
“iya, pak. kalo FMCDMnya emang udah beres tinggal dikit lagi, tapi RICHERnya belom nemu pak”
“dimananya? algorithmnya?”
“iya, pak. kan di RICHER ada 5 proses besar tuh, nah di proses ke 3 saya belom dapet”
“oh, ya udah, bagus kalo kamu udah ngerti masalahmu dimana”

“trus gimana pak? bisa perpanjangan lagi?”
“iya bisa. lampirin surat pernyataan, karena udah lewat batas perpanjangan (perpanjangan yang kedua maksudnya)”
“surat pernyataan, menyatakan bahwa apa pak?”
“ya, bahwa kamu minta perpanjangan, maunya sampai kapan”
“emang bisa sampe kapan pak?”
“ya maunya kapan? tapi biasanya maksimal 3 bulan”
“oh, jadi bisa nih pak?”
“iya” [sambil senyam-senyum]  :D

“makasih ya pak”, ujar kami berempat, dengan senyam-senyum juga]😀

Aaaaaaaaaargh! rasanya pengen meluk, cium tangan sama sang bapak, sumpah ini bapak satu ngertiin banget kondisi “anak-anaknya”, itulah kenpa di awal aku bilang “seorang bapak yang menurutku masih pantas berada di posisi yang beliau jabat sekarang”. Tak berbeda dengan apa yang kurasakan, 3 teman seperjuanganku yang lain juga merasakan apa yang kurasakan. Inilah mereka😀 ini tadi dari TKP langsung ke kantin, makan bareng, ya seenggaknya “merayakan” kelegaan kami, walaupun belum lega banget karena harus balik lagi hari Senin, ada administrasi yang harus dibereskan.

Pada akhirnya,

“Ajarku tetap bersyukur, supaya bila hari ini aku ‘menang’, aku tidak sombong; dan bila hari ini aku ‘kalah’, aku tidak kecewa.”

Thanks God for today😀 -030512-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s