Minggu Paskah, 080412

Di Pagi Hari

Paskah tahun ini diawali dengan ibadah Minggu di gereja jam 08.00 pagi, aku bersama bapak, ibu dan abangku. Seperti lagunya tante Meriam Belina, “Mulanya biasa saja..”, ya awal ibadah berjalan seperti biasanya. Sampai pada lagu setelah votum dan salam, nyokap nengok-nengok ke barisan bangku sebelah kiri, dan dengan tidak sadarnya aku tidak ikut nengok ke kiri untuk memastikan ada apa di sana, sampai akhirnya ibu Pendeta turun dari mimbar dan sudah ramai di sana, aku baru sadar ada sesuatu yang terjadi di sana. Ternyata ada salah seorang bapak yang pingsan. Entah apa yang terjadi di dalam dirinya, tapi memang kurang sehat hari itu. Aku udah takut kalau-kalau sesuatu terjadi padanya, karena beberapa tahun yang lalu ada seorang majelis gereja yang meninggal tiba-tiba pada saat beliau sedang memimpin doa syafaat dalam ibadah keluarga di gereja. Ibu Pendeta yang turun dari mimbar, langsung berdoa untuk bapak tersebut. Setelah sadar (puji Tuhan dia hanya pingsan), beliau mengikuti doa ibu Pendeta. Ibadah pagi itu terhenti sejenak, semua mata tertuju kepada satu sudut dalam gereja, dan ikut berdoa supaya sang bapak segera pulih. Kemudian, sang bapak dibawa ke ruang serba guna gereja untuk beristirahat sejenak, dan ibadah kembali berjalan dengan baik. Di akhir ibadah, pada saat pengumuman warta jemaat lebih tepatnya, sang bapak minta waktu untuk mengucapkan permintaan maaf karena sudah mengganggu jalannya ibadah pagi itu dan berterima kasih masih ditolong Tuhan dan didoakan oleh ibu Pendeta serta jemaat yang hadir pagi itu.

Setelah ibadah selesai, ibu-ibu dari Pelayanan Kategorial (PelKat) Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) menyediakan makanan dan melayani para jemaat yang hadir pagi itu. (#1 “tidak makan di rumah” :D)

Di Siang Hari

Tadinya udah ga mau ikut acara siang ini, tapi bokap-nyokap ngajak, ya sudah akhirnya ikut deh, cuma sempat leyeh-leyeh sebentar setelah pulang dari gereja, terus cabut lagi. Acara siang ini adalah acara arisan keluarga dan acara “Brokohi”, adat jawa, pengucapan syukur untuk keluarga, lebih tepatnya orang tua, yang mana anak-anaknya sudah berkeluarga semua, dan sudah punya anak semua (sudah punya cucu dari semua anak-anaknya). Ini acara “Brokohi” dari kakak pertama bokap. Siang itu diisi dengan keceriaan keluarga besar bokap, yang penuh dengan rasa ucapan syukur, dan ditutup dengan santap siang bersama (#2 “tidak makan di rumah” :D), serta tidak lupa untuk mengabadikan momen ini tentunya, hehe.

 Di Malam Hari

Satu lagi acara di hari Paskah ini, ada salah seorang keponakanku (anak dari kakak sepupuku) yang ulang tahun “Sweet Seventeenth”, jadi kemarin malam diadakan acara pengucapan syukur atas ulang tahunnya, serta pengucapan syukur atas kedewasaannya dalam iman (Sidi minggu yang lalu, 010412). Entah kenapa, satu jam lima belas menit sebelum acara dimulai, listrik di daerah perumahan itu padam. Acara seharusnya mulai pukul 19.00, tapi akhirnya dimulai pukul 19.20, karena berharap listrik menyala mendekati waktu acara akan dimulai, tapi ternyata tidak menyala juga. Akhirnya, ibadah malam itu tetap diselenggarakan dengan penerangan seadanya, LILIN! ya, hanya ada cahaya itu. “Oh, Holy Night on Passover Sunday”, ya mungkin itu judul yang tepat untuk acara malam ini😀 hehe. Baru sekali-kali ini acara Paskah pake “oh, holy night”.

Dan, setelah ibadah selesai, listrik kembali menyala. Ga jadi candle light dinner deh😀 hehehe (#3 “tidak makan di rumah”). Ohya, tapi, justru di ibadah ini aku mendapatkan “sesuatu”Ayat Alkitab yang dibawakan dalam khotbah terambil dari Filipi 1 : 27-30. Surat untuk jemaat di Filipi ditulis oleh Rasul Paulus untuk mendorong mereka untuk maju agar mengenal Tuhan dalam persatuan, kerendahan hati, persekutuan, dan damai sejahtera (Alkitab Sabda). Namun, rasanya surat itu tidak hanya ditulis untuk jemaat di Filipus, rasanya surat itu juga ditulis untuk kita, -aku dan kamu-. Ada empat hal yang ingin disampaikan melalui ayat ini, tentang hidup untuk berpadanan dengan Injil Kristus:

  1. Berdiri Teguh, Tidak Goyah
  2. Berjuang dalam Iman
  3. Tidak Gentar oleh Lawan
  4. Siap Menderita untuk Tuhan

Yup! Melalui ayat ini, dan khususnya hari ini, sembilan April, enam tahun yang lalu, aku mengikrarkan janji di hadapan Tuhan dan jemaatNya, a.k.a Sidi, aku diingatkan kembali untuk merenungkan apakah selama enam tahun ke belakang aku sudah hidup berpadanan dengan Injil? Bagaimana dengan kamu?🙂 Mari sama-sama meresponi cinta Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita yang dinyatakanNya melalui kematian dan kebangkitanNya dengan hidup berpadanan dengan Injil Kristus. Feliz Pasqua!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s