Rabu Abu, 040412

Rabu Abu tahun ini dihiasi dengan ibadah gabungan di gereja. Aku berangkat dari Bandung, tadinya mau ke Jakarta hari ini, tapi entah kenapa hasrat ingin pulang mendesak sekali, akhirnya kuputuskan untuk ke Jakarta kemarin sore. Ada banyak rintangan yang cukup sempat membuatku riweuh, ceritanya di mari aja yak :D Nah, ini beberapa catatan yang ku dapat dalam perenungan Rabu Abu tahun ini, cekidot:

Hari ini adalah Hari Doa GPIB ternyata, dan di GPIB sendiri (biasanya) ibadah hari Rabu itu ibadah rumah tangga, khusus di GPIB Torsina Jakarta (gerejaku) ibadah hari ini dipusatkan dan digabung di gereja dengan menggunakan tata ibadah khusus “Hari Doa GPIB”.

Ayat Alkitab yang dibahas terambil dari Yeremia 15:10-14, judul perikopnya adalah Pergumulan Yeremia. Yeremia bergumul karena dia sudah berusaha melakukan tugas pelayanan dengan sebaik-baiknya, dan rela meninggalkan kesenangan-kesenangan demi tugas itu. Disamping itu, Tuhan memberi kesan akan selalu menyertai dia dalam menjalankan tugasnya. Namun yang terjadi ialah, ia selalu menemui kegagalan dalam menjalankan tugasnya. Orang tidak percaya kepada perkataannya. Bahkan ia selalu dikutuk dan diserang oleh bangsanya baik secara fisik maupun batin. Disinilah ia merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan dia. Dan menurut dia, itu tidak adil. Ketakutan dan kegelisahan sangat menghantuinya sehingga dia mempertanyakan misi yang Allah berikan, bahkan mempertanyakan kesetiaan Allah itu sendiri. Dalam kekecewaannya terhadap Allah, apakah membuat Allah marah?. Dalam ayat selanjutnya Tuhan sendiri tidak marah karena Yeremia bergumul dengan hati yang jujur dan tulus dihadapan-Nya.

Dalam menyambut masa PraPaska ini (Rabu Abu-Kamis Putih-Jumat Agung-Sabtu Suci-Minggu Paska), ada benang merah yang bisa ditarik dari renungan Pergumulan Yeremia ini dengan Pergumulan Tuhan Yesus di atas kayu salib. Pergumulan Tuhan Yesus dinyatakan melalui tujuh perkataan terakhirnya di kayu salib.

  1. Lukas 23:34 “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
    Ucapan ini menyatakan bahwa Tuhan Yesus ga cuma ngomong doang tentang “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Mat 5:44), tapi Dia langsung memberikan teladan untuk mendoakan musuh-musuhNya. Dan juga tentang “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;” (Mat 6:12). Ucapan pertama merupakan sebuah DOA. Doa untuk mengampuni musuh-musuhNya.
  2. Lukas 23:43 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
    Ucapan ini menjadi sebuah tanda pertobatan dan janji keselamatan pertama, langsung dari atas kayu salib, di bukit Golgota. Salah seorang penjahat yang “senasib” dengan Tuhan Yesus di salib bertobat dan hanya meminta Tuhan mengingatnya pada waktu Dia datang sebagai Raja (Luk 23:42). Namun, lebih dari itu, tidak hanya sekedar mengingat penjahat yang “senasib” itu, Tuhan Yesus justru membuka pintu surga dan memberikan janji keselamatan itu.
    Di tengah-tengah masa “sekarat”Nya, Tuhan Yesus masih mau memberikan “solusi” untuk orang yang sedang “kesusahan” mencari “jalan keselamatan”.
  3. Yohanes 19:26-27  “Ibu, inilah, anakmu!” | “Inilah ibumu!”
    Ucapan ini menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap keluargaNya (keluarga jasmaniNya). Tuhan Yesus memercayakan Yohanes (murid yang dikasihiNya) untuk menjaga Maria, ibuNya (ibu jasmaniNya), yang menurut beberapa penafsir Alkitab, kala itu Maria Ibu Yesus sudah menjadi janda.
  4. Matius 27:46 “”Eli, Eli, lama sabakhtani?”* Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
    Ucapan ini menyatakan bahwa Tuhan Yesus bergumul karena Dia merasa Allah meninggalkanNya. Mat 27:45 menyatakan bahwa “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Tanda alam ini menandakan bahwa Allah tidak kompromi dengan dosa yang harus ditanggung oleh Tuhan Yesus, makanya Tuhan Yesus merasa ditinggalkan oleh Allah dan harus menjalani ini semua sendirian.
    SALIB menjadi tanda kemurkaan Allah terhadap dosa manusia, sekaligus menjadi tanda kemurahan kasih Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Pernyataan dua sifat Allah: Kasih dan Adil hanya dapat ditemukan dalam Pengurbanan (sacrifice, not victim) Tuhan Yesus di kayu salib. (Ilustrasi Jendral Shamila).
  5. Yohanes 19:28 “Aku haus!”
    Ucapan ini menjadi sebuah tanda puncak penderitaanNya. Setelah mengalami penyiksaan yang berat, Tuhan Yesus merasa haus, dan ini juga menjadi tanda bahwa Dia sudah dekat dengan ajalNya (“Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai,” Yoh 19:28a). Rasa haus ini juga menandakan bahwa Tuhan Yesus adalah manusia sejati, dan dalam menjalankan dan menunaikan tugas pelayanannya Dia tetap memerhatikan kondisi jasmaninya.
  6. Yohanes 19:30 “Sudah selesai.”
    Ucapan ini merupakan ucapan yang mempunyai makna terbesar sepanjang ucapan yang pernah dikatakan Tuhan Yesus. Ucapan ini sangat berarti karena menyatakan “keselesaian” Tuhan Yesus menjalankan dan menunaikan tugas pelayananNya untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Tuhan Yesus berkata “Sudah selesai.” bukan dengan nada kekalahan atau kelemasan, tapi dengan nada kemenangan.
    Janji keselamatan yang awalnya hanya berlaku untuk penjahat  yang “senasib” denganNya (ucapan kedua), tapi juga berlaku untuk setiap orang yang mau percaya kepadaNya.
  7. Lukas 23:46 “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”
    Ucapan ini menyatakan penyerahan diri-nyawa-roh (roh mempunyai hubungan yang erat dengan Allah, berhubungan dengan kekekalan dalam kehidupan yang akan datang, 1 Tes 5:23, Ibr 4:12) Tuhan Yesus kepada Allah. Penyerahan diri di akhir kehidupan jauh lebih penting daripada penyerahan diri semasa hidup. Karena penyerahan diri di akhir kehidupan menyatakan pengharapan kita kepada Allah untuk memelihara kehidupan kita di masa yang akan datang-kehidupan kekal. (berdoalah supaya pada saat akhir hidup kita, kita masih bisa berkata-kata dan menyerahkan diri kita kepada Allah).

Melalui perenungan tujuh perkataan salib ini, ada beberapa hal yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Ucapan Pertama: berdoa dan mengampuni musuh.
  2. Ucapan Kedua: menolong, memberikan solusi, kepada orang yang kesusahan.
  3. Ucapan Ketiga: bertanggung jawab kepada keluarga (sampai akhir hidup).
  4. Ucapan Keempat: rela berkorban bagi banyak orang, tidak egois.
  5. Ucapan Kelima: dalam menjalankan tugas pelayanan, tidak hanya hal rohani yang diperhatikan, tetapi juga jasmani.
  6. Ucapan Keenam: menyelesaikan tugas pelayanan yang dipercayakan dengan baik. (jadi inget “lo udah start, sampe finish dong” ~film Catatan Harian Si Boy udah ada sejak 2000 tahun yang lalu😀)
  7. Ucapan Ketujuh: penyerahan diri dalam kehidupan.

Beberapa sumber tentang “Pergumulan Yeremia”:

  1. http://marthabelawatitarihoran.wordpress.com/2012/04/02/bergumul-dan-berseru-tema-rabu15/
  2. http://effatha.org/index/content/id/2667
  3. http://blog.sahusilawane.net/2012/04/bergumul-dan-berseru.html

Melalui momen PraPaska dan Paska tahun ini, aku berharap hubunganku denganNya semakin membaik dan terus semakin baik😀 karena “Life with God is not about a religious, but it’s about a relationship.”

3 thoughts on “Rabu Abu, 040412

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s