Persekutuan Doa Kota – Maret 2012

2 Korintus 4 : 1-9, 16-18
“Buka Semangat Baru”

Menurut KBBI OnlineSEMANGAT berarti

  1. [kata benda] roh kehidupan yang menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati (menurut kepercayaan orang dulu dapat memberi kekuatan): seorang dukun di desanya dapat memanggil –;
  2. seluruh kehidupan batin manusia: — budak dan — pengemis harus kita berantas sampai ke akar-akarnya;
  3. isi dan maksud yang tersirat dalam suatu kalimat (perbuatan, perjanjian, dsb): bertentangan dengan — perjanjian;
  4. kekuatan (kegembiraan, gairah) batin: — rakyat semakin berkobar setelah mendengar pidato itu;
  5. perasaan hati: terpengaruh oleh — kedaerahan;
  6. nafsu (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb: hendaknya diusahakan supaya — bekerja para pegawai negeri jangan luntur; jatuh — , hilang keberanian; cabar hati; kecut hati

Semangat menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan ini. Kehidupan yang dengan tidak mudah untuk dijalani. Kehidupan yang bukan tanpa tantangan untuk dihadapi. Di tengah kesulitan menjalani hidup dan tantangan yang menghadang itulah kita membutuhkan bahan bakar yang namanya semangat. Dengan semangat yang berkobar, setiap tantangan akan dijalani dengan sukacita dan setiap kesulitan akan dilihat sebagai “bumbu-bumbu” dalam menikmati asam-garam kehidupan.

Begitu juga dalam pelayanan. Kita membutuhkan sebuah semangat untuk menjalani pelayanan yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita. “Buka Semangat Baru”, di semester yang baru, diharapkan setiap kita mempunyai semangat yang baru juga dalam menjalani pelayanan di semester ini. Berikut ada sedikit ulasan renungan tentang semangat dalam pelayanan yang disampaikan oleh bang Dedi:

Pelayan-an berasal dari kata:

  • douleo: keterikatan antara pelayan dan tuannya; dulos: budak, dan hidupnya terikat 100% oleh tuannya.
  • diakoneo: melayani untuk memenuhi kebutuhan orang lain, bukan untuk diri sendiri, tapi untuk sesamanya.

“sebagai mahasiswa, seharusnya pelayanan yang dijalani sebagai diakoneo”

Ada 4 gambaran pelayanan menurut Paulus:

  1. (ayat 1) Pelayanan sebagai kemurahan Allah: pelayanan yang kita terima hanyalah karena kemurahan Allah, sehingga Paulus tidak tawar hati (tidak merasakan apa-apa, tapi [setidaknya] Paulus punya “beban” terhadap pelayanan, pelayanan yang dijalani bukan hanya terfokus pada “lelahnya” saja, tapi dapat “berkat” melalui pelayanan yang dijalani).
  2. (ayat 5) Pelayan menolong kita melihat diri kita sebagai seorang pelayan: menjadi seorang hamba adalah kemegahan yang sejati, tidak hanya sebagai hamba Tuhan, tapi hamba semua orang. *1 Kor 9:19 -> Paulus rela menjadi hamba, supaya dia dapat memenangkan banyak orang.melayani bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan orang lain.melayani adalah mengejar visi Ilahi dan mengerjakannya.
  3. (ayat 7) Pelayanan adalah bejana tanah liat: tanah liat menggambarkan kelemahan tubuh manusia. *di tengah-tengah ketidakmampuannya, kelemahannya, Paulus sadar bahwa Tuhan berotoritas dalam hidupnya dan membuatnya bergantung kepada Tuhan dalam hidupnya.
  4. (ayat 18) Pelayanan adalah sebagai kemuliaan yang kekal: pelayanan yang dijalani mungkin mengalami kesusahan, tapi itu semua dianggap Paulus sebagai penderitaan yang ringan jika dibandingkan dengan kemuliaan yang kekal.

Sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang pelayan:

  1. (ayat 1) Sikap yang harusnya kita miliki sebagai pelayan: Selalu dan senantiasa menyadari bahwa hanya karena kemurahan Allah, kita dipercayakan pelayanan ini. Sehingga kita taat menjalaninya.
  2. (ayat 5) untuk kemuliaan Allah bukan untuk diri pribadi. Pelayan sebagai sutradara, bukan aktris/aktor.

Pelayanan yang sesungguhnya adalah pernyataan ucapan syukur atas kemurahan Allah, supaya dalam menjalaninya tidak tawar hati dan untuk kemuliaan Allah. Sambutlah setiap pelayanan dengan sukacita. Biarlah Dia yang semakin besar, aku yang semakin kecil. Pelayanan bukan untuk mengejar surga, tapi pernyataan ucapan syukur karena sudah diberikan surga. Pelayanan menjadi fondasi untuk masa depan kita dalam menjalani hidup.

“Sebagai pelayan dibutuhkan kerjasama yang baik (seorang akan yang lain). Tetap semangat menjalani panggilan Allah melalui pelayanan yang dipercayakan. (Roma 12:11-12)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s