ini caraku, apa caramu? :)

Sehatnya Jadi Pendonor Darah
REPOST dari http://id.she.yahoo.com/sehatnya-jadi-pendonor-darah-153419023.html

Ghiboo.com – Setiap tetes darah yang disumbangkan tak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

Donor darah dapat menurunkan resiko jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Oksidasi ini akan menumpuk pada dinding arteri dan semakin memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Jika donor darah rutin dilakukan, maka jumlah zat besi dalam darah lebih stabil.

Donor darah juga dapat membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah. Sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

Bagi penderita obesitas, donor darah juga bisa menjadi program diet yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori sekitar 650 kalori. Jumlah kalori ini cukup untuk membuat lingkar pinggang Anda jadi ramping.

Ikut kegiatan donor darah juga menjadi ajang check-up gratis bagi Anda. Sebelum darah Anda diambil, pendonor akan diperiksa kesehatannya oleh petugas. Dengan demikian, pendonor bisa mengetahui bila ia mengidap penyakit serius, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria.

Pendonor tak hanya mendapatkan kesehatan secara fisik, melainkan juga akan sehat secara psikologis. Menyumbangkan sesuatu yang tak ternilai kepada orang yang membutuhkan akan membuat Anda merasa puas psikologis.

Lantas, masih ragu tuk jadi pendonor? Ayo, segera donor darah!

Beberapa Manfaat Lain dari Donor Darah, cekidot!😀

Ini beberapa cerita tentang bagaimana caraku berbagi kasih kepada sesama🙂

Donor Darah Pertama, 23 Maret 2010
Setelah berkali-kali melewatkan kegiatan donor darah di kampus, padahal temen sekelas yang adalah anak KSR,  udah sering ngajak ikut donor darah. Banyak pertanyaan melintas di pikiranku sebelum benar-benar meyakinkan diri untuk ikut donor. Ternyata ada beberapa proses pemeriksaan yang harus dijalani sebelum kita dilayakan untuk donor darah. Yang pasti ada pemeriksaan tekanan darah [120-140/80-100 mmHg], Hb [12,5 g/dl atau lebih] dan berat badan [50 kg atau lebih]. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, aku diperbolehkan untuk donor hari itu. Ohya, teman-temin yang belom pernah donor, jangan takut [kecuali takut jarum, handsup awak mo ngasih advice-nya haha], karena ada dokternya yang jaga, jadi kalo ada apa-apa bisa konsultasi sama dokternya.

Donor Darah Kedua, 16 Februari 2011
Berhasil jadi pendonor yang pertama, hasrat ingin donor muncul lagi, eh tapi ini bukan ketagihan loh ya😀 saya senang dengan kegiatan ini [kalo abis donor kan pasti diplester tuh, aku memang senang pake plester atau perban. Bahkan waktu kecil yang tak lukapun ku plester, haha *persis film Petualangan Sherina “yang nempel, biar aja nempel, biar kaya jagoan”]. Senang bisa membagikan sesuatu saat yang saya punya hanya darah saya, “when money is not everything”.

Donor Darah Ketiga, 8 Mei 2011
Donor darah yang ketiga bukan di kampus😀 di GII Dago. Sebelum donor darah itu udah cari-cari event donor darah di kampus tapi ga nemu-nemu. Alhasil ada donor darah di GII, selesai ibadah langsung ngantri, hehe. Ohya, kalo inget donor di sini, inget kejadian “iseng” bersama Irvin.

Donor Darah Keempat, 7 Agustus 2011
Sama dengan donor ketiga, bukan di kampus, kali ini di GPIB Bethel. Dalam rangka HUT Gerakan Pemuda, mereka ngadain aksi donor darah. Tadinya ga mau ikutan, karena ngerasa ga fit dan kurang istirahat, tapi akhirnya melangkahkan kaki juga ke Ruang Serba Guna. Dan setelah melewati beberapa pemeriksaan, saya diperbolehkan ikut donor😀

Donor Darah Kelima, 10 November 2011
Donor darah kelima adalah donor darah paling niat selama ikut donor darah. Mau tau cerita lengkapnya? mampir di mari :D

Inilah salah satu caraku berbagi kasih dengan sesama. Berbagi kasih di saat aku tidak mempunyai cukup uang untuk kubagikan, tapi aku masih punya darah yang bisa ku bagikan  kepada sesama. Dengan donor darah, bisa saja kita menjadi pahlawan bagi orang lain. Dengan donor darah, bisa saja kita menjadi malaikat bagi orang lain. Dan dengan donor darah, bisa saja kita memberikan harapan hidup bagi orang lain. Salah satu pariwara di televisi berkata “ini ceritaku, apa ceritamu?”, tapi aku berkata “ini caraku, apa caramu?” :D

Lebih lanjut tentang donor darah baca ini http://www.facebook.com/groups/blood4life.web.id/doc/270597149670480/

Info tentang Donor Darah ada di Group FB “Blood4Life” : http://www.facebook.com/groups/blood4life.web.id/

One thought on “ini caraku, apa caramu? :)

  1. Pingback: priskayuninda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s