Mother, How Are You Today?

Mother, how are you today?

Chorus:
Mother, how are you today?
Here is a note from your daughter.
With me everything is ok.
Mother, how are you today?

Mother, don’t worry, I’m fine.
Promise to see you this summer.
This time there will be no delay.
Mother, how are you today?

Verse:
I found the man of my dreams.
Next time you will get to know him.
Many things happened while I was

ya, mungkin Refrain lagu itu yang pas menggambarkan suasana hatiku minggu lalu. Rasa ingin pulang ke rumah begitu dashyat merasuk kalbu. Hantaman homesick datang bertubi-tubi. Namun, apa daya tangan tak sampai memenuhi keinginan diri. #eeaa😀

Entah kenapa pengen banget pulang dari minggu lalu, nanya ke rumah, baik-baik aja katanya, nyokap cuma bilang alergi debu, badannya gatel. Tapi, kok kenapa pengen banget pulang ke rumah ya? Udah rencana mau pulang hari Jumat, ternyata jalan tol ditutup karena ada demo buruh. Selain itu, ada perpisahan sodari PA yang mau kerja keluar negri, jadinya hari Minggu, gereja bareng keluarga PA😀 Alhasil pulang ke Jakarta hari Senin. Dan kamu tahu? pasti ga tau kecuali yang udah ku ceritain😛 hehe.

Senin pagi, aku sms nyokap: “gimana mam gatelnya?” [ga dibales :(]. Siang aku pulang ke Jakarta naik travel. Sampe di Jakarta, turun dari travel, tak nampak batang hidung bokap, berarti bokap ga jemput. Ya udah, naik angkot aja deh kalo gitu. Di pertengahan perjalanan pulang, nyokap sms [bales sms tadi pagi]: “gatelnya tambah parah, perih. udah sampe mana?” | “loh? udah ke dokter belum?dokter bilang apa? deket rumah opung Hutapea, mam” | “udah, kata dokter herpes” | [hancur tak sampai berkeping-keping baca sms ini :’) kenapa nyokap tega ga ngasih tau sakitnya? mikirin aku yang nun jauh di sana supaya ga stress? kok tega? kok berani nyokap bilang “baik-baik aja, sehat-sehat aja” padahal dia nahan rasa sakit?] “udah diobatin berarti? dapet obat? salep? bedak?” | “iya, banyak obatnya, ya salep, ya bedak” | “ya udah, diminum obatnya biar cepet sembuh” | “tanggal 1 kebaktian di rumah” | “oh, ya udah pas kalo gitu aku pulang sekarang, bisa bantu-bantu”. [cerita tentang tanggal 1]

Sampe rumah, baru inget status FB yang di atas itu.

Ya, itulah mungkin yang Ibu Soed bilang: “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia”. Lagu yang begitu sederhana, tapi bagiku pribadi punya makna yang sangat besar dan berarti sangat.

“Tuhan berkati ibuku; aku berutang padanya atas keberadaanku dan harapanku.” —Abraham Lincoln

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s