Via Dolorosa (bagian 2)

Kemarin, 15 Januari 2012

Ikut ibadah di GPIB Torsina Jakarta dan hari itu ada pertukaran mimbar untuk pendeta, jadi Pelayan Firman pagi itu dari GPIB Marturia [bisa dibilang Marturia itu “anaknya” Torsina :D]. Ibu pendeta ini Jowo banget logatnya, tapi gaya bicaranya ahlamak kaya pelawak😛 mukanya serius, matanya mendelik, tapi bisa bikin jemaat ketawa dan tanpa rasa bersalah beliau tak ikut tertawa. Pembahasan Firmannya ga ribed, santai, tapi kata-katanya nancep pisan dan gaya berdoanya juga ga bertele-tele, hehe.

Ayat Alkitab di Hari Minggu kedua Epifania, terambil dari Kejadian 17 : 1-6, tentang perjanjian Allah dengan Abraham untuk menjadikannya sebagai bapa sejumlah besar bangsa dan melalui keturunannya akan berasal banyak raja-raja. Perjanjian atau kontrak yang Allah buat dengan Abraham tidak hanya berlaku untuk Abraham, tapi juga untuk kita pada masa kini. Tuhan berjanji akan menjadikan Abraham sebagai bapa sejumlah besar bangsa, tapi ada syarat yang harus Abraham penuhi, yaitu hidup benar di hadapan Tuhan. Janji penyertaan Tuhan kepada keturunan Abraham juga tidak hanya berlaku untuk Abraham, tapi juga untuk kita pada masa kini, hanya ada syarat yang harus kita penuhi: “hidup benar di hadapan Tuhan”.

“Tuhan tidak pernah iseng atau basa-basi dalam janji penyertaanNya! Selamat berjuang menjalani 2012 dengan hidup benar di hadapan Tuhan.”

Denger kata-kata penutup dari ibu pendeta yang cihuy ini, langsung inget yang namanya cinTA. Heu..galau lagi deh😀 hahaha. “Tuhan tidak pernah iseng atau basa-basi dalam janji penyertaanNya! yaaaaaaa, Tuhan, Dikau tak pernah iseng atau basa-basi, dan kalau ini [cinTA] bukan hal yang baik, tak akan Tuhan menyertaiku sampai sejauh ini. Eben Haezer: sampai di sini Tuhan menyertai kita dan Immanuel: Tuhan menyertai kita sampai selama-lamanya. Karena Eben Haezer dan Immanuel, aku mengucap syukur :’)

Tak ku tahu kan hari esok namun langkahku tegap
Bukan surya ku harapkan karna surya kan lenyap
Oh tiada ku gelisah akan masa menjelang
Ku berjalan serta Yesus maka hatiku tentram

Reff:
Banyak hal tak ku fahami akan masa menjelang
Tapi trang bagi ku ini tangan Tuhan yang pegang

Reff:
Kau selalu punya cara untuk menolongku
Kau selalu punya jalan keajaibanMu
Kau dahsyat dalam segala perbuatanMu
Dan ku tenang didalam caraMu

Tak kan ku ragu Tuhan
JanjiMu yang menghidupkanku
Hanya padaMu Tuhan ku berseru
Dan mataku tertuju padaMu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s