Kaleidoskop 2011

Dua Ribu Sebelas: Tahun Pemulihan

Walk With GOD

I’ll walk with God from this day on.
His helping hand I’ll lean upon.
This is my prayer, my humble plea,
May the Lord be ever with me.

There is no death, tho’ eyes grow dim.
There is no fear when I’m near to Him.
I’ll lean on Him forever
And He’ll forsake me never.

He will not fail me
As long as my faith is strong,
Whatever road I may walk along.

-Words by Paul Francis Webster-

#Januari 2011

Bulan pertama di dua ribu sebelas, bulan dimana aku berharap supaya semua harapan di tahun yang baru dapat terpenuhi. Bulan yang penuh pengharapan untuk menjalani hidup yang baru di tahun 2011. Bukan berarti dengan mudah menaruh kepercayaan kepada Tuhan, bahwa Tuhan pasti akan menyertai 365 hari di 2011 seperti Tuhan menyertai 365 hari di 2010.

#Februari 2011

Bulan kedua di dua ribu sebelas, bulan dimana aku mulai bergumul dengan yang namanya Tugas Akhir (#eh kesebut tuh, sengaja :D). Bolak-balik cari topik, judul, metode, sambil mikirin kuliah juga yang masih harus dijalani. Bulan dimana Tuhan boleh sertai perjalanan bahtera rumah tangga bokap-nyokap selama 27 tahun🙂

#Maret 2011

Bulan ketiga di dua ribu sebelas, bulan pemulihan HPDS setelah 2 tahun bergumul🙂 Dan di bulan ini, lukisan hidupku hanya punya dua warna, warna yang sangat kontrast: warna terang dan gelap. Dalam satu bulan ada suka dan duka. 19 Maret 2011 menjadi warna terang: keluarga besar bokap punya 1 anggota baru (pernikahan sepupuku), sementara salah satu PakDeku sedang terbaring sakit. Sampai pada akhirnya 30 Maret 2011 menjadi warna gelap: PakDeku pergi untuk selamanya meninggalkan kami semua.

#April 2011

Bulan keempat di dua ribu sebelas, bulan dimana aku bergumul dengan “getsemani”ku. 25 April 2011 jadi tanggal bersejarah buatku, di hari ini aku seminar proposal TA🙂 Kenapa ku bilang di bulan ini aku bergumul dengan “getsemani”ku? Nah, bulan April itu kan biasanya bulan paskah, bulan peringatan dimana Tuhan Yesus bergumul di Taman Getsemani sebelum Dia melakukan karya penyelamatan di kayu salib. Begitu juga dengan apa yang ku alami di bulan ini. “Getsemani”ku adalah seminar proposal TA. Waktu itu, sebelum seminar harus cari 2 dosen untuk meriksa proposal TA (Desk Evaluation). Satu dosen pembimbingku sekarang dan satu lagi dosen lain. Dosen lain inilah yang bikin aku berasa ada di taman getsemani satu malam sebelum seminar. Waktu nge-DE proposal beliau bilang, “kamu yakin sama judul kamu ini?” | “yakin bu” | “kok saya ga yakin yah, kenapa kamu ngambil tentang SMA? kenapa ga tentang telekomunikasi aja?” | diem | beliau ngasih nilai DE= 60 (syarat minimal biar bisa seminar). Satu malam sebelum seminar, jadi takut, kalau-kalau ketemu dosen penguji yang kaya beliau ini, kalo gagal berarti harus ngulang cari judul-dst. “Kalo bisa ga usah seminar deh Tuhan, langsung aja” (Kalau boleh cawan ini lalu dari padaku, tapi jangan kehendakku, melainkan kehendakMu yang terjadi). Malam itu benar-benar pasrah sempurna, nyiapin hati kalo emang ternyata gagal seminar dan harus ngulang. Besoknya, makin berasa berada di kayu salib. Waktu Tuhan Yesus berada di atas kayu salib, Dia merasa ditolak Allah (karena menjadi dosa karena manusia) dan merasa ditolak umat manusia (yang meminta Dia untuk disalibkan). Aku? aku merasa ditolak dosen (kalau gagal seminar) dan merasa ditolak orang rumah (kalau aku mundur seminar, ga jadi seminar dan lari dari kenyataan😀 haha). Coba menjalani apa yang bisa kujalani, ternyata aku bisa berhasil di seminar, bahkan mendapatkan nilai yang baik, teramat baik *thanks Dear.

#Mei 2011

Bulan kelima di dua ribu sebelas, bulan dimana aku mensyukuri atas penyertaan Tuhan ke nyokap dan abangku. Nyokap disertai selama 51 tahun dan abangku disertai selama 25 tahun dalam hidupnya.

#Juni 2011

Bulan keeenam di dua ribu sebelas, bulan dimana aku mensyukuri atas penyertaan bokap. Bokap disertai selama 56 tahun dalam hidupnya. Dan di bulan ini juga Tuhan pulihkan studiku😀 akhirnya dapet jawabanNya, dan ternyata harus nunggu 1 semester untuk menantikan jawabanNya.

#Juli 2011

Bulan ketujuh di dua ribu sebelas, bulan yang penuh dengan kegalauan  untuk menjalani semester yang baru. Semester plus-plus😀

#Agustus 2011

Bulan kedelapan di dua ribu sebelas, bulan yang penuh dengan pergumulan😀 Beberapa kali Tuhan panggil aku untuk bergabung pada salah satu pelayanan. Bulan yang benar-benar menyadarkanku bahwa Tuhan itu berotoritas dalam hidupku. “Kalau kita sudah dibayar lunas dan menjadi milikNya, berarti terserah Tuhan mau melakukan apa” (ibarat beli mobil, kalo udah dibeli berarti udah jadi milik kita, berarti terserah kita juga mau ngapain itu mobil).

#September 2011

Bulan kesembilan di dua ribu sebelas, kembali lagi menjadi bulan yang diwarnai dengan dua warna kontras. Warna terangnya adalah aku bisa melayani di Bible Camp PMK ITT dengan menjadi pengarang Theme Song BC bersama Rico dan Samuel. Dan warna gelapnya adalah ada satu lagi orang yang kami sayang, pergi meninggalkan kami. Walaupun beliau bukan opa kandungku, tapi kekeluargaan kami sudah sangat dekat.

#Oktober 2011

Bulan kesepuluh di dua ribu sebelas, bulan dimana aku mensyukuri 30 Oktober ke tujuh bersama PANDA dan 31 Oktober ke dua puluh dua bersamaNya.

#November 2011

Bulan kesebelas di dua ribu sebelas, bulan regenerasi dan akhir dari komitmenku melayani di PMK IT Telkom. Bersyukur kalau pada akhirnya aku bisa menyelesaikan komitmenku dengan baik.

#Desember 2011

Bulan keduabelas di dua ribu sebelas, bulan terakhir di dua ribu sebelas.  Makna Natal tahun ini bagiku adalah pengorbanan dan perubahan. Bulan ini menjadi bulan perenungan selama satu tahun ke belakang yang sudah ku jalani bersamaNya. Setiap warna-warni dalam setiap lukisan kehidupan yang  Tuhan buat, aku mencoba untuk selalu bersyukur dan tidak terlalu fokus pada setiap masalah yang terjadi.

Mungkin ini bisa jadi gambaran perbincangan antara kita dengan Tuhan dalam menghadapi tahun dua ribu dua belas:

manusia: “Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” Keluaran 33 : 15 [jika Engkau sendiri tidak membimbing kami menjalani hidup di tahun dua ribu dua belas, janganlah suruh kami berangkat dari tahun dua ribu sebelas ini]

Si Doi: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” Yosua 1 : 8-9

Memang lebih enak duduk diam memandangi kaca spion kehidupan dan melihat setiap kenangan yang ada di masa lalu. Kenangan yang terlalu manis untuk dilupakan, namun mungkin menjadi kenangan yang terlalu sedih untuk dikenangkan. Namun, itu semua tidak akan menjadikan kita maju, kita hanya terpaku pada apa yang sudah berlalu. Itulah, kenapa kaca depan (di mobil) selalu lebih besar daripada kaca spion. Supaya kita tidak terfokus pada objek yang ada di belakang, tapi terfokus pada objek yang ada di depan.(NIW)

Kung Fu Panda
Yesterday is a HISTORY
Tomorrow is a MISTERY
Today is a GIFT, that’s why it’s called PRESENT

Kidung Jemaat No.416
Tersembunyi ujung jalan,
hampir atau masih jauh;
‘ku dibimbing tangan Tuhan
ke neg’ri yang tak ‘ku tahu.
Bapa, ajar aku ikut,
apa juga maksudMu,
tak bersangsi atau takut,
beriman tetap teguh.

Grace Alone

eyery promise we can make
eyery prayer ant step of faith
every difference we can make
is only by His grace

every mountain we will climb
every ray of hope we shine
eyery blessing left behind
is only by His grace

(chorus)
grace alone
which God supplies
strengh unknown
He will provide
Christ in us
our cornerstone
we will go forth in grace alone

every soul we long to reach
every heart we hope to teach
everywhere we share his peace
is only by His grace

every loving word we say
every tear we wipe awy
every sorrow turned to praise
is only by His grace

Ya, benar. Masih tersembunyi ujung jalan kehidupan kita, apakah hampir mendekati atau masih jauh? Tak ada seorangpun yang tahu. Pada akhirnya, jika Tuhan sudah menyertai kita selama 365 hari yang lalu, Tuhan yang sama akan menyertai kita selama 366 hari yang akan datang. Bersyukurlah, karena Eben Haezer: sampai di sini Tuhan menyertai kita dan Immanuel: Tuhan menyertai kita selamanya. Bersyukurlah, karena hanya dengan anugerah-Nya kita bisa menjalani dan mengakhiri tahun 2011 dengan baik. Bersyukur untuk tahun pemulihan studi, keluarga, HPDS, dan pemulihan-pemulihan lainnya😀

Kini tiba saatnya kita untuk berpisah
S’lamat tinggal tahun yang lama penuh kenangan
S’moga di tahun yang baru Tuhan memberkati
Kebahagiaan yang lebih dari tahun yang silam

aku siap menutup tahun 2011 dan membuka tahun 2012, Tuhan🙂 don’t leave me alone, let me always hold Your hand and deppend on You

selamat bersyukur untuk tahun 2011 dan selamat menjalani tahun yang baru 2012 bersamaNya
“Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.” Ulangan 31 : 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s