Bagaimana Dengan Mereka?

Bagaimana Dengan Mereka

Oh…, Betapa Indahnya
Hidup Kita Jalani
Tiada Waktu Terlewat
Tanpa Bahagia

Mari Lihat Keluar
Terkadang Kita Lupa
Kita Tak Sendiri
Menikmati Indahnya
Hidup Yang Di Berikan
Oleh Sang Pencpta

Bagaimana Dengan Mereka..
Yang Menjerit Karena Lapar
Yang Hidup Dari Belas Kasihan
Orang Sepeti Kita

Bagaimana Dengan Mereka
Yang Tak Punya Apa Apa
Apa Yang Telah Kita Buat
Karena Kita Diciptakan
Untuk Berbagi Hidup Dengan Mereka

Hari ini, Jumat 9 Desember 2011
aku ikut ibadah Jumatan ga seperti biasanya🙂 aku ikut ibadah Jumatan di PMK UnPa* Jl. Lengkong ditemenin sama Si Kitting😀, niatnya cuma nganter undangan Natal Perkantas, sekalian kunjungan ke PMKnya. Tapi lebih dari itu, Tuhan kasih lihat hal-hal lain yang tak terbayangkan sebelumnya. UnPa* punya 4 kampus yang berbeda: 1) Buah Batu, 2) Lengkong, 3) Taman Sari, dan 4) Setia Budi. Mereka ibadah tiap Jumat di sebuah gereja di Jl. Lengkong, bukan sesuatu hal yang mudah untuk bisa hadir di persekutuan tiap Jumat. Tuntutan jadwal kuliah yang masih berlangsung sampai jam11.00 [padahal ibadahnya harusnya mulai jam11.00 sampai jam13.00], kondisi jarak yang harus ditempuh, apalagi temen2 yang dari kampus Setia Budi, dan ga ada motor-harus naik angkot. Tapi yang luar biasanya tadi ada teman2 dari kampus Setia Budi masih menyempatkan diri untuk datang ibadah, hhmm, walaupun telat sih, tapi mungkin mereka sudah berusaha sekeras mungkin untuk bisa datang tepat waktu.

Selain itu, liturgi yang ada di sana berbeda dengan liturgi yang biasa aku ikuti di PMKku. Aku bukan bilang, liturgi di sana salah, tapi liturginya akan lebih baik jika mendapat sedikit “sentuhan”🙂. Mungkin lebih ke konsep acara dan musik dalam ibadah yang ku soroti di sini. Karena baru sekali dateng ke Jumatan di sana, aku kurang paham sih sebenernya tentang konsep acara dan musik dalam ibadahnya gimana. Tapi dari yang ku tangkap tadi, WLnya ga menjelaskan tentang tema, dan giliran pelayan Firman maju, beliau bilang “okeh, hari ini abang akan bagikan tentang penyembahan”, terkesan gimanaaaa gitu (bagiku pribadi)🙂 *sorry kalo salah, nah terus pas mo mulai ibadah, tadi pelayannya baru latihan, entah latihan terakhir atau latihan pertama, dan masih agak2 missed chord, juga kurang tepat nada dasarnya. Agak miris sih liat kondisi itu padahal aku sudah pernah dapat pelajaran tentang musik dalam ibadah sebelumnya dan kenapa ga ku bagikan? kondisinya, tadi itu aku baru pertama datang, masa mo langsung “ikut campur”? >.<

Okeh, cukup cerita tentang PMK UnPa*. Sekarang aku berkaca ke PMKku sendiri.

Bersyukur kalau PMKku:

  1.  adalah PMK yang mandiri, independen, tidak dibawahi oleh Lembaga Pelayanan manapun.
  2.  adalah PMK yang bisa memfasilitasi jemaatnya untuk belajar banyak hal.
  3. adalah PMK yang dengan mudahnya mengadakan ibadah Jumatan [pasti ada tempat untuk ibadah walaupun kadang pindah2 dan bikin repot sie.Perkap untuk angkat2 perlengkapan ibadah] dan tempat ibadahnya mudah untuk di jangkau karena jarak kampus-kosan-tempat ibadah ga sejauh Timur dari Barat.
  4. adalah PMK yang mempunyai  source pelayan altar yang sudah diperlengkapi di Persiapan Pelayan Altar sebelumnya.
  5. adalah PMK yang punya tulang punggung, pemuridan, Kelompok Kecil namanya.
  6. masih banyak hal yang bisa disyukuri.

Merenung kalau PMKku:

  1. walaupun sudah bisa memfasilitasi jemaatnya, terkadang belum bisa “dimanfaatkan” dengan baik.
  2. walaupun dengan mudahnya mengadakan ibadah-tanpa harus diusir dan ngumpet2, terkadang masih ada yang  ogah2an ikut persekutuan.
  3. walaupun punya source pelayan altar yang sudah diperlengkapi, terkadang masih kurang baik dalam mempersiapkan ibadah.
  4. walaupun punya Kelompok Kecil, terkadang masih kurang bertanggung jawab anggota KK di dalamnya [PKK dan AKK].
  5. mungkin masih banyak hal juga yang harus aku-kita renungkan, supaya PMK ini ga berjalan monoton dan statis dengan apa yang sudah ada selama ini.

Pada akhirnya, aku ingat lagu ini ♫ Mari Lihat Keluar / Terkadang Kita Lupa / Kita Tak Sendiri / Menikmati Indahnya / Hidup Yang Di Berikan / Oleh Sang Pencpta ♫. Hari ini aku diingatkan tentang lagu “Bagaimana dengan Mereka”, terbersit di pikiranku, lagu ini bukan sekedar tentang orang2 yang menjerit kelaparan jasmani, tapi lebih dari pada itu-kelaparan rohani. Ya, PMKku sudah cukup banyak mengalami pembekalan dan sudah banyak hal yang didapat, sudah saatnya PMKku berbagi dengan orang2 yang di luar, jangan terus2an jadi terang di tempat yang terang, tapi coba bagikan terang kita kepada lilin2 kecil yang sedang redup bahkan hampir padam terangnya.

Memang kita semua punya bagian masing-masing, ga mungkin semua orang “keluar”, siapa yang akan mengerjakan yang “di dalam”, tapi bukan itu poinnya, saya hanya ingin mengajak kita ♫ Mari Lihat Keluar / Terkadang Kita Lupa / Kita Tak Sendiri / Menikmati Indahnya / Hidup Yang Di Berikan / Oleh Sang Pencpta ♫🙂 [NIW]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s