#YNWA: You’ll Never Walk Alone

Dia Mengerti Perasaamu
Ayat Alkitab : Kisah Para Rasul 9 : 1-5

Banyak ahli sejarah gereja percaya bahwa pada abad 20 ada lebih banyak martir Kristen jika dibandingkan dengan jumlah martir selama 19 abad sebelumnya. Maka abad 20 bisa dikatakan sebagai “abad para martir”. Ribuan orang Kristen, baik laki-laki maupun perempuan, dari berbagai tempat di belahan bumi ini, telah dipenjarakan, disiksa, dan dibunuh karena iman mereka. Pertanyaan menggoda yang sering kali hinggap di dalam diri orang Kristen, “Apakah Yesus peduli? Apakah darah, perasaan dan kematian karena menjadi saksiNya itu merupakan sesuatu yang berarti bagiNya?”

Adalah baik kalau kita melihat sejarah martir dan sikap Yesus terhadap hal itu, sehingga kita memperoleh jawaban benar atas pertanyaan yang menggoda tersebut. Martir Kristen pertama adalah Stefanus. Dia dirajam batu sampai mati karena kesaksiannya tentang Yesus, dan orang muda yang bernama Saulus menyaksikan pembunuhan brutal tersebut. Sesaat setelah kematian Stefanus, Saulus mengadakan perjalanan ke Damsyik. Namun, ketika sampai di jalan dekat kota Damsyik, Saulus melihat cahaya yang membuatnya buta dan rebah seketika. Menarik untuk memerhatikan perbincangan Saulus dengan Yesus. “Jawab Saulus: ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ KataNyya: ‘Akulah Yesus yang kau aniaya itu.'” Perkataan Yesus jelas menunjukkan bahwa Dia peduli dan merasakan penderitaan yang dialami orang Kristen. Menariknya, Saulus tidak protes atas pernyataan Yesus itu. Itu artinya Saulus tahu persis bahwa tindakan bengisnya terhadap orang Kristen sama saja dengan melakukannya kepada Yesus. Jadi, setiap batu yang menghantam Stefanus, menghantam Yesus juga. Setiap hal yang dirasakan Stefanus, dirasakan Yesus juga.

Untuk memperoleh keselamatan itu mudah, yaitu dengan percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Tetapi, untuk hidup di dalam iman Kristen itu tidak mudah. Banyak godaan dan tantangan yang harus dihadapi. Ada yang karena imannya kepada Yesus, seseorang harus keluar dari rumahnya karena diusir oleh keluarganya. Ada juga yang dicoret dari daftar penerima warisan orang tua. Ada yang dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Tidak sedikit juga yang mengalami aniaya secara langsung. Tentu saja perasaannya tercabik-cabik, hati hancur dan sakit, fisikpun menjadi tidak berdaya sama sekali. Namun demikian, jangan buka peluang untuk satu pertanyaan, “Apakah Yesus peduli kepada saya?” Ingat, Dia tidak berubah. Whittle berkata, “Tidak pernah ada sebuah kelemahan yang Dia tidak turut merasakan. Tidak pernah ada sebuah kesakitan yang Dia tidak rasakan. Tidak pernah ada sebuah penderitaan yang Dia tidak peduli. Saat demi saat saya ada di bawah kepedulianNya.” Yakinlah akan hal ini, karena inilah yang akan membuat kita kuat dan tegar di dalam menghadapi masalah iman seberat apapun.

Kita tidak berjuang sendiri dalam mempertahankan iman kita, karena Yesus ada bersama dan sehati dengan kita.

sumber: Mana Sorgawi, 23 November 2011

When I say that I love you🙂

You feel that youre lonely
it doesn’t prove you are alone
you feel that nobody wants you
doesn’t mean that no one cares about you
listen to the words I say
that I will always be by your side
you mean everything to Me
I will never leave you cause I love u so..

You think that youre nothing
before Me you are something beautiful
you think that you cant do anything
but you can do a lot of things with Me
listen to the words I say
that I will always be by your side
you mean everything to Me
I will never leave u cause I love u so

When I say that I love you
it means I give the best for you
when I say that I love you
I will give everything for you
no more fear about the future
and blame for the past
I’ll give everything
when I say that I love you

I want you to know that I died for you
I want you to know that I give all My life
for you
When I say that I love You

Dia mengerti, Dia peduli🙂

Terkadang kita merasa
Tak ada jalan terbuka
Tak ada lagi waktu
Terlambat sudah

Tuhan tak pernah berdusta
Dia s’lalu pegang janji-Nya
Bagi orang percaya
Mujizat nyata

Reff:
Dia mengerti, dia peduli
Persoalan yang sedang terjadi
Dia mengerti, dia peduli
Persoalan yang kita alami

Namun satu yang dia minta
Agar kita percaya
Sampai mujizat menjadi nyata
Tuhan mengerti

kemaren, 23 November 2011

itu bahan SaTe ku kemarin pagi. bersyukur diingatkan tentang hal itu setelah hari sebelumnya mengalami keGALAUan akan cinTA. malamnya aku ikut ibadah syukur alpra, banyak teman-teman yang hadir sedang bergumul tentang cinTA/PA/sejenisnya🙂 satu hal yang kudapatkan, aku merasakan memperjuangkan cinTA ini sendirian, ada banyak orang di luar sana yang juga sedang berjuang #YNWA: You’ll Never Walk Alone, ya benar!😀 aku tak akan pernah jalan sendirian, karena ada mereka dan Dia🙂 bersyukur untuk komunitas yang Tuhan sediakan untuk terus mempertajam karakterku *toast*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s