Decision Support System Theology

“ LANGKAH TEPAT UNTUK MENGHINDARI KESALAHAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN” 

Hidup kita ini penuh dengan pilihan. Oleh sebab itu banyak orang yang mengatakan bahwa hidup adalah sebuah pertaruhan dari sebuah pilihan.

Karena hidup kita ini penuh dengan pilihan, maka dari itu berhati-hatilah dengan setiap pilihan yang hendak kita buat. Ingat Setiap keputusan apapun yang kita ambil itu merupakan pilihan yang telah kita buat. Dan Pilihan yang kita buat hari ini akan membawa dan menjadikan kita menjadi apa kelak.

Karena pilihan kita hari ini akan membawa dampak dalam hidup dan masa depan kita dimasa yang akan datang.

Pilihan yang salah tentu akan membawa dampak berupa kehancuran bagi hidup, namun pilihan yang tepat tentu akan membawa kita kepada keadaan yang lebih baik dari hari ini. Karena itu bijaklah dan berhati-hatilah setiap kita hendak mengambil sebuah pilihan, karena pilihan tidak pernah tidak membawa dampak bagi hidup kita, sekecil apa pun pasti ada dampaknya bagi kita.

Lalu apa yang perlu kita lakukan, supaya kita tidak salah dalam mengambil sebuah pilihan atau pun keputusan. Kejadian 13:1-18 memberi jawab akan hal ini.

1. JANGAN PERNAH LUPAKAN TUHAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN (Kejadian 13:1-13)

Jangan terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan. Lot melakukan kesalahan besar dalam hidupnya, yaitu dengan mengambil sebuah pilihan tanpa bertanya kepada Tuhan sebelumnya. Lot telah melakukan sebuah kekeliruan besar dengan mengambil sebuah keputusan tanpa melibatkan Tuhan.

Lot tidak secara sungguh mempraktekan hidup sebagai orang benar. Dia adalah orang yang suka kompromi dan mudah terpesona oleh keinginan mata. Lot bukanlah seorang atheis, 2 Petrus 2:7 memberitahu kita bahwa Lot adalah orang “benar”/ orang yang sungguh pecaya kepada Allah yang hidup sebagaimana Abraham. Namun Lot tidak secara sungguh mempraktekan hidup sebagai orang benar. Dia adalah orang yang suka kompromi dan mudah terpesona oleh keinginan mata dan terpikat oleh keinginan dagingnya.

Lot melakukan kesalahan fatal dengan tidak berdoa dulu sebelum dia mengambil jalan yang akan dia kunjungi. Keputusannya sepenuhnya didasarkan pada apa yang dia lihat/logika/ hitungan nalar manusia. Coba kita merenung, Sebarapa banyak kali kitapun membuat pilihan yang salah karena kita membuat keputusan menurut perasaan kita daripada mencari pimpinan Tuhan.

Saya yakin Seandainya Lot sudah mengetahui hasil akhir dari keputusannya itu

Dia tidak akan pernah “mendirikan kemahnya di dekat sodom”.

Mengapa Lot memilih seluruh lembah Yordan yang seluruhnya terairi?

Karena Daerah ini sangat subur dan indah. Secara dunia sangat menjanjikan.

Bahkan Disamakan dengan : Taman Tuhan” — ayat 10.

Dalam hal ini Lot telah melupakan ajaran Tuhan yaitu supaya menjauhi orang fasik, namun Lot justru bergaul dan hidup bersama dengan mereka dan bahkan tinggal diam bersama dengan mereka.

Ayat 13 “Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.”

Lot salah melangkah, Lot salah dalam mengambil keputusan, Lot salah dalam mengambil keputusan, karena dia dibutakan oleh pesona dunia, terjebak oleh pandangan mata dan keinginan hatinya. Karena dia tidak memakai hikmat tetapi memakai nalar manusia. Dia tidak meminta pimpinan Tuhan, tidak melibatkan Tuhan dalam setiap pilihan yang dia ambil.

Karena itu jangan buru-buru mengambil sebuah keputusan, sebuah pilihan. Doakan dulu sebelum anda mengambil pilihan, dan mintalah Tuhan yang berperkara atas pilihan anda tersebut.

2.   PUNYAILAH KEYAKINAN BAHWA TUHAN TAHU YANG TERBAIK BUAT KITA (Kejadian 13:14-18)

Yang kelihatan buruk belum tentu adalah benar-benar buruk.

Dibandingkan dengan Sodom dan Gomora memang Tanah Kanaan kalah subur, kalah indah dan kalah makmur.  Kanaan nampak tidak menjanjikan karena tanahnya kering dan tandus.  Tidak ada air yang melimpah sebagaimana yang ada di Sodom dan Gomora.  Tapi yang kelihatan buruk belum tentu benar-benar buruk.  Dan itu yang harus kita pahami.  Sebab yang buruk pun ditangan Tuhan bisa berubah jadi sangat baik.

Sepintas lalu memang jika dibandingkan, maka tanah Kanaan kalah pamor, kalah pesona dibandingkan dengan Sodom dan Gomora, tapi ditangan Tuhan tanah yang kering dan tandus ini, yang tidak berair ini justru menjadi tanah yang subur dan menjanjikan dan yang memberi masa depan bagi Abram dan anak cucunya.  Dan semuanya oleh kerena Tuhan.  Keterlibatan Tuhan mengubahkan semuanya.

Jadi tidak selamanya yang nampak subur, makmur dan menjanjikan itu benar-benar adalah hal yang terbaik buat kita.  Jadi jangan lekas kecewa, jika kita menerima hal yang nampaknya buruk, yang nampaknya tidak menjanjikan, sebab ditangan Tuhan semuanya bisa diubahkan.

Karena salah dalam mengambil keputusan, karena  salah dalam mengambil sebuah pilihan Lot kehilangan semuanya. Bukan hanya hartanya, tapi juga masa depannya dan bahkan sebagian dari keluarganya(istrinya menjadi tiang awan, beberapa anaknya tidak bersedia ikut dia dan akhirnya mati sia-sia oleh hujan abu dan belerang).

Sebaliknya karena mau melibatkan dan mengandalkan Tuhan, Abram  menerima dan mendapatkan berkat yang luar biasa dari Tuhan.  Tanah tandus, tanah kering, tanah tanpa air bukanlah masalah buat Tuhan.  Karena Tuhan itu adalah Allah yang perkasa dan maha kuasa.  Dan Tuhan selalu tahu yang terbaik buat kita.  Jadi yang utama libatkanlah Tuhan dalam setiap keputusan kita.  Ingatlah bahwa masa depan kita ditentukan oleh pilihan kita hari ini ini, karena itu berhati-hatilah dalam mengambil sebuah keputusan.  Jangan seperti Lot yang melupakan Tuhan.

Oleh: Pdt. Mathias P. Suparna, S.Th.

Sumber: Facebook🙂

lagi cari-cari source tentang Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK), eh nemu ginian🙂

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s