Tekun Menderita?

Tekun Menahan Tekanan

 Baca: Yakobus 5:7-11

Ayat Mas: Yakobus 5:11

Tekun itu banyak gunanya. Kita kerap mendengar nasihat orangtua: ”Tekunlah belajar …” atau ”Tekunlah dalam mengerjakan sesuatu ….” Dengan ketekunan, hasil dalam pekerjaan dan belajar bisa dicapai dengan baik. Dan, tekun harus dimulai dan dilatih dari sesuatu yang kecil.

Ketekunan juga berguna dalam hidup sebagai orang percaya, sebab ada banyak tekanan yang muncul sebagai konsekuensi dari iman yang kita miliki. Yakobus bahkan memberi anjuran agar umat Tuhan tidak hanya tekun bekerja, tetapi juga tekun dalam menderita. Ini bukan berarti umat diminta memilih jalan penderitaan dan karenanya mencari penderitaan. Bukan! Maksudnya, agar tatkala menghadapi penderitaan, umat Tuhan tidak menjadi patah semangat. Bahkan, penderitaan yang dihadapi dan disikapi secara kristiani akan menghasilkan kesaksian yang menguatkan banyak orang. Orang akan melihat dan belajar bagaimana kita menghadapi, berjuang, jatuh bangun, dan menang atas penderitaan. Sudah banyak tokoh iman yang membuktikan bahwa ketekunan dalam menghadapi penderitaan setidaknya menghasilkan dua hal: kehidupan rohani yang semakin tangguh danketeladanan yang memberkati hidup orang lain—khususnya yang menyaksikan pergulatan kita dengan penderitaan itu (ayat 11).

Apakah Anda sedang menderita—mungkin dalam karier, atau studi, atau keluargademi imanAnda? Jika ya, ingatlah bahwa Anda sedang berada di jalan yang sama dengan para nabi yang ”telah berbicara demi nama Tuhan” (ayat 10). Ketekunan Anda dalam mengelola penderitaan akan menjadi berkat bagi diri sendiri dan sesama.

HIDUP KITA YANG BERTEKUN ADALAH ALAT YANG DAHSYAT DI TANGAN ALLAH

Penulis: Daniel K. Listijabudi

sumber: http://renunganharian.net/

 

jadi inget film cin(T)a, dibilang “God is A Director” | “God is An Architect”

jadi inget juga lagu “..dunia ini panggung sandiwara..”

terkadang kita berada dalam “frame” senang-senang, ngakak-ngakak alias suka

tapi ga jarang juga kita berada dalam “frame” sedih-sedih, marah-marah, nangis-nangis alias duka

terkadang kita bertemu dengan “artis” lain yang “pro” dalam satu “frame”

tapi ga jarang juga kita bertemu dengan “artis”  lain yang “kontra” dalam satu “frame”

dan, karena hidup bukan suka-suka | bukan duka-duka | tapi hidup adalah suka-duka

pada akhirnya semua “frame” dalam hidup kita sudah dirancang dalam “skenario”Nya

dan “skenario” itu dibuat bukan tanpa tujuan, tujuannya adalah mendatangkan kebaikan

tujuannya adalah mengajak kita belajar sesuatu dan tak jarang Dia memakai “artis” lain untuk mengajarkan sesuatu kepada kita [“besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya”]

dan, karena terkadang kita “terpaku pada hasil tapi lupa proses” | “ingin cepat berhasil tapi tidak mau menjalani proses”

so? Tekunlah menikmati proses itu dan Tekunlah Menderita! :)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s