Tak Sanggup Sendiri

saat satu jari terluka,,sisanya pasti turut merasakan apa yang dirasakan si jari yang terluka..bahkan seluruh tubuh ini pun merasakannya juga..dan untuk melakukan suatu pekerjaan, yang ringan saja, pasti terasa sangat sakit, dan jari yang lain pun menjadi kesulitan karena kekurangan salah satu anggotanya.

Begitu juga dengan kita,, tak sanggup sendiri,, tanpa orang lain. Terlebih saat orang lain terasa menjengkelkan, tapi apa daya kita butuh mereka. Pada saat itulah kita harus menanggalkan jubah keegoisan dan menggantinya dengan jubah kesejahteraan bersama. Kita membutuhkan orang lain untuk mengerjakan hal-hal tertentu,,baik dalam bentuk moril maupun materil. Atau bahkan kita membutuhkan bantuan mereka dalam bentuk spiritual. DOA. yah,itu dia.

bukan sesuatu hal yang mustahil keadaan kita saat ini karena ada doa orang-orang di balik layar yang berdoa untuk kita. mari sama-sama menjadi orang di balik layar untuk orang-orang yang mengasihi dan kita kasihi

:Lima Jari Berdoa:

bila kita melipat tangan saat berdoa…

satu: Ibu Jari

ibu jari adalah jari yang paling dekat dengan tubuh kita.

mulailah berdoa untuk orang-orang yang dekat di hati kita. berdoa untuk orang-orang terkasih. berdoa untuk orang tua, kakak-adik, kakek-nenek, om-tante, amangboru-namboru, tulang-nantulang😉 [kekasih?! lah,,terserah :D]

dua: Jari Telunjuk

untuk menujuk sesuatu, atau pada saat kita mengajarkan sesuatu kepada orang lain, tidak jarang kita menggunakan jari yang satu ini [aneh,,kalo pake jari manis :p].

kemudian, berdoalah untuk para pengajar, guru, dosen, dan antek-anteknya. berdoa untuk para pengajar, baik pendidikan formal maupun informal.

tiga: Jari Tengah

jari yang satu ini adalah jari yang paling ‘tinggi’ di antara empat jari lainnya [ada yang kelingkingnya yang paling tinggi?! dahsjat ^^].

setelah itu, berdoalah untuk orang-orang yang mempunyai kedudukan tinggi, dalam hal ini kita berdoa untuk para pemimpin kita, dalam pemerintahan, dalam organisasi, pemimpin gereja, ataupun pemimpin-pemimpin lainnya.

empat: Jari Manis

dalam kelas kursus piano, jari manis merupakan jari yang paling lemah untuk menekan tuts piano.

selanjutnya, berdoalah untuk orang-orang yang lemah. mereka yang hidup di jalan, bapak-duda, ibu-janda, anak-yatimpiatu, lansia. ataupun mereka yang menjadi korban bencana alam, kekerasan, peperangan.

lima: Jari Kelingking

terakhir, jari ini jari yang terkecil. dan mempunyai urutan [~prioritas] terkahir.

setelah berdoa untuk orang lain, berdoalah untuk diri kita sendiri. mintalah kepada Tuhan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

-bersyukurlah untuk orang-orang yang bekerja di balik layar kehidupanmu, yang senantiasa berdoa syafaat untukmu yang tidak kau ketahui, karena tidak jarang apa yang kita dapatkan saat ini adalah salah satu jawaban doa mereka

-jadilah orang-orang yang terlibat dalam kehidupan orang lain, sekalipun hanya di balik layar kehidupannya, berdoa syafaatlah untuknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s