Solaced to be Solace, Blessed to be Bless

Dihibur untuk Menghibur

Bacaan hari ini: 2 Korintus 1:1-10

Ayat mas hari ini: 2 Korintus 1:3-4

“[3]Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, [4]yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”

Dua belas tahun yang lalu, saya bergabung dengan sekelompok relawan yang menolong para korban kerusuhan Mei 1998. Sejarah mencatat lembaran gelap ketika kerusuhan itu menyebabkan banyak rumah dibakar, banyak orang kehilangan anggota keluarga, dan banyak kaum wanita yang juga dinista.

Di tengah interaksi dengan para korban, seorang rohaniwan dalam kelompok kami terus mendorong para korban agar tidak terus menutup diri dalam ketakutan, keputusasaan, dan kekhawatiran. Sebaliknya, ia meminta mereka untuk bangkit, ikut menolong korban yang lain, ikut menyaksikan suara kebenaran, dan dengan demikian menunjukkan kekuatan mereka. Sebab jika tidak, mereka hanya akan terus terpuruk dan tenggelam dalam sikap mengasihani diri sendiri.

Surat Paulus kepada jemaat Korintus memberi contoh sikap positif kepada jemaat di tengah situasi yang sangat negatif. Dalam pelayanannya, Paulus telah mengalami banyak penderitaan (2 Korintus 11:24-27). Apakah kemudian Paulus mengeluh dan menjadi lemah karenanya? Tidak. Ia terus berharap kepada Tuhan dan meminta penghiburan dari Allah sendiri. Ia pun bangkit untuk tidak mengasihani diri, bahkan dikuatkan Tuhan untuk dapat menghibur orang lain.

Apabila kita ada dalam masalah, janganlah kita larut dan semakin terpuruk dalam masalah. Baiklah kita tidak mengeluh. Bahkan, alangkah baik jika kita pun membuka diri terhadap masalah yang dialami orang lain. Dan, meminta Tuhan memampukan kita untuk dapat pula menolong orang lain yang tengah berada dalam masalah

WALAU KITA TERJEPIT DAN TERPURUK PENGHIBURAN ALLAH MEMAMPUKAN KITA MENGHIBUR ORANG LAIN

Penulis: Henry Sujaya Lie

sumber: http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-12-11

“Dalam menjalani kehidupan ini, kita pun bisa saja mengalami kekecewaan; ketika harapan tidak terwujud, atau apa yang kita idam-idamkan hilang lenyap. Dalam situasi demikian, yang perlu selalu kita ingat adalah: jangan tenggelam dan berlarut-larut dengan kesedihan. Selain tidak akan menyelesaikan masalah, itu bisa mengundang kehilangan yang lain; mungkin kesempatan berharga, sahabat, atau bahkan kesehatan. Dan yang pasti, kita akan kehilangan rasa syukur atas apa yang ada. Sayang sekali, bukan?”

Kecewa berlarut bisa menghanyutkan kesempatan di depan mata

Saat ini kita mungkin tengah mengalami kehilangan/kekecewaan besar. Tidak ada salahnya kita bersedih. Yang salah kalau karena begitu larutnya dalam kesedihan, kita lalu lupa pada kehidupan yang masih harus kita jalani.”

Hidup tidak surut ke belakang maka jalani dengan menatap ke depan

1hal yang pernah ku dapet dari pengalaman waktu ngrasain ‘lembah hidup’: tetap bersyukur dengan setiap keadaan [walaupun sulit] dan tetap melangkah [walaupun berat]..sekarang mungkin kita sedih,tapi yakin deh..kita udah belajar 1tingkat lebih tinggi..nanti,kalo ada temen yang merasakan ‘lembah hidup’ yang lain..kita bisa kasih semangat😀 dan ngbuktiin kalo kita bisa nglewatin itu semua,bersamaNya pastinya..iya ga? :’) cheerup!”

hidup adalah anugrah dan [mempertahakan] hidup adalah perjuangan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s