Safe in God

Mendekap atau Meronta

Bacaan hari ini: Yakobus 4:1-10

Ayat mas hari ini: Yakobus 4:8

Suatu pagi seorang ayah mencoba menolong burung gereja yang terluka di depan rumahnya. Digenggamnya burung itu, tetapi ia terus meronta ketakutan lalu terbang sebelum sempat diobati. Sore harinya sang ayah membawa putrinya yang sakit ke dokter. Anak itu pun ketakutan melihat dokter akan memberinya suntikan. Ia mendekap ayahnya erat-erat. Sang ayah memeluk sambil mengusap kepalanya. “Tenang, Sayang. Tahan sebentar,” katanya. Hari itu sang ayah berhasil menolong putrinya yang sakit, tetapi gagal menolong si burung gereja. Sebab si anak mendekapnya di kala sakit, sedang si burung gereja meronta dan meninggalkannya.

Setiap orang bisa merasa sakit hati ketika apa yang ia inginkan tidak kesampaian. Saat doanya tidak dikabulkan Tuhan dan orang sekitar tidak mendukung. Dalam menghadapi kekecewaan, ia dihadapkan dengan dua pilihan. Pertama, bersikap memberontak. Rasa kecewa dan tertolak membuatnya menjauhi Tuhan dan bersahabat dengan dunia (ayat 4,5). Kadang juga bersengketa dengan mereka yang dianggap menjadi penghambat (ayat 1,2). Pilihan kedua, mendekat kepada Allah (ayat 8).

Dengan rendah hati ia belajar menerima kenyataan bahwa keinginannya bukan kehendak Tuhan. Cara ini memulihkan, sebab ketika ia mendekat pada Tuhan, Tuhan pun akan mendekat kepadanya. Ketika Tuhan menjawab “tidak”, apa yang Anda lakukan? Apakah hidup yang sulit telah membuat Anda undur dari-Nya? Selama Anda menjauh, hidup tidak akan menjadi semakin baik. Mendekatlah kepada Tuhan, supaya Dia dapat memulihkan Anda dari sakit hati Anda

TIDAK DIKABULKANNYA DOA MENIMBULKAN MASALAH KECIL

TIDAK MENERIMA KEHENDAK TUHAN MENIMBULKAN MASALAH BESAR

Penulis: Juswantori Ichwan

http://www.renunganharian.net/

 Jika hati menjadi sesak, jangan lari pada yang lain. Curahkan saja isi hati kita kepada-Nya. Serahkan juga kekhawatiran dan beban kita kepada-Nya. Jika hati menjadi sakit, mintalah kepada-Nya kemampuan untuk mengampuni, sebagaimana Dia telah mengampuni kita. [RH.290710]

Tuhan selalu bekerja untuk kebaikan, bahkan ketika [tampaknya] saya harus kehilangan..belajar melepaskan yang sudah berlalu, supaya bisa belajar sesuatu yang baru dan selangkah lebih maju

Betapa sering kita bersungut-sungut ketika Tuhan tidak memberi apa yang kita minta. Kecewa saat melihat kenyataan berbeda dengan yang kita doakan dan harapkan. Kini saatnya kita belajar menjadi dewasa. Katakan pada diri sendiri: “Jika Tuhan tidak memberikan sesuatu, itu berarti aku tidak membutuhkannya. Aku bisa hidupbahagia tanpa itu!”Tuhan memberi apa yang kita butuhkanbukan apa yang kita inginkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s