Patience’s Testing

Sampai Kapan?

Bacaan hari ini: Maleakhi 3:1-3, 2 Korintus 3:18

Ayat mas hari ini: Maleakhi 3:3 “Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.”

Tahukah Anda bagaimana seorang pengrajin perak memurnikan perak dari lempengan perak biasa menjadi lempengan yang indah dan bernilai? Untuk memurnikan dan mentahirkan perak, perak tersebut harus dipanaskan dalam perapian dengan suhu sangat tinggi. Ini dimaksudkan agar bagian-bagian yang tidak diperlukan dapat dibuang dan yang tersisa hanya perak murni.

Sebagaimana disebutkan dalam Maleakhi 3:3, seorang tukang perak harus duduk selama proses pemurnian. Namun, ia bukan duduk santai melihat perak yang dibakar. Ia duduk persis di dekat perapian sambil memegang perak yang dipanaskan dengan bantuan penjepit. Ia harus berjaga memperhatikan dengan saksama proses yang sedang berlangsung di depan matanya dan bersiap-siap menarik perak tersebut jika telah selesai. Sedikit saja ia terlambat, perak tersebut bisa hancur.

Kehidupan kita juga serupa seperti perak yang sedang dimurnikan. Kita harus melewati proses yang tidak selalu menyenangkan, bahkan cenderung membuat kita merasa tidak nyaman. Namun, seperti tukang perak yang duduk di dekat perapian sambil “memegang” peraknya, demikianlah Tuhan menjagai kita agar melewati setiap proses dengan baik dan tidak sampai hancur.

Kadang kita memang bertanya, “Sampai kapan, Tuhan?” Bagi seorang tukang perak, sangat mudah mengetahui jika peraknya sudah benar-benar murni, yaitu ketika ia dapat melihat wajahnya tercermin dari logam yang sedang dibakarnya. Demikian juga, dalam setiap proses yang kita alami, Tuhan memastikan bahwa hanya Dia yang tercermin dalam kehidupan kita (2 Korintus 3:18)

TUHAN MURNIKANLAH SAYA SAMPAI HANYA TUHAN YANG TERCERMIN MELALUI HIDUP SAYA

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy

sumber: http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-01-21

“terkadang kamu hanya terpaku pada hasil tapi lupa proses..ingin cepat berhasil tapi tidak mau mengalami sebuah proses”

“mari nikmati setiap proses pembentukan yang Tuhan berikan sekalipun prores itu terasa sangat menyakitkan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s