jubah keegoisan VS jubah kesejahteraan bersama

Magnet Kristus

Bacaan hari ini: Filipi 2:1-8

Ayat mas hari ini: Filipi 2:1

Bayangkan Anda memiliki butir-butir kelereng dalam kantong plastik. Butir-butir kelereng itu bersatu karena berada dalam wadah yang sama. Namun, saat plastiknya robek, segera saja butir demi butir kelereng itu berjatuhan dan tercerai-berai. Bandingkan dengan apabila Anda memiliki magnet. Saat Anda mendekatkannya dengan serbuk besi, maka serbuk itu akan melekat pada magnet. Dua benda itu bersatu bukan karena berada dalam wadah yang sama, melainkan karena ditarik oleh kekuatan daya tarik magnet.

Anggota-anggota jemaat di Filipi berasal dari berbagai latar belakang kehidupan. Ada Lidia, perempuan Yahudi dan pengusaha yang kaya (Kisah Para Rasul 16:14); ada budak perempuan—kemungkinan orang Yunani (16:16); ada pula kepala penjara—bisa jadi orang Romawi (16:25-36). Rasanya sulit membayangkan mereka berkumpul dalam wadah yang sama—seperti kelereng tadi. Kalaupun bisa, kemungkinan besar akan sangat sulit bagi mereka untuk tetap bersatu. Sedikit gesekan saja dapat berpotensi memecahkan kesatuan mereka.

Surat Paulus memperlihatkan kondisi kesatuan mereka yang sesungguhnya: “dalam Kristus”. Kristus-lah “magnet” yang menarik dan melekatkan mereka. Mereka diikat melalui hubungan mereka dengan Kristus, bukan oleh kesamaan-kesamaan lahiriah. Kesatuan mereka semakin kuat ketika mereka masing-masing menanggalkan keegoisan dan menjadi semakin serupa dengan Kristus. Di gereja kita juga bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang. Bagaimana kesatuan di antara kita—seperti kelereng dalam kantung plastik atau serbuk besi yang melekat pada magnet?

TANGGUNG JAWAB ORANG KRISTIANI IALAH MENERIMA SATU SAMA LAIN SEBAGAIMANA KRISTUS TELAH MENERIMA KITA MASING-MASING

Penulis: Arie Saptaji

sumber: http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-12-12

 

sedikit berbagi lagi😀 hehehe

satu minggu ini cukup banyak pelajaran tentang bersyukur hari ini Tuhan kasih jawabannya..bersyukur Tuhan masih selalu ada buatku, walaupun aku tak selalu ada untukNya..jadi inget lagu ini:

♫ kasih sayangMu tak pernah berubah sejak pertama kita bersama

sampai kini ku trus tetap merasa kesetiaan yang sungguh tiada tara

bahkan di saat ku gundah di dalam kecewa Kau selalu ada di dalamku bri sukacita.. ♫

 

ohya,,kembali ke topik😀 hehe

ada 2 peristiwa yang berhubungan dengan hal ini:

1. tugas kelompok

pertama aku udah cukup hopeless dengan kelompokku, tapi..kalau aku kerjain sendiri, susah sendiri..kalo nunggu teman-temin yang lain entah pada kemana..ada satu kondisi yang benar-benar membuatku jengkel dan sampai akhirnya aku punya pikiran “udah ah,,udah males sama dua manusia itu” *padahal sebenernya kalo bisa lebih sabar dan kontrol emosi ga jadi jengkel haha..dan apa yang Doi bilang? “Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” Yes.2:22 “sabar ya, hasian..kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Mat.6:34 :’)

kondisi itu membuatku belajar menahan ego, untuk mengerti keadaan orang lain..dan pada akhirnya kami bisa sama-sama menyelesaikan sedikit tugas itu *belom selesai cuy😀

2. full booked in the weekend

kemaren terjadi perdebatan sengit antara acara yang ingin ku hadiri VS ‘minta dihadiri’ di hari itu [111210]

a) ulang tahun seseorang😀 *di Jakarta

b) natal Perkantas

c) ketok pintu KKL

d) kumpul INOV

adanya acara-acara ini sempat membuatku bingung weekend minggu ini mau di jakarta atau bandung.

setelah mikir-mikir, ternyata terlalu beresiko kalau weekend ini di Jakarta, banyak acara yang aku korbankan demi satu acaraku..dari sini aku benar-benar belajar tentang “ketika jubah keegoisan harus ditanggalkan dan diganti dengan kain kesejahteraan bersama”. acara ulang tahun dan natalan itu bisa dibilang ‘kepentingan ku’ sementara 2 acara lainnya ‘kepentingan kita’..alhasil aku mengorbankan dua acara’ku’ demi berjalannya acara’kita’😀

dan akhirnya,,kemarin siang aku berpikir: 

“melewatkan dua acara penting hari ini😦 ga apa deh, pasti Tuhan sediain acara yang lebih penting :ketika jubah keegoisan harus ditanggalkan dan diganti dengan kain kesejahteraan bersama: “semangat,niw! keep smiling and say thanks to God even if so hard” :’)”

malamnya aku [bisa] berpikir:

“emang iya koq..ternyata Tuhan sediain acara yang lebih penting..dari ‘acara pengganti’ itu aku bisa merasakan kebersamaan yang PASTI tak akan ku dapatkan kalau aku kekeuh  pergi ke acara’ku’ itu”

sangat bersyukur dengan pembentukan yang luar biasa dari Tuhan di tahun 2o1o ini😀 semoga apa yang sudah aku dapatkan bisa menjadi pegangan untuk melangkah di tahun 2o11 nanti ^o^

selamat menyalakan lilin advent ketiga😀 satu lagu penutup

 ♫ Tiga lilin kita nyalakan, karna kitapun mendengar,

Juru S’lamat segera datang, dan membawa damai besar 

mari siapkan diri dan hati lebih lagi menyambut natal tahun ini ^.^

-Sunday, December 12, 2010-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s