“Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi engkau melebihi mereka semua.”

“Innerbeauty Teacher”

Ayat Alkitab: Amsal 31 : 29-30

“Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi engkau melebihi mereka semua. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan sia-sia belaka, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji.”

Yuli Artini, seorang wanita sederhana yang berprofesi sebagai seorang guru di sebuah sekolah di Jakarta. Tapi bagiku beliau bukan hanya menjadi seorang guru untuk murid-muridnya di sekolah. Beliau juga menjadi guru bagi suami dan anak-anaknya di rumah. Di sekolah manapun beliau ditugaskan, beliau akan menjadi guru favorit di sekolah itu. Entah apa yang bisa membuatnya menjadi seperti ini. Rambut yang indah, wajah yang molek, mata yang cantik, bibir yang menawan, atau mungkin tubuh yang menawan? Bukan. Menurutku bukan karena itu semua beliau menjadi seorang yang disegani banyak orang. Tetapi, kecantikan watak yang beliau miliki. Kecantikan watak yang dapat mengalahkan kecantikan jasmani.

Secara tidak langsung, beliau mengajar di ‘kelas kecantikan’. Ya, ‘kelas kecantikan watak’. Di dalam kelas ini, beliau tak perlu banyak berkata-kata, tidak perlu repot-repot menjelaskan materi yang sepertinya sulit untuk dipahami. Tapi, beliau langsung mengajarkan melalui kehidupannya sehari-hari. Sebagai salah satu ‘murid’nya, aku mencoba memahami apa yang diajarkannya. Ku coba memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukannya.

“..selalu berusaha untuk tetap tersenyum walaupun mata berkaca-kaca,

selalu berusaha tetap sabar walaupun dahi mengkerut,

selalu berusaha menghibur walaupun sebenarnya butuh dihibur,

selalu berusaha bangun lebih pagi walaupun belum cukup tidur,

 

selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang dikasihinya

sekalipun harus memberikan nyawanya,

selalu berusaha melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuannya

sekalipun raga sudah tak sanggup untuk melakukannya,

rela kelaparan supaya orang yang dikasihinya bisa makan,

tak tenang bila orang yang dikasihinya tak ada di sampingnya

dan rela banting tulang demi sesuap nasi..”

 

Satu hal lain yang dapat kupelajari di akhir ‘kelas kecantikan’ ini adalah tentang kasih. Hal yang mendasari beliau memiliki ‘kecantikan watak’ adalah takut akan Tuhan. Sehingga, beliau mengajarkan semuanya berdasarkan kasih Allah. Aku kembali mencoba mengerti apa yang menjadi dasar pengajarannya, yaitu kasih Allah.

 

“..mengasihi tanpa mencari keuntungan dan memperhitungkan kerugian

mengasihi tanpa memandang siapa yang dikasihi

mengasihi untuk selamanya bukan untuk sesaat

mengasihi tanpa mengenal kondisi bukan dengan syarat

mengasihi dengan tulus bukan dengan pamrih

mengasihi dengan sungguh-sungguh bukan dengan pura-pura..”

Itulah yang beliau ajarkan dalam ‘kelas kecantikan watak’. Barangkali, bagi ‘guru-guru’ lain ini adalah seseuatu yang mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan. Namun, tak hanya sebatas kata-kata, lebih dari itu, beliau sudah melakukannya. Mungkin, masih banyak ‘ibu guru’ lain seperti guruku yang satu ini. Mungkin, masih banyak ‘ibu guru’ yang sudah mengajarkan ‘kecantikan watak’ melalui perbuatan baik yang dilakukannya. Tapi bagiku, beliau melebihi mereka semua. Karena bukan hanya sebagai ibu guru di kelas kecantikanku, beliau juga adalah ibu kandungku.

Rafflesia Putri, 30 Mei 2010, 01.25 –Adniw Irasnahitsirk- 

“Tuhan berkati ibuku; aku berutang padanya atas keberadaanku dan harapanku.” —Abraham Lincoln

aku bersyukur punya kamu…

aku bersyukur kenal kamu…

aku bersyukur bisa bersama-sama kamu…

aku bersyukur dapet cintamu…

aku bersyukur merasakan perhatianmu…

aku bersyukur dapat kasih sayangmu…

aku bersyukur dapat kesetiaanmu…

aku bersyukur dapat kesabaranmu…

banyak hal yang harus aku syukuri untuk semua yang sudah kita jalani bersama…

tapi,,,entah bagaimana caranya aku harus membalas semuanya itu kepadamu…

mungkin hanya dengan berkata : “I Just Wanna Say I Love You” sudah mewakili apa yang kurasakan saat ini…

dan,,,apa yang kuberikan untuk mama.untuk mama tersayang.tak ku miliki sesuatu berharga untuk mama.untuk mama tercinta.hanya ini ku nyanyikan senandung dari hatiku untuk mama.hanya sebuah lagu sederhana.lagu cintaku untuk mama.

I Just Wanna Say I Love You, Mom!

“Selamat Hari Ibu”

“Selamat Ari Mamak”

“Sugeng Dinten Ibu”

“Happy Mother’s Day”

“Bonne fête des mères”

“Buona Festa della Mamma”

December 21, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s