MHB Bab 4: Belajar Firman Tuhan

aku mau share dikit yang menjadi bahan bacaan tambahan waktu aku mempersiapkan MHB Bab 4 :D lumayan nambah pengetahuan tentang Ayat Alkitab yang digali [Mazmur 119:1-16], tapi ini tambahan aja loh, tem. Kalian bisa dapet lebih banyak lagi kalo gali sendiri, ohya baca NIV Study Bible-nya. Banyak footnote yang bisa membantu juga dalam penggalian Alkitab. Selamat Menggali :D

Latar Belakang (Mazmur 119:1-176)

Mazmur ini mengungkapkan kasih yang agung untuk firman Allah yang tertulis. Firman Allah disebutnya sebagai janji, perintah, pedoman, kesaksian, ajaran, hikmat, kebenaran, keadilan, dan teguran. Firman Allah disajikan sebagai penghiburan, perlindungan, harta, patokan hidup, kebahagiaan hati dan jiwa, dan sumber jawaban segala kebutuhan.

  1. Pemazmur mengungkapkan kasih yang mendalam bagi Allah dengan membaca, merenungkan, dan mendoakan Firman-Nya. Ia mengajarkan bahwa kita akan bertumbuh dalam kasih karunia dan kebenaran hanya bila kasih akan Firman itu bertumbuh dalam diri kita.
  2. Mazmur ini disebut sebagai akrostik abjad karena ke-22 baitnya (atau alinea) yang terdiri dari delapan ayat masing-masing cocok dengan ke-22 huruf abjad Ibrani. Setiap ayat dari setiap alinea dimulai dengan huruf yang dipakai untuk bait itu.

Berisi 176 ayat, Mzm 119 adalah mazmur terpanjang dalam kitab Mazmur. Mazmur ini sangat teratur dalam bahasa aslinya, karena setiap ayat dalam satu bait (8 ayat per bait) mulai dengan huruf yang sama, secara berturut-turut. Jadi, dalam bacaan kita, aa.1-8 mulai dengan huruf א (aleph), dan aa.9-16 dengan huruf ב (beth). Oleh karena begitu teratur secara formal, dari segi isi puisi itu terasa berbelit-belit. Saya rasa tujuannya bukan untuk mengajukan argumentasi melainkan sebagai bahan untuk perenungan, sebagaimana diusulkan dalam a.15.

Bagian Pertama (aleph) BERBAHAGIALAH.

3 sumber kebahagiaan secara umum. Pertama, ketika seseorang mendapatkan apa yang dia inginkan. Kedua, ketika seseorang dapat mensyukuri apa yang dia miliki. Ketiga, ketika ia dapat membagikan apa yang ia miliki. Namun kebahagiaan dalam mazmur ini unik, yaitu dihubungkan dengan ketaatan yang aktif dan relasional. Kata “berbahagia” dalam ayat 1 dan 2 menggunakan pengertian jamak, jadi lebih tepat diterjemahkan “betapa bahagianya” atau “sangatlah berbahagia”. Ini ingin menunjukkan kualitas bahagia yang superlative.

Selain itu, pemazmur ini menekankan bahwa kebahagiaan yang diajarkan di sini adalah kebahagiaan yang obyektif. Maksudnya, kebahagiaan karena standar yang jelas dan bukan karena subyektifias pribadi. Tegasnya semua orang akan berbahagian bila hidupnya menurut dengan Taurat Tuhan. Ini standar obyektif dari kebahagiaan yang diajarkan oleh pemazmur. Allah berjanji untuk mencurahkan berkat-Nya atas orang yang telah memutuskan untuk hidup sesuai dengan Firman-Nya dengan semua standar dan petunjuknya. Mereka akan mengalami kehadiran-Nya yang pribadi (bandingkan Kejadian 26:3), yang memberi mereka kekuatan, pertolongan, dan perlindungan. Hukum (Bahasa Ibrani: _torah_) merupakan seluruh pengarahan Allah kepada umat-Nya; hukum ini juga dapat mengacu kepada Pentateukh (lima kitab pertama Perjanjian Lama) atau bahkan seluruh Perjanjian Lama. Jadi ini tantangan kita untuk hidup dalam aturanNya dan bukan sekedar berharap berkatNya.

Permulaan dengan ucapan “berbahagia” menempatkan mazmur ini sebagai mazmur hikmat, yang berbicara tentang cara hidup yang baik dan buruk dalam dunia ini. Intinya adalah hidup menurut Taurat atau firman Tuhan. Ada 8 kata yang dipakai dalam mazmur ini untuk firman Tuhan. Firman adalah yang paling umum, yang dikenal dalam Taurat (hukum Musa). Taurat menyampaikan bagaimana Allah mengikatkan diri dalam perjanjian dengan umat-Nya, disertai berbagai saksi atau Peringatan. Perjanjian itu terdiri atas Janji, Perintah dan Hukum. Janji adalah dasarnya, karena Allah selalu telah memberi sebelum menuntut. Perintah (dan Titah) merujuk pada otoritas Allah untuk memerintah, sedangkan hukum menyangkut kasus-kasus yang menunjukkan keadilan firman-Nya yang mengatur kehidupan kita dengan baik. Ketetapan berasal dari kata yang berarti menulis dalam batu, sehingga merujuk pada firman Allah yang tidak berubah. Dalam Perjanjian Baru, Injil yang menggenapi Taurat juga adalah firman Allah yang menyampaikan janji-Nya untuk mengatur kehidupan kita. Adalah anugerah yang luar biasa bahwa Allah menyatakan firman-Nya kepada kita.

Bait pertama bertema hasil dari hidup menurut firman. Salah satunya adalah “tidak mendapat malu”. Jika seseorang hidup menurut firman Tuhan, maka dia layak untuk berdiri tegak di depan sesama. Memang, di bawah dalam mazmur ini nampak bahwa bisa saja orang benar dihina oleh orang fasik (aa.21-23). Tetapi rasa malu jangan ditentukan sepenuhnya oleh orang lain. Yang paling penting adalah pujian Allah.

Bagian Kedua (Beth)

Kebahagiaan hidup menurut firman Tuhan di jabarkan dengan 8 langkah praktis dalam bagian kedua. Firman Allah (Bahasa Ibrani: _dabar_) merupakan penyataan diri-Nya secara umum dan semua perintah serta janji-Nya. Bagaimana seorang percaya dapat menjaga kemurnian hidupnya, menolak pengaruh asusila yang menandakan lingkungan fasik di mana kita tinggal? Bait ke-2 dari Mazmur ini mencatat delapan cara yang berikut, masing-masing dalam satu ayat:

  1. Dengan membuat komitmen atau keputusan yang tidak bisa diubah untuk tetap setia kepada Firman Allah yang tertulis hingga akhir hidup di dunia ini;
  2. Dengan mencari Tuhan dalam doa. Ini menekankan bahwa relasi dengan Taurat adalah relasi yang personal dan bukan relasi dengan aturan. Maksudnya, tujuan utama seseorang taat pada aturan adalah karena mencintai yang membuat aturan.
  3. Dengan menghafal Firman Allah.
  4. Dengan mengharapkan bimbingan dari Allah. Kata “ajar” di sini menekankan pada kerinduan untuk menggali lebih dalam dari pada sekedar untuk menghafal.
  5. Dengan bersikap terbuka bagi kebenaran Allah dan menyebarkan kebenaran. Ini proses untuk internalisasi, di mana seseorang terbuka dan membuka kebenaran itu bagi orang lain.
  6. Dengan bersukacita serta senang dengan perkataan Allah. Ini sikap hati yang penting dalam ketaatan, yaitu bersukacita bila dibimbing dan diteguh oleh kebenaran.
  7. Dengan merenungkan. Ini sebuah proses mencerna kebenaran. Mengambil saripati dan gizi kebenaran secara kontinyu dan terus menerus sambil mengamati kehidupan serta mengevaluasinya.
  8. Dan dengan sikap bergemar, artinya menjadikan kebenaran itu pola hidup utama.

Bait kedua mulai dengan pergumulan orang saleh akan kelemahannya (a.9). Jalan keluarnya terkait dengan membatinkan firman-Nya. Hal itu terjadi ketika firman Allah menjadi suatu kerinduan (a.10), sukacita (aa.12, 14) dan kegemaran (a.16). Hal itu dibantu dengan kegiatan meditasi, dengan menyimpan janji (a.11), membaca firman dengan teliti (a.13) dan perenungan dan pengamatan (a.15). Fokus pada firman Allah akan membentuk kebatinan orang sehingga firman menjadi pokok dalam hidupnya. Dengan demikian kebahagiaan sejati dari Allah akan menjadi makin nyata dalam kehidupan kita.

Sumber:

  1. http://www.gki-pregolan.org/index.php?option=com_content&task=view&id=530&Itemid=59
  2. http://tomentiruran.wordpress.com/2008/10/23/mzm-1191-16-perenungan-firman/

Link: download document word-nya http://www.mediafire.com/?da4whkhs9658fqa

Alkitab adalah buku kuno yang kebenarannya selalu baru. Tiga “K” untuk mempelajari Firman Tuhan adalah Komitmen, Konsisten, Kontinyu. ~MHB Bab 4 :)

Bahan MHB Bab 4

ini hanyalah hasil penggalian yang kulakukan secara pribadi
(mungkin masih ada pemahamanku yang salah),
Anda akan lebih menemukan banyak hal dan Kebenaran yang sesungguhnya
jika Anda menggalinya secara pribadi :)
senang bisa berbagi, semoga bisa memberkati
jangan lupa minta tuntunan Roh Kudus sebelum menggali

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s